HUMAS–Semarakkan peringatan hari bahasa Arab sedunia, Pascasarjana UIN Malang gelar konferensi internasional di bawah naungan tiga program studi Bahasa Arab, yaitu Doktor Pendidikan Bahasa Arab, Magister Bahasa dan Sastra Arab, dan Magister Pendidikan Bahasa Arab. Konferensi ini merupakan akronim dari “MAYADA” yang gabungan dari kalimat “Al-Multaqa al-‘Ilmi al-‘alami li al-Dirasat al-‘Arabiyah”.Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari pada, Rabu-Kamis (14-15/12) secara virtual melalui zoom dan channel youtube Mayada UIN Malang.
Konferensi perdana ini mengusung tema “Bahasa Arab: Tantangan dan Masa Depannya”. Sebanyak 412 peserta dan 80 presenter dari 22 negara turut berpartasipasi dalam konferensi ini. Hadir diantaranya dari Brunei Darussalam, Yaman, Sudan, Malaysia, Oman, Nigeria, Mesir, Senegala, Iraq, Arab Saudi, Maroko, Serbia, Libanon, Yordania, Tunisia, Algeria, Pakistan, Kenya, Libya, Mauritania, Kamerun dan Turki.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Direktur Pascasarjana UIN Malang, Drs. Basri, M.A., Ph.D., yang dilanjutkan dengan sesi utama di hari pertama. Pemutaran video profil UIN Maualana Malik Ibrahim Malang menjadi pembuka dalam kegiatan ini. Ketua panitia, Indra Kurniawan, mahasiswa Doktor Pendidikan Bahasa Arab menyampaikan berbagai poin penting terkait tujuan acara dan harapan kedepannya dilaksanakan konferensi ilmiah internasional tersebut.
“Terdapat tiga poin penting yang mengisyaratkan antusiasme peserta dan presenter kegiatan ini, yaitu: pertama, tema yang diusung sangat menarik, relevan dan kontekstual. Kedua, hal ini menjadi menjadi isyarat bahwa bahasa Arab tetap eksis dan senantiasa memberi kontribusi besar dalam diskursus internasional serta bangunan peradaban umat manusia. Ketiga, semangat serta upaya yang sungguh dari panitia, dalam hal ini para mahasiswa Pascasarjana, yang dibimbing dan dan secara terus menerus disupervisi oleh ketua dan sekretaris prodi demi sukses dan semaraknya acara ini” jelasnya.
Selanjutnya penyampaian materi dari para narasumber yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dipandu langsung oleh Sekretaris Prodi Magister Bahasa dan Sastra Arab, Dr. Laily Fitriani, M.Pd., meliputi narasumber dengan materi sebagai berikut:
Ketua Prodi MBSA Pascasarjana UIN Malang, Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag., tentang Mustaqbal al-Dirasat al-Lughawiyah wa al-Adabiyah fi al-Jami’at al-Indunisia.
Prof. Dr. Mauhammad Majid Ad-Dakhil dari Al-Balqa Applied University, Yordania, Krisis Kritik Arab Kontemporer.
Prof. Dr. Faisol Mahmud Adam Ibrahim dari Universitas Al-Qur’an Al-Karim dan Ilmu-Ilmu Islam, Sudan, tentang Bahasa Arab Menjadi Media Pengembangan Budaya Keislaman. Pada penjelasannya, beliau menyampaikan bahwasannya bahasa dan budaya tentu saling berkaitan.
Sesi kedua dipandu oleh Sekretaris Prodi Magister Pendidikan Bahasa Arab, Dr. H. R. Taufiqurrohman, M.Pd., dengan narasumber dan materi sebagai berikut:
Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, M.A (dosen UIN Malang), tentang Tantangan Pengajaran Bahasa Arab di Era Digital.
Dr. Ibrahim Manshur dari Aljazeera Media Institute, Qatar, tentang Peran Jazirah dalam Menyebarkan Bahasa.
