HUMAS UIN MALANG-Zat aditif makanan merupakan zat tambahan makanan yang disengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Bahan tambahan tersebut memiliki manfaat antara lain sebagai pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat dan pengental. Wawasan dan pengetahuan tentang zat aditif perlu diberikan kepada masyarakat agar memiliki awareness terhadap gizi dan nutrisi makanan yang dikonsumsi setiap hari. Edukasi kepada masyarakat mengenai zat aditif makanan telah dilakukan oleh Dosen Kimia yang tergabung dalam program Qoryah Thoyyibah UIN Malang diantaranya Lilik Miftahul Khoiroh, M.Si, Ahmad Hanapi, M.Sc, Siska Eka Sartika, M.Si bersama beberapa mahasiswa Program Studi Kimia. Edukasi dilaksanakan bersama masyarakat RW 3 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang. Edukasi tentang zat aditif tersebut dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2023 yang bertempat di Balai RW 3 Kelurahan Tlogomas. Selain edukasi mengenai zat aditif makanan dan bahaya yang ditimbulkan oleh zat aditif yang berbahaya, pemateri juga memberikan sosialisasi bahan-bahan alami yang ada di sekitar yang bisa digunakan sebagai pendeteksi adanya boraks dan formalin yang ada dalam makanan. Bahan-bahan yang ada di dapur yang dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks antara lain kunyit dan bunga telang, sedangkan untuk mendeteksi adanya formalin adalah getah papaya muda. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti edukasi tersebut. Setelah pemateri memberikan presentasi tentang zat aditif makanan, masyarakat baru menyadari bahwa selama ini mereka kurang peduli terhadap gizi makanan yang mereka sediakan buat keluarga. Makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat ternyata banyak yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang ditambahkan oleh produsen. Dengan mengikuti acara tersebut, masyarakat lebih memahami dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan dengan memperdulikan gizi makanan yang dikonsumsi dan perlu pilah dan pilih makanan yang dikonsumsi, karena segala penyakit berawal dari makanan yang dikonsumsi. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan praktek secara langsung cara mendeteksi boraks dan formalin yang ada dalam makanan. Dengan demikian masyarakat tahu metode dan cara pembuktian, proses serta reaksi yang terjadi jika boraks dideteksi dengan menggunakan kunyit dan formalin dideteksi dengan getah papaya muda, sehingga ibu-ibu PKK balai RW 3 kelurahan Tlogomas dapat langsung praktek di rumah masing-masing dan diamalkan untuk kesejahteraan keluarganya. Kunyit jika direaksikan dengan natrium boraks, awalnya berwarna kuning akan berubah warna menjadi coklat atau coklat kemerahan hal ini karena natrium boraks memiliki pH basa sedangkan kunyit mengandung senyawa antosianin sehingga ketika antosianin bereaksi dengan senyawaan yang bersifat basa maka antosianin pada kunyit akan berubah warna dari kuning menjadi coklat kemerahan. Begitu halnya dengan bunga telang, yang awalnya berwarna biru akan berubah warna menjadi hijau ketika bereaksi dengan natrium boraks. Sedangkan getah papaya jika direaksikan dengan makanan yang mengandung formalin maka getah papaya tersebut akan segera menggumpal.
HUMAS UIN MALANG-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kembali diminta kementerian Agama untuk menyelenggarakan Pelatihan Kompetensi Pelatihan Pemula (PKDP). PKDP merupakan program berkelanjutan dari Kemenag berkerjasama dengan LPDP untuk peningkatan kompetensi dosen dalam melaksanakan tugas tri dharma pergurusn tinggi. Untuk Itu Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag mengelar koordinasi panitia PKDP yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Rektorat Lt.3. Jumat (11/8/2023).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 120 peserta dari 28 PTKI seluruh indonesia (dosen PNS dan dosen tetap non-PNS) dan 45 fasilitator yang terlibat dalam pelaksanaan SC PKDP, baik dari unsur dosen, pimpinan dan para guru besar yang berkompeten. Untuk itu, koordinasi ini penting dilakukan untuk penyamaan persepsi dan harmonisasi instruktur shortcourse pelatihan kompetensi dosen pemula (PKDP). “PKDP 2023 ini akan diselenggarakan selama tiga bulan dengan rincian, In Service Course (ISC) selama 6 hari, On The Job Course (OJC) 52 hari, Expose Course (EC) selama 2 hari,” jelas Prof. Umi.
