HUMAS-Kelompok 169 kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang 2022 Desa Tanggung Kecamatan Turen, Kbupaten Malang memulai kegiatan pengabdian setelah melakukan pembukaan KKM di desa tersebut. Kelompok 169, Adhikariang, yang memiliki arti membawa misi memberikan dan mewujudkan program kerja kepada masyarakat melalui pengabdian melaksanakan pembukaan dan penyerahan KKM pada, Kamis (22/12) di Kantor Desa Tanggung.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tanggung, Bapak Duriyadi dan seluruh perangkat desa setempat beserta dengan Dosen Pembimbing Lapangan kelompok Adhikariang, Bapak Musleh Harry, SH., M. Hum. Kelompok yang beranggotakan 16 mahasiswa dari kelompok 169 (Adhikariang) dan 15 anggota dari kelompok 170 melaksanakan pembukaan KKM dengan khidmat.
Pembukaan acara KKM Desa Tanggung, Turen ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bukti kerja nyata mahasiswa UIN Malang melalui bentuk pengabdian di bidang sosial kemasyarakatan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pariwisata dan ekonomi. Selain itu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga memberikan kebebasan dalam inovasi program kerja dan tidak meninggalkan nilai dari “Ulul Albab”. Pelaksanaan KKM UIN Malang 2022 sebagai wujud pengabdian dan bentuk nyata dari implementasi ilmu yang didapatkan selama di lingkungan akademik dapat diterapkan dengan baik kepada masyarakat.
“Pesan saya, laksanakan KKM dengan baik dan maksimal, hormati masyarakat dan tetap menjaga tata krama, sebab kegiatan ini adalah proyeksi nyata implementasi ilmu-ilmu yang telah didapatkan di kampus agar bermanfaat bagi semua orang,” pesan Bapak Musleh, selaku dosen pembimbing lapangan KKM Desa Tanggung 2022. (Fer)
Kontributor: Kelompok 169 Mahasiswa KKM 2022 Editor: Ferika Sandra
HUMAS-Beri Imunisasi Anak-Anak SD dan Sederajat (BIAS) merupakan salah satu program dari Kementerian Kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas SDM melalui usaha kesehatan sekolah. Hal itu telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi sebagai salah satu upaya preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh harus dilaksanakan secara terus menerus, menyeluruh, dan dilaksanakan sesuai standar sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan dan memutus mata rantai penularan. SD Negeri 1 Ngebruk turut melaksanakan kegiatan BIAS dengan dibantu oleh Mahasiswa KKM UIN Malang pada, Rabu (21/12) pagi.
Kelompok KKM di Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumo terbagi atas dua kelompok, yakni kelompok 133 dan kelompok 134. Pemahaman terhadap pentingnya imunasasi pun turut serta dijelaskan kepada siswa/i SD/sederajat oleh kelompok KKM UIN Malang, yan terbagi menjadi beberapa grup kerja kegiatan BIAS.
Salah satu mahasiswi jurusan Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus anggota KKM, Mulqohibah Jamaliyah Nur Alifah, mengatakam bahwa keikutsertaan terhadap kegiatan BIAS dan pemberian penyuluhan singkat kepada siswa/i SD menjadi salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat. Adanya hal itu, perhatian terhadap kesehatan anak sejak dini telah mulai diterapkan di desa Ngebruk.
“Kegiatan Imunisasi ini adalah kegiatan yang bagus dan sangat bermanfaat untuk masyarakat sebagai langkah yang sangat tepat untuk lebih paham akan pentingnya imunisasi. Saya dan kawan-kawan KKM di Desa Ngebruk pun merasa sangat senang dapat turut serta dalam kegiatan BIAS ini,” tukasnya. (Fer)
HUMAS - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyalurkan mahasiswanya ke berbagai wilayah di Kabupaten Malang dalam program KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa). Tema pengabdian kali ini "Membangun Desa Berkelanjutan" dengan harapan mahasiswa bukan hanya sekedar teoretis namun juga praktik langsung di masyarakat.
Salah satu pengabdian KKM reguler tersebut, yakni kelompok 157 dengan total 15 mahasiswa yang berlokasi di Desa Tawangrejeni Turen. Program KKM tersebut resmi di buka pada Senin (19/12).
Bapak Riyanto selaku kepala desa pada Selasa (20/12), menyampaikan bahwa Tawangrejeni merupakan akronim dari "Tawang seng rejone ngijeni" atau dalam Bahasa Indonesia bermakna tawang yang ramai sekali.
Asal muasal penamaan tersebut karena dahulu terdapat pohon tawang yang sangat besar. Kemudian oleh masyarakat sekitar ditebang dan dijadikan sebagai tempat untuk berkumpul. Ramainya orang yang datang ke tempat tersebut melahirkan kata "Tawangrejeni".