Dr. Nahlah Ibrahim Eljack Ibrahim dari Universitas Minnesota, Amerika, tentang menulis Bahasa Arab di Jejaring Sosial Antara Dialek Sehari-hari dan Bahasa Asing.
Suasana diskusi berlangsung aktif pada sesi diskusi melalui tujuh room paralel membahas isu-isu bahasa Arab di tengah-tengah perkembangan teknologi informasi. Harapannya, konferensi dapat berlangsung setiap tahunnya dan bisa melakukan kolaborasi penelitian di bidang akademik.Kegiatan MAYADA berlangsung sangat lancar dan khidmat menjadi nilai plus atas terselenggaranya kegiatan internasional yang kerap dilaksanakan UIN Malang di tahun 2022 ini. (Fir/Iwa/Fer)
HUMAS–Wujudkan universitas unggul bereputasi internasional,UIN Maulana Malik Ibrahim Malang gelar Penguatan Implementasi Manejemen Resiko, di gedung Ir. Soekarno tepatnya Rektorat lantai lima, Rabu (21/12). Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas, Kepala Program Studi, Sekretaris Program Studi dan Dosen dari program Sarjana juga Pascasarjana UIN Malang.
Diselenggarakannya kegiatan ini sebagai bentuk mewujudkan bisnis perguruan tinggi, yakni mencetak mahasiswa bersendikan Islam, sesuai dengan identitas kampus UIN Malang sekaligus mendorong setiap program studi terakreditasi unggul. Hal tersebut juga sejalan dengan yang disebutkan Mariana Puspadewi, narasumber dalam acara.
Dijelaskan lebih lanjut terkait manajemen resiko, mulai dari perencanaan, penerapan, peningkatan dan pengambilan keputusan sehingga hasilkan output yang berkualitas dan kompeten.“Memahamkan tujuan dari manajemen resiko adalah bentuk realistis sebagai salah satu cara wujudkan pertahanan organisasi sehingga mampu menghasilkan mutu lembaga pendidikan yang komprehensif,” jelasnya.
Acara tersebut mendapatkan antusias tinggi dari seluruh audiens yang hadir untuk menyimak dan memahami secara prinsip manajemen resiko. Sekaligus menerapkan kerangka manajemen resiko sesuai potensi guna tingkatkan good governance dan ciptakan perubahan seiring dengan internal dan eksternal organsasi. Menariknya, kegiatan ini juga kupas tuntas tentang internalisasi capaian perubahan dalam manajemen risiko melalui penanaman sadar adanya resiko.
Sesuai dengan konteks prinsipnya, capaian manajemen risiko mengarah pada opportunity (peluang) apabila sistem terkelola dengan baik, mampu membawa kemajuan, dan struktur yang ada mampu mudahkan efektifitas lembaga. Kontradiksi dari itu perlu disadari adanya ancaman apabila tata kelola anggaran, administrasi, dan unit hanya sebagai bentuk formalitas. “Wujudkan internalisasi ini dapat dimulai dari hal terkecil yakni dari diri sendiri,” imbuh Mariana. (Wid/Fer)
HUMAS UIN MALANG-Di penghujung tahun 2022 ini, Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan Penguatan Implementasi Manajemen Risiko dalam rangka pencapaian kampus unggul dan bereputasi internasional. Kegiatan yang diketuai oleh Muhammad In’am Esha, Kepala SPI, dijadwalkan akan berlangsung selama satu hari penuh, Rabu (21/12).
Mengawali sambutannya, In’am sapaan akrab Muhammad In’am Esha memaparkan bahwa kegiatan manajemen risiko (MR) ini dilaksanakan dipenghujung tahun menunjukkan urgensitasnya. Hal ini tidak lain karena tahun 2023, MR harus menjadi paradigma mainstream dalam pengelolaan pendidikan termasuk UIN Maliki Malang yang mendapatkan mandat dari Kemenag. “Dalam Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP) dan juga Maturity Rating BLU, dalam pengelolaan kampus harus menerapkan manajemen risiko,” paparnya. MR ini, kata dia, tidak boleh hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif saja akan tetapi harus bisa menjadi budaya yang menginternal di dalam pengelolaan pendidikan di perguruan tinggi atau lembaga lainnya. “Oleh karena itu, Rektor meminta agar kegiatan MR ini bisa dilaksanakan di akhir tahun ini, dan Januari 2023 MR ini harus diterapkan,” tegasnya.