Koordinasi ini, kata dia, bertujuan untuk menyamakan persepsi dan harmonisasi para narasumber, baik berkaitan dengan materi yang disajikan maupun secara umum pelaksanaan PKDP. Dikarenakan dalam satu materi akan disajikan oleh tiga narasumber sebagaimana jumlah kelas yang tersedia.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu merefresh dan meningkatkan kemampuan pedagogik dosen dalam mengajar dan meningkatkan jumlah publikasi ilmiah nasional maupun internasional yang bersumber dari penelitian.
Kegiatan ini diselenggarakan menggunakan skema blended learning, Luring, akan dilaksanakan dikampus dan dihotel, dan Daring secara online melalui lesrning manajemen sistem (LMS) atau menggunakan zoom meeting. Penyamaan persepsi dan harmoniasasi ini menjadi penting dalam rangka menghasilkan materi ajar para narasumber yang terstandar, sehingga para peserta mampu dengan mudah menyerap pengetahuan yang diberikan narasumber.
“PKPD ini selain untuk meningkatkan kompetensi dosen, ia juga menjadi syarat wajib dalam mendapatkan sertifikat dosen (serdos) yang dalam hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan dosen,” pungkasnya.
HUMAS UIN Malang - Program KKN Reguler Gelombang 2 dan KKN Persemakmuran Ex.IAIN Sunan Ampel telah usai dan resmi ditutup pada hari Jumat, 11 Agustus 2023. Kegiatan KKN yang telah berlangsung selama 35 hari ini diikuti oleh 110 peserta dari UIN Malang, dan 50 peserta dari 8 kampus lain yang merupakan persemakmuran ex. IAIN Sunan Ampel, yaitu UIN Tulungagung, UIN Surabaya, UIN mataram, UIN Samarinda, IAIN Madura, IAIN Kediri, IAIN Jember, dan IAIN Ponorogo. Setiap perwakilan dari beberapa kampus tersebut mengirimkan delegasinya maksimal lima mahasiswa. Kegiatan penutupan KKN ini diawali dengan penyampaian pesan dan kesan perwakilan mahasiswa peserta KKN. Aulia Ananda, mahasiswa peserta KKN dari UIN Mataram menyatakan bahwa kegiatan KKN ini memberikan banyak pelajaran berharga dan kenangan yang sangat menyenangkan. Kegiatan KKN ini mempertemukannya dengan berbagai macam karakter budaya dan kebiasaan yang berbeda, sehingga membuatnya mampu belajar untuk saling memahami, toleransi, dan saling melengkapi. Hal yang sama juga dirasakan oleh Salsabila dan Maulana, mahasiswa asal UIN Samarinda. Perbedaan cuaca Samarinda dan Malang membuat Salsabila dan Maulana sempat sakit ketika baru menginjakkan kaki di lokasi KKN. Namun, hal tersebut tidak menurunkan semangat mereka dalam kegiatan KKN ini.
Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., selaku ketua LP2M UIN Malang menyampaikan bahwa kegiatan KKN ini berlangsung lancar, sehingga mampu memberdayakan masyarakat di lokasi KKN, yaitu di lima desa di Kecamatan Jabung, dan 4 desa di Kecamatan Dau. Salah satu program yang dilaksanakan adalah program stunting dan parenting. Program stunting dan parenting ini diharapkan mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak - anak mereka.
Koordinator LP2M PTKIN Indonesia, Prof. Dr. Ngainun Naim, menyampaikan kepada seluruh mahasiswa peserta KKN bahwa kegiatan ini adalah pengalaman yang luar biasa. "Untuk mengikuti kegiatan KKN Persemakmuran ini, para peserta harus melalui tahapan seleksi yang dilaksanakan di kampus masing - masing. Artinya, para peserta KKN ini adalah orang - orang yang terpilih." Perguruan tinggi juga merupakan bagian dari masyarakat, sehingga perguruan tinggi harus memberi peran dalam pembangunan masyarakat. Dan kegiatan KKN ini menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., berharap supaya kegiatan KKN Persemakmuran ini suatu saat dapat dilaksanakan diluar negeri juga. "Saya tadi berpikir bahwa KKN Persemakmuran IAIN Sunan Ampel ini bisa KKN bersama - sama ke luar negeri, minimal ke Asia," ujar beliau dalam sambutannya. Semoga kegiatan KKN ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para mahasiswa dan seluruh masyarakat.