Kepala Desa Tawangrejeni mengatakan bahwa mayoritas masyarakat di daerah tersebut bermatapencaharian sebagai petani. Masyarakat juga dinilai memiliki ilmu agama yang baik ditandai dengan 25 TPQ yang telah terdaftar. "Harapannya kalian (mahasiswa KKM) dapat berbagi ilmu dari kampus dan menularkan pada masyarakat," imbuhnya.
Rencananya kelompok KKM 157 Tawangrejeni mengadakan program mengajar TPQ, One Day one Juz , Bimbingan Belajar, serta ikut andil dalam kegiatan masyarakat baik di sektor keagamaan, perekonomian, maupun pendidikan yang berlangsung hingga 22 Januari 2023. (lfz/acg)
HUMAS-Memasuki hari kelima Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 145 ikut serta dalam gotong royong pembangunan rumah salah satu warga Dusun Simpar Desa Wringinanom, Jumat (23/12).
Dalam gotong royong tadi pagi dilakukan peletakan batu pertama dan pengecoran rumah milik Bapak H. Muchsin yang berada di tepi pekarangan sepanjang jalan menuju Dusun Simpar. Keikutsertaan kelompok 145 Mahasiswa KKM yang diwakili 5 mahasiswa disambut hangat oleh Supriyono dan warga lainnya. Tak hanya sambutan hangat, pujian terus mengalir ketika semangat kerja keras mahasiswa KKM hingga terlihat keringat yang bercucuran selama gotong royong.
"Jarang-jarang anak muda sekarang yang mau bantu gotong royong dan membaur bersama warga, sebagai bentuk pengabdian masyarakat." Ujar Supriyono
Lebih lanjut, Supriyono mengapresiasi mahasiswa yang bisa bersosialisasi dengan warga.
"Senang melihat mereka bisa membantu kami ngecor rumah ini, bangga kami pada mereka." Lanjut beliau dengan memuji
Gotong royong di Dusun Simpar hari ini ditutup dengan makan bersama warga di lokasi pembangunan. Rasa lelah terbayarkan ketika mereka bercengkrama satu sama lain sekaligus membangun rasa kekeluargaan mahasiswa KKM dengan warga Simpar Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo. (sf/sm)
Kepala Dusun Sedawun, Bapak Marsudi membuka kegiatan KKM UIN Maliki Malang 2022 dengan pemotongan pita. Beliau menjelaskan,
“Saya berharap keterbatasan yang ada di dusun ini tidak membatasi rangkaian program kerja yang telah disusun oleh mahasiswa KKM kelompok 215 ini. Pesan saya untuk selalu melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan karena masyarakat Dusun Sedawun antusias melakukan kegiatan-kegiatan positif.” jelasnya.
Ketua kelompok KKM 215, Yoka Ilham Purnama menambahkan
“Program-progam yang akan dilakukan di Dusun Sedawun semaksimal mungkin untuk menyesuaikan dengan kondisi dusun ini. Sehingga output yang diberikan akan lebih efektif dan berkelanjutan karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, kegiatan-kegitan yang akan dilakukan semaksimal mungkin untuk memanfaatkan sumber daya alam dusun setempat seperti hasil tani, dan sebagainya”.
Kelompok KKM 215 berharap dengan pemanfaatan sumber daya alam di dusun tersebut menjadi salah satu upaya untuk lebih meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dusun setempat. (as/sm)
Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) reguler kelompok 141-142 di desa Wonorejo, Poncokusumo.
HUMAS - Mahasiswa - mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 141-142 mendapat sambutan hangat dari warga saat pembukaan pengabdian yang digelar pada Kamis (22/12) di Kantor Desa Wonorejo, Poncokusumo.
Kegiatan ini berlangsung secara khidmat dan dihadiri oleh Kepala Desa Wonorejo, H. Sokeh beserta jajarannya serta dosen pembimbing lapangan.
Saat sesi sambutannya, kepala desa mengimbau kepada para mahasiswa untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam menjalankan seluruh rangkaian kegiatan KKM di Desa Wonorejo. "Banyak kegiatan masyarakat yang perlu dikembangkan, sehingga kedatangan mahasiswa kkm sangat membantu nantinya," imbuhnya.
Lebih lanjut, dosen pembimbing lapangan menegaskan kepada para mahasiswa untuk tetap menjaga sopan santun dan perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. "Jagalah perilaku kalian selama mengabdi, dan galilah ilmu sebanyak-banyaknya kepada para guru disini. Suatu yang diniatkan dengan baik, insya allah akan menghasilkan yang terbaik," pungkasnya. (drn/acg)
HUMAS-Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 145 dan 146 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang berlangsung di Balai Desa Wringinanom, Selasa (20/12).
Pembukaan KKM yang bertemakan "Membangun desa berkelanjutan", dihadiri oleh Kepala Desa, Bapak Muslimin beserta segenap perangkat desa lainnya. Kegiatan yang diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan Ketua Pelaksana maupun Kepala Desa Wringinanom.