Kegiatan yang bertema “Penguatan Implementasi Manajemen Risiko dalam Rangka Pencapaian Unggul Bereputasi Internasional: Refreshment, Awarness, and Commitment” diikuti oleh pemangku kepentingan internal di semua level mulai dari kepala biro, para dekan, ketua lembaga, kepala pusat/unit, para kepala program studi, dan para ketua bagian, koordinator bidang, juga dihadiri oleh beberapa lembaga luar seperti beberapa perguruan tinggi swasta di Jawa Timur seperti Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Raden Rahmad (Unira), STAI Ma’had Ali al-Hikam, Kota Malang, STIE Riyadul Jannah, Pacet Mojokerto, STAI NU Karangploso, Yayasan Pendidikan Shirothul Fuqaha Kabupaten Malang, STAI al-Yasini Pasuruan, STAI Ibnu Sina Kab. Malang, dan juga dari KAP Tanaka Surabaya. “Sengaja kita mengundang beberapa lembaga luar agar kegiatan ini juga bermanfaat bagi mereka. Paradigma MR dalam pengelolaan harus menjadi perhatian kita semua.” Demikian kata Kepala SPI. Kegiatan ini diharapkan akhirnya bisa menjadi upaya peningkatan pencapaian tujuan besar kampus dalam melaksanakan core business UIN Maliki Malang yaitu memberikan layanan terbaik di bidang akademik. “Untuk itu, para pemangku jabatan di undang karena mereka menjadi pilar utama sekaligus ujung tombak layanan dalam penerapan MR ini,” terangnya. Hal senada juga disampikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dalam sambutannya. Beliau kembali menguatkan bahwa semua perguruan tinggi pasti memiliki risiko yang keberadaanya harus di analisis, dinilai, dan dikendalikan serta dipantau perkembangan penanganannya. Hal ini penting disampaikan, pasalnya MR menjadi salah satu pilar penting dalam menuju kampus unggul dan bereputasi internasional. Pentingnya membangun kesadaran dan komitmen dari masing-masing pimpinan bahwa di setiap proses yang dilakukan pasti ada risikonya. “Untuk itu, risiko itu perlu dikenali dan dianalisis hingga ditemukan pola penyelesainnya dengan tepat,” ajaknya. Masih kata Wakil Rektor Bidang Akademik, MR ini sebenarnya sudah ada dalam SMM ISO 9001: 2015, yang di dalamnya ada analisis risiko. Akan tetap, perlu di-refresh untuk penyamaan persepsi dan memompa kembali semangat agar kita semua memiliki kesadaran penuh dan membangun komitmen bagi seluruh pemangku jabatan di semua level manajemen. “Manajemen risiko menjadi salah satu pilar penting untuk munuju kampus unggul bereputasi internasional,” tegasnya. Untuk itu, tambah dia, penting untuk disampikan bahwa membangun kesadaran dan komitmen dari masing-masing pimpinan memiliki kesadaran bahwa semua proses yang dilakukan pasti ada resikonya. “Untuk itu penting bagi kita semuanya khususnya para pimpinan untuk memahami manajemen resiko ini,” ajaknya. Sehingga, tambah prof. Umi, untuk menuju kampus unggul bereputasi internasional pasti ada gangguan dan tantangannya, sehingga hal ini perlu diminimalisir agar target menuju unggul bereputasi internasional bisa dicapai. “Dengan memohon ridha Allah SWT semoga kegiatan MR ini bisa berjalan lancar dan sukses. Mari kita buka kegiatan ini dengan membaca basmalah bersama,” tutupnya.