HUMAS UIN MALANG-Kopma Padang Bulan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil meraih prestasi gemilang dalam kompetisi nasional. Pada ajang Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional 2023 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Lampung pada tanggal 7 hingga 9 Agustus 2023, tim ini berhasil mengalahkan pesaing-pesaingnya dan berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi Dynamic Essay Competition.
Tim Kopma Padang Bulan terdiri dari tiga anggota berbakat yaitu Faizah Uhti Rianda dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Shahrul Rosi dari Program Studi Manajemen, dan Jeny Fortuna dari Program Studi Sastra Inggris. Meskipun memiliki kesibukan masing-masing, ketiga anggota tim ini telah melakukan persiapan yang matang selama satu bulan sebelum kompetisi.
Berbagai kesibukan dan tantangan tidak menghalangi semangat mereka untuk berkolaborasi dalam persiapan kompetisi. Melalui diskusi daring, mereka berhasil mempersiapkan diri dengan baik. Pada saat tiba di lokasi kompetisi, ketiga anggota tim merasa diterima dengan hangat oleh para peserta lainnya. "Suasana kekeluargaan sangat terasa di antara semua peserta, meskipun mereka tidak saling mengenal sebelumnya," ungkap Faizah.
Kemenangan yang diraih oleh Tim Kopma Padang Bulan menjadi kejutan menyenangkan bagi mereka. Faizah, salah satu anggota tim, mengungkapkan perasaannya yang awalnya benar-benar tidak menyangka akan menjadi juara satu seperti ini. Kompetisi ini sangat ketat, dengan 43 tim delegasi dari seluruh koperasi mahasiswa di Indonesia. Semua peserta memiliki kemampuan yang luar biasa dalam pengetahuan tentang koperasi. "Namun, kami bersyukur dan percaya bahwa ini adalah takdir kami," ucapnya penuh syukur.
Faizah juga memberikan pesan inspiratif kepada semua, bahwa kehausan akan ilmu harus tetap dijaga dan pengembangan diri harus terus dilakukan. Dengan prestasi ini, Tim Kopma Padang Bulan dari UIN Malang tidak hanya meraih kemenangan, tetapi juga berhasil memberikan inspirasi kepada semua orang untuk terus berusaha dan menggapai impian.
Selamat kepada Tim Kopma Padang Bulan UIN Malang atas prestasi luar biasa mereka dalam Dynamic Essay Competition. Semoga prestasi ini akan menjadi langkah awal menuju kesuksesan yang lebih besar di masa depan, dan semoga mereka terus menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.
SINERGI: Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H M Zainuddin MA memberikan cinderamata buku kepada Sekjen Kemenag RI Prof Dr H Nizar Ali, M.Ag
HUMAS UIN MALANG - Sekretaris Jenderal Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag, memberikan paparan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. FGD ini membahas tentang peningkatan tata kelola Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP) pada Badan Layanan Umum (BLU). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/8/2023) ini dihadiri oleh para Wakil Rektor, Kepala Biro, Para Dekan dan Direktur Pascasarjana, serta para Ketua UPT yang ada di lingkungan UIN Maliki Malang. Dalam paparannya, Prof. Nizar menyampaikan bahwa transformasi dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) menuju PTN-Badan Hukum (PTN-BH) memiliki dampak positif yang signifikan. Transformasi ini diharapkan akan meningkatkan tata kelola dan fleksibilitas dalam mengelola keuangan. Salah satu syarat utama bagi PTN BLU agar dapat bertransformasi menjadi PTN-BH adalah memiliki kemandirian dan kemampuan dalam menghasilkan pendapatan. Prof. Nizar menekankan bahwa pendapatan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) minimal harus mencapai 250 juta per tahun. Lebih lanjut, Prof. Nizar juga mengapresiasi pencapaian UIN Maliki Malang. Institusi ini telah memenuhi sejumlah persyaratan penting untuk bertransformasi. UIN Malang telah meraih sertifikat internasional dan telah terakreditasi oleh Asean University Network-Quality Assurance (AUN-QA), akreditasi tingkat regional Asia Tenggara. Selain itu, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) juga memberikan akreditasi unggul kepada UIN Maliki Malang.
Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Faisal Ali Hasyim, SE., M.Si., CA., CSEP, juga memberikan pandangan penting dalam acara tersebut. Menurutnya, tugas Inspektorat Jenderal sebagai auditor internal haruslah memberikan manfaat sekaligus menjadi sumber informasi akurat bagi pengambilan keputusan. Faisal menggarisbawahi pentingnya transparansi dalam mencapai good university governance (GUG) dan menjelaskan bahwa GUG berfungsi untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan di lingkungan perguruan tinggi. Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menyambut baik rencana perubahan UIN Maliki Malang menjadi PTN-BH. Transformasi ini diharapkan dapat memberikan kemandirian dalam pengelolaan pendidikan, keuangan, sarana dan prasarana, serta ketenagakerjaan. Selain itu, PTN-BH juga diharapkan mampu mempercepat inovasi melalui pengembangan IPTEK yang lebih luas, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Rencana perubahan UIN Maliki Malang menjadi PTN-BH ini diharapkan akan meningkatkan reputasi dan kualitas perguruan tinggi serta menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja. Dengan langkah-langkah konkret dan transparansi dalam pengelolaan, UIN Malang berkomitmen untuk mencapai standar good university governance (GUG) yang tinggi. Kegiatan FGD ini menjadi momentum penting dalam memahami perubahan dan tantangan dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia. UIN Malang bergerak maju dengan tekad untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola perguruan tinggi di Tanah Air.
SINERGI: Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H M Zainuddin MA memberikan cinderamata buku kepada Sekjen Kemenag RI Prof Dr H Nizar Ali, M.Ag
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam upaya meningkatkan tata kelola Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP) di Badan Layanan Umum (BLU). Acara tersebut berlangsung di Ruang Rektorat Lt.1 dan dihadiri Para Wakil Rektor, Kepala Biro, Para Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala SPI dan PMU, serta pejabat lainnya, termasuk dua narasumber dari Kementerian Agama, yaitu Inspektur Jenderal Kemenag RI Dr. H. Faisal Ali Hasyim, S.E., M.Si., CA., CSEP, dan Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag. Rabu (9/8/2023).
Tema utama dalam FGD ini adalah "Penguatan Kelembagaan BLU Menuju PTNBH". Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menyampaikan progres pembangunan kampus III dan gedung asrama mahasiswa. Pembangunan kampus III didukung oleh dana bantuan dari SFD (Saudi Fund for Development), dan Rektor mengungkapkan bahwa proses pembangunan berjalan lancar sesuai target yang ditetapkan. "Kami telah berusaha maksimal agar pembangunan kampus III berjalan lancar dan sesuai rencana," ujar Prof. Zainuddin. Tahun ini, UIN Maliki Malang memiliki target penerimaan 5000 mahasiswa baru, meningkat dari kuota sebelumnya 4000 mahasiswa. Penambahan kuota ini diharapkan akan memberikan dampak positif pada pengembangan kampus. "Namun, tidak hanya pertumbuhan jumlah mahasiswa yang penting, kami juga tetap fokus pada kualitas pendidikan yang kami berikan," tegasnya. Prof. Zainuddin juga menekankan pentingnya pendalaman ilmu agama dan bahasa asing bagi mahasiswa UIN Maliki Malang. Menurutnya, mahasiswa wajib tinggal di makhad (asrama) selama setahun untuk memperdalam ilmu agama serta bahasa Arab dan Inggris. Selain itu, banyak mahasiswa yang menghafal Al-Quran di lembaga HTQ (Hafizh Tafsir Quran), dengan jumlah saat ini mencapai 3000 orang.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK), Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, menyampaikan komitmen UIN Maliki Malang dalam bertransformasi dari BLU menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Ia menjelaskan bahwa target UIN Maliki Malang adalah mencapai akreditasi unggul untuk 60 persen program studi pada tahun 2024. Tidak hanya fokus pada akademik, UIN Maliki Malang juga terus berupaya untuk mengoptimalkan aset dan menjalin kerjasama dengan instansi luar. Langkah ini diambil untuk meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai sumber pendapatan tambahan, selain dana yang dialokasikan melalui DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran). Dengan FGD ini, UIN Maliki Malang menunjukkan tekadnya untuk terus meningkatkan tata kelola institusi, pembangunan kampus, dan kualitas pendidikan demi mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi unggul di Indonesia.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) memperlihatkan komitmennya dalam menghasilkan mutu pendidikan tinggi yang unggul dan bereputasi internasional dengan mengadakan Workshop Penulisan Buku Ajar Mata Kuliah Umum dan Mata Kulia Kehasan Universitas (MKU-MKKU) yang berfokus pada nilai-nilai ulul albab, moderasi beragama, dan anti korupsi. Workshop ini diadakan selama dua hari, tepatnya pada Rabu hingga Kamis (9-10/8/2023). Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dalam pembukaan workshop ini, menegaskan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membentuk karakter mahasiswa yang tak hanya unggul dalam aspek ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, akhlak yang mulia, pengetahuan yang luas, dan kematangan profesional. "Workshop ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan tersebut," ujarnya.