Dalam sambutannya, Muslimin, selaku Kepala Desa Wringinanom, menyampaikan sekaligus berpesan kepada Mahasiswa KKM agar dapat bersosialisasi dengan warga sekitar dengan tetap menjaga nilai-nilai kesopanan. Ia juga berharap Warga mahasiswa KKM memberikan kontribusi positif, sehingga terjadi simbiosis mutualisme di Desa Wringinanom.
"Rekan-rekan disini bisa menyapa warga sini (Desa Wringinanom, red) dengan grapyak dan sopan. Kemudian rekan-rekan mahasiswa bisa berkontribusi sehingga saling menguntungkan diantara kita di desa ini." Ujar Kades Wringinanom tersebut sekaligus berpesan.
Acara pembukaan kelompok KKM tersebut resmi dibuka oleh Kepala Desa dengan penyerahan sekaligus pemasangan songkok kepada masing-masing ketua kelompok KKM.
Prosesi pembukaan berjalan lancar dengan dilanjutkan dengan doa penutup sebagai tanda berakhirnya acara pembukaan ini. Di akhir, seluruh mahasiswa KKM mengabadikan foto bersama dengan perangkat desa. (sf/sm)
Foto bersama kelompok 209 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang beserta perangkat Desa Purworejo
HUMAS - Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 209 & 210 di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang berlangsung Rabu (21/12) di Balai Desa Purworejo.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sıswaji selaku Kepala Desa Purworejo beserta jajarannya, Nur Hidayah Hanifah, M. Pd. dan Benny Afwatdzi, M. Hum., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 209 & 210, serta warga desa setempat. Kedatangan mahasiswa ini disambut hangat dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif kepada Desa Purworejo.
Kepala Desa Purworejo, Siswaji meresmikan kedatangan mahasiswa KKM UIN Malang dengan pemotongan pita. “Sebagai desa penghasil bawang merah terbaik di Kabupaten Malang diharapkan nantinya mahasiswa KKM UIN Maliki Malang bisa mengembangkan banyak hal di desa ini, sehingga program-program yang akan dilaksanakan nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.” ucapnya dalam sambutan.
Potret Kepala Desa Purworejo saat meresmikan kegiatan KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
DPL Benny Afwatdzi, M. Hum., juga berpesan kepada mahasiswa terkait untuk terus menyiarkan nilai-nilai Islam dengan bekal latar belakang Ulul Albab. Sehingga mahasiswa diwajibkan untuk menghidupkan Masjid dengan tadarus one day one juz, sholat berjamaah, serta mengikuti segala kegiatan yang ada di masjid. Harapannya juga dapat membangkitkan semangat pemuda dan warga sekitar untuk mensyiarkan agama Islam.
Desa Purworejo merupakan desa dengan penghasil bawang terbaik di Kabupaten Malang. Desa ini terdiri dari empat dusun diantaranya Dusun Pakan, Dusun Binangsri, Dusun Jeruk, dan Dusun Tokol, dengan luas desa sekitar 300 hektar lebih dan dengan total penduduk 4240 jiwa. Mahasiswa KKM diharapkan untuk mengabdi di empat dusun tersebut dengan pembagian kelompok 209 di Dusun Pakan dan Binangsri, sedangkan kelompok 210 mengabdi di Dusun Jeruk dan Tokol. (pfa/acg)
Pewarta : Putri Faradila Editor : Adam Chesar Gunawan
HUMAS-Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 187 & 188 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang berlangsung siang ini di Balai Desa Palaan, Rabu (21/12).
Pembukaan KKM di kampung Nanas ini dihadiri oleh Kepala Desa, Bapak Subronto beserta segenap jajarannya, dan juga dosen pembimbing lapangan, Ibu Halimatus Sa’diyah, M.Pd. Warga desa menyambut hangat kedatangan mahasiswa dari UIN Maliki Malang dan berharap bahwa mahasiswa KKM nantinya juga dapat memberikan kontribusi positif kedepannya.
Acara pembukaan kelompok KKM 187 & 188 dibuka secara resmi oleh Kepala Desa dengan pemotongan nasi tumpeng. Kuliah Kerja Mahasiswa tak akan berjalan lancar jika pihak desa kurang dalam merespons mahasiswa, seperti yang dikatakan Dewa, ketua KKM 187.
"Kerjasama antar semua pihak dalam hal ini sangat kami harapkan, sehingga program-program kami nanti dapat berjalan dengan baik dan maksimal karena kami tak akan pernah berarti tanpa peran serta bapak ibu perangkat desa dan masyarakat sekalian" jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan mahasiswa KKM oleh Ibu Halimatus Sa'diyah, M.Pd kepada perangkat desa dengan harapan mahasiswanya dapat dibimbing sehingga tema "Membangun Desa Berkelanjutan" dapat terlaksana dengan baik. (as/sm)