Potret foto bersama anggota kelompok KKM & perangkat Desa Langlang, Singosari
HUMAS - Kuliah Kerja Mahasiwa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2022 di Desa Langlang, Kecamatan Singosari resmi dimulai. Acara pembukaanini dihadiri oleh Bapak Yulianto selaku Kepala Desa Langlang, Muhammad Farih Lc., M.Pd.I dan Samsuddi,M.Hum selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Selasa (20/12).
Acara pembukaan KKM, dimulai dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM-Reguler kelompok 65 Muhammad Riyan Ahsani. Ia turut sampaikan harapan dari program pengabdian masyarakat ini kedepannya. "Semoga pengabdian ini dapat diterima dengan baik dan dapat bersinergi dengan pemerintah desa serta masyarakat Desa Langlang dalam membangun dan memajukan masyarakat, melalui program-program kerja yang telah dirancang kami,” tuturnya.
Samsuddi,M.Hum. selaku DPL menginginkan dengan adanya mahasiswa KKM ini dapat menjadi pembelajaran serta pengalaman bagi mahasiswa di lingkungan masyarakat. Selain itu, nantinya diharapkan dari program-program kerja yang sudah dirancang oleh mahasiswa dapat berdampak baik dan berkelanjutan bagi Desa Langlang.
Potret foto bersama anggota kelompok KKM & perangkat Desa Langlang, Singosari
Kepala Desa Langlang secara simbolis menerima kedatangan tim KKM ini melalui pemotongan nasi tumpeng oleh Muhammad Farih Lc., M.Pd.I selaku DPL. Dalam sambutannya, Bapak Yulianto selaku Kepala Desa menyambut baik KKM UIN Maulana Malaik Ibrahim Malang ini, setelah sebelumnya beberapa tahun tidak ada mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat di lingkungan tersebut.
Tema “Membangun Desa Berkelanjutan” sesuai arahan LP2M UIN Maliki Malang, juga disusung dalam pelaksanaan kegiatan KKM di Desa Langlang, Singosari. Hal ini juga menjadi suntikan semangat mahasiswa untuk membangun masyarakat Desa lebih maju lagi, tentunya dengan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. (ffj/acg)
HUMAS UIN MALANG-Lagi, Prof .Dr Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si Kembali di undang menjadi pembicara utama dalam kegiatan Webinar Penulisan Artikel Jurnal Bereputasi Kajian Keislaman yang digelar oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung secara daring, Rabu, (14/12). Kegiatan yang diikuti oleh civitas akademika Pascasarjana baik dari unsur Dosen dan Mahasiswa S2 dan S3, sejumlah 133 peserta ini berlangsung selama tiga jam. Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Ahmad Ridwan, MA menyambut hangat kegiatan penting yang dinilai akan menunjang akreditasi dan meningkatkan mutu penulisan jurnal bagi sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati. “Selain itu publikasi juga akan sangat penting yang nantinya akan menjadi penilaian yang utama dalam penilaian Akreditasi Prodi, Akreditasi Universitas dan Pemeringkatan Internasional (World University Rangking),” paparnya. Sementara itu, Prof .Dr Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, dalam paparan materinya menekankan pentingnya para dosen dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitian berupa artikel di jurnal bereputasi. Sebagai dosen wajib publikasi, selain karena tuntukan profesinya, yaitu adanya kewajiban khusus sebagai Lektor, Lektor Kepala dan Guru Besar agar tunjangan sertifikasi dosennya bisa dicairkan, maka ada kewajiban untuk publikasi. “Selain itu dengan banyak nya artikel yang di publikasikan akan banyak di baca orang lain, bahkan menginspirasi serta akan disitasi atau dikutip. Untuk itu perlu adanya kemampuan