Dalam workshop ini, UIN Malang mengundang dua pemateri yang ahli di bidang penulisan buku akademik dan penerbitan buku. CEO Aksaramaya Jakarta, Sulasmo Sudharno, dan Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D dari UIN Sunan Ampel Surabaya, akan memberikan panduan dan pengetahuan tentang penulisan buku yang berkualitas, terutama dalam era digital dan teknologi informasi. Prof. Umi menekankan bahwa peserta workshop harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dari para ahli. Dia juga mengajak para dosen untuk membimbing mahasiswa dalam menulis buku berdasarkan hasil penelitian mereka. Namun, tulisan yang berasal dari skripsi harus mengalami transformasi total agar sesuai dengan format penulisan buku atau jurnal yang berlaku.
Mantan Dekan Fakultas Syariah dan Direktur Pascasarjana, Prof. Umi, optimis bahwa strategi ini akan meningkatkan reputasi kampus UIN Malang secara signifikan, terutama dalam pemeringkatan universitas seperti Webometrics. "Dengan meningkatkan jumlah buku yang ditulis dan diterbitkan, kampus ini akan semakin dikenal dan diakui dalam dunia pendidikan," ujarnya.
Ketua Konsorsium MKU-MKKU, Dr. H. Achmad Khudori Soleh, M.Ag, menjelaskan bahwa workshop ini adalah bagian dari upaya melahirkan buku ajar MKU-MKKU yang sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. Dalam workshop ini, terdapat 107 peserta yang mewakili berbagai program studi, dengan tujuan akhirnya adalah menciptakan buku ajar yang berkualitas dan tepat sasaran. Workshop Penulisan Buku Ajar UIN Malang ini diharapkan dapat memberikan dorongan positif dalam peningkatan mutu pendidikan dan reputasi universitas. "Dengan mendukung pengembangan penulisan buku ajar yang berkualitas, UIN Malang menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan akademik yang unggul dan bertanggung jawab," pungkasnya.
PRODUKTIF: Dosen Fakultas Saintek Dr. Agus Mulyono, M.Si melakukan penelitian minuman sehat.
HUMAS UIN MALANG - TAHNIK ENZYME adalah salah satu minuman kesehatan yang diklaim bisa mendukung dan menjaga kesehatan tubuh secara alami. Minuman ini merupakan hasil perpaduan konsep TAHNIK dan eco ENZYME. TAHNIK ENZYME dibuat dengan cara sederhana dan harus dibuat sendiri, karena salah satu bahannya berasal dari bagian tubuh kita sendiri. Minuman ini tidak diperjualbelikan dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta merawat fungsi organ tubuh. TAHNIK ENZYME dipilih sebagai nama minuman ini karena pembuatannya mengadopsi konsep TAHNIK yang terinspirasi dari kebiasaan Nabi dalam memberikan kunyahannya yang lembut pada kurma untuk bayi yang baru lahir. Minuman ini dapat dikonsumsi oleh semua kalangan usia dan sifatnya mandiri, artinya setiap individu dapat membuat dan mengonsumsinya sendiri. Terdapat tiga bahan utama dalam pembuatan TAHNIK ENZYME, yaitu 300 ml air putih, 90 gr kurma yang sudah dipisahkan bijinya, dan 30 gr madu. Proses pembuatannya pun sederhana dan mudah diikuti, langkahnya cukup mudah yaitu kunyah setiap butir kurma sebanyak 11 kali lalu campurkan ketiga bahan tadi ke dalam sebuah wadah yang memiliki penutup, setelah itu rapatkan penutup wadah dan biarkan campuran difermentasikan selama 6 bulan.