dan ketrampilan teknis menulis yang baik, yang harus dimiliki, agar artikel tersebut layak untuk di publikasikan,” jelasnya. Masih menurut Prof Sani, agar artikel nya layak untuk di terima dan dipublikasikan maka ada hal yang penting harus diketahui para dosen dan mahasiswa, setidaknya dalam menulis artikel perlu di pelajari template serta gaya selingkungnya, termasuk scoupe jurnalnya. Juga menggunakan aplikasi seperti zootero atau mendeley atau lainnya, untuk menuliskan referensi atau daftar pustaka. “Refernsi hendaknya sekitar 75% nya harus dikutip dari jurnal bereputasi, serta 20% terbitan terbaru,” saran Prof. Sani. Selain itu, tambah dia, perlu juga memahami karakteristik jurnal, apakah berkatagori jurnal discountnued, jurnal predator, maupun jurnal hijecked. Karakteristik jurnal berkategori seperti itu diantaranya adalah jumlah terbitannya setiap tahun semakin banyak, proses review yang diragukan dan publis cepat 1-2 bulan, serta berbayar mahal. Untuk mengetahui jurnal yang bereputasi maka bisa di lihat di Scimago journal, atau di author scopus. “Semoga para dosen dapat mempublikasikan artikelnya di jurnal yang benar-benar bereputasi, sehingga pengurusan kepangkatan ke Lektor Kepala dan Guru Besar berjalan lancar,” harap Prof Sani. (san22/*)
HUMAS-Fakultas Psikologi lakukan pembinaan moderasi beragama dan anti narkoba bersama dengan unit - unit yang berada di Fakultas Psikologi UIN Malang, Selasa (8/11). Tujuannya ialah untuk mengiplementasikan nilai - nilai agama dan menjauhi narkoba. Acara diawali dengan penyampaian materi anti narkoba oleh Ketua BNN Kota Batu, Dr. Hj Agus Surya Dewi M.Pd. Beliau menyampaikan secara rinci tentang narkoba, mulai dari awal mula bagaimana seseorang mulai menggunakan narkoba hingga dampak berbahaya dari penggunaan sekaligus jenis-jenis narkoba. Tak luput juga cara pencegahan untuk menghindari narkoba dan cara memulihkan pengguna narkoba juga dipaparkan secara jelas dan komunikatif.
Rangkaian acara selanjutnya ialah penyampaian moderasi beragama oleh Kepala Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosbud UIN Malang, Mokhamad Yahya MA Ph.D. Beliau menyampaikan tentang bagaimana seluk beluk beragama yang baik agar tidak terjerumus dengan radikalisme dan dilanjutkan diskusi tanya jawab dengan peserta, kemudian ditutup dengan penyerahan doorprize kepada penanya terbaik.
Diselenggarakannya acara ini, diharapkan generasi muda dan seluruh lapisan sivitas akademik UIN Malang bisa mengimplementasikan nilai – nilai beragama dan menghindari narkoba pada kehidupan mahasiswa dan masyarakat. (Kh/Aam/Fer)
HUMAS–Tak kalah spektakuler Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Angkatan 2020 tunjukkan eksistensinya dengan gelar agenda tahunan Masrohiyyah (Drama Arena) setelah pekan sebelumya agenda Masrohiyyah ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Angkatan 2019 sebagai pemenuhan tugas mata kuliah bertempat di Lapangan Utama UIN Malang, Jum`at (16/12). Eksekutif Produser dalam kegiatan masrohiyyah, Ilham Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan Masrohiyyah kali ini mengusung tema باردة الحرارة (Adem Panas) terlihat dari penampilan yang bernuansa budaya Indonesia.
“Drama yang bernuansakan budaya Jawa sesuai dengan makna tema yang diangkat, adem bermakna kehidupan keluarga ningrat yang berusaha terlihat baik-baik saja di depan masyarakat dan panas bermakna kehidupan keluarga sesungguhnya yang penuh dengan konflik, dipilih sebagai tema yang kami anggap menarik untuk dipentaskan,” jelasnya.