Setelah proses fermentasi selama 6 bulan, TAHNIK ENZYME siap dikonsumsi. Untuk mengonsumsinya, campurkan 1 sendok teh TAHNIK ENZYME ke dalam 1 gelas air matang atau air yang sudah dipanaskan. Minuman ini disarankan untuk diminum satu kali sehari. Pembuatan TAHNIK ENZYME memenuhi kategori 4M, yaitu Mudah, Murah, Manfaat, dan Mandiri. Proses pembuatannya sangat mudah karena bahannya sedikit dan bahan-bahannya mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau. Manfaatnya telah terbukti nyata, bukan hanya sekadar klaim tanpa dasar. Dan yang terakhir, minuman ini memungkinkan setiap orang untuk mandiri dalam pembuatannya dan konsumsinya.
Dalam rangka menjaga kesehatan tubuh, TAHNIK ENZYME menjadi alternatif minuman kesehatan alami yang dapat dipraktikkan dengan mudah oleh setiap individu. Mari manfaatkan konsep TAHNIK dan eco ENZYME dalam memperkuat kekebalan tubuh dan merawat kesehatan organ tubuh kita. Ayo mulai hidup lebih sehat dengan TAHNIK ENZYME!
OPENING: WR Bidang Akademik Prof. Dr. HJ. Umi Sumbulah, M.Ag saat membuka kegiatan evaluasi AMI siklus ke-16 di hotel Rays UMM Malang, Senin (7/8/2023).
HUMAS UIN MALANG-Lembaga Penjaminan Mutu (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang) yang dipimpin oleh Dr. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I, kembali melakukan evaluasi Audit Mutu Internal (AMI) siklus ke-16 tahun 2023. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Hotel Rays UMM Kota Malang sejak Senin (7/8/2023). AMI merupakan proses pengujian yang sistematik, mandiri, dan terdokumentasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan di perguruan tinggi sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. Dalam rangka menjaga mutu pendidikan dan pelayanan di kampus ini, Plh. Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, membuka kegiatan AMI yang diikuti oleh 48 Auditor. Dalam sambutannya, Prof. Umi menyatakan bahwa proses evaluasi AMI merupakan upaya untuk mencapai target IKU Rektor dalam mengantarkan UIN Maliki Malang menjadi kampus Islam terbaik, unggul, dan berprestasi internasional. Terima kasih disampaikan kepada para Auditor mutu internal yang telah menjalankan tugasnya dengan baik dalam proses audit pada 24-28 Juli 2023. Evaluasi AMI ini menjadi bagian penting dalam menjaga mutu akademik di UIN Maliki Malang, dan segala temuan akan dievaluasi untuk merumuskan rekomendasi yang akan dibahas kembali pada RTM 2023.
Dr. Helmi Syaifuddin menjelaskan bahwa kegiatan AMI ini merupakan rangkaian dari proses audit mutu internal yang telah dilakukan oleh tim auditor. 48 auditor berkumpul untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan standar mutu internal yang sudah dilaksanakan di berbagai aspek yang telah ditetapkan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih para auditor internal dalam melakukan proses kontrol terhadap mutu pendidikan di UIN Maliki Malang. Kegiatan AMI ini melibatkan para auditor internal dari tujuh fakultas di UIN Maliki Malang. Selama tiga hari, mulai dari Senin hingga Rabu (7-9/8/2023), mereka akan memaparkan hasil survei dari auditor dan auditee AMI siklus ke-16 tahun 2023, serta membahas tindak lanjut dari hasil survei yang telah dilakukan. Selain itu, kegiatan ini juga akan membahas identifikasi syarat untuk memperoleh akreditasi unggul pada masing-masing Program Studi di UIN Maliki Malang, terutama bagi Prodi yang belum memenuhi syarat berdasarkan hasil penemuan tim AMI. Proses evaluasi AMI ini menjadi nyawa perguruan tinggi, dan LP2M memiliki peran penting dalam menjaga mutu akademik di UIN Maliki Malang. Sinergi dari bawah hingga atas diperlukan untuk menjaga mutu ini dengan baik, karena akreditasi adalah bagian dari upaya menjaga mutu itu sendiri. Kegiatan AMI ini diharapkan akan menghasilkan sejumlah rumusan rekomendasi yang akan dibahas pada RTM 2023. "Kegiatan ini juga akan ditutup dengan pembagian sertifikat kepada para auditor internal yang telah berkontribusi dalam menjaga mutu akademik di lingkungan UIN Maliki Malang," pungkasnya.