Agenda ini turut mengundang Kaprodi dan Sekprodi PBA, seluruh dosen PBA, dan mahasiswa UIN Malang. Kegiatan masrohiyyah diadakan sebagai pemenuhan mata kuliah wajib mahasiswa Program Studi PBA semester lima. Sebagai perwakilan dari mahasiswa penyelenggara, salah satu penulis naskah masrohiyyah, Madja Qudsi mengungkapkan keharuan dan antusiasnya.
“Masrohiyyah sebagai alat pengembang pendidikan terlebih dalam bidang sastra Arab melalui pendalaman naskah drama masrohiyyah. Lebih dari itu masrohiyyah merupakan wadah pemersatu talenta mahasiswa PBA 2020 sehingga menjadi bentuk kolaborasi yang luar biasa,” ujarnya.
Kemeriahan acara menjadi tolok ukur kesuksesan pagelaran yang dilihat dari antusias mahaiswa yang tinggi. Kegiatan, diawali dengan pembukaan, pementasan tiga babak dengan kreasi pertunjukan daerah hingga konser. Sesuai tema acara, rangkaian pentas dramabernuansakan budaya Jawa yang dikolaborasikan dengan bahasa Arab sebagai bentuk eksistesi bahasa Arab dalam implementasi maharoh kalam (kemampuan berbicara) melaui bentuk kisah drama yang dikemas menarik dalam sebuah penampilan. Dengan diselenggarakannya kegiatan masrohiyyah, dapat mengasah softskill serta hardskill mahasiswa PBA 2020. Serta mampu menjadi alat perekat silaturahmi antar mahasiswa dalam satu angkatan. (Iwa/Fer)
HUMAS–Tak henti berinovasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2019 (El-Jaudaa) tingkatkan eksistensi semarakkan Hari Bahasa Arab Sedunia dengan gelar EXPO Virtual kelima tahun 2022. Setelah pekan sebelumya El-Jaudaa sukses gelar agenda Tahunan Masrohiyyah, expo ke 5 kali ini bertajuk تثبيت الجودة اللّغوية بمعرض التحف العربيةMemantapkan kualitas kebahasaan dengan Expo Bahasa Arab, bertempat di ruang kelas gedung A, Sabtu (17/12).
Kegiatan ini mampu mengundang minat partisipan luas dari pengajar Bahasa Arab juga calon pengajar Bahasa Arab, terlihat dari anttusias tamu undangan yang hadir baik dari Kepala Jurusan dan Sekretris Jurusan Program Studi Bahasa Arab, dosen pengampu mata kuliah peminatan, dosen pengajar Program Studi Bahasa Arab hingga guru-guru pengajar Bahasa Arab se-Indonesia. Dibuka dengan sambutan dan berlanjut dengan agenda expo yang berupa penampilan dengan menunjukkan produk dari masing-masing peminatan.
EXPO Virtual kelima tahun 2022 merupakan ajang sekaligus wadah bagi El-Jaudaa guna tunjukkan kemampuan dan kesiapan menjadi pendidik Bahasa Arab. Sesuai dengan mata kuliah peminatan PBA, Expo Virtual kali ini mengusung empat cabang yaitu Pengembangan Media Bahasa Arab, BIPA (Spesialisasi Penutur Arab), Bahasa Arab untuk Anak-Anak, dan Bahasa Arab untuk jurnalistik.
Kegiatan EXPO Virtual merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan guna mempromosikan output pembelajaran mahasiswa PBA UIN Malang, seperti yang dijelaskan oleh ketua pelaksana Expo Virtual ini dalam wawancaranya kepada sahabat kampus.
"Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwasannya lulusan UIN Malang khususnya mahasiswa PBA telah siap mengajar dengan materi juga media pembelajaran yang menarik, aplikatif, dan menyenangkan, sekaligus menghilangkan stigma bahwasannya bahasa Arab itu susah dan sulit. Kita ingin menenjukkan pembelajaran bahasa Arab dapat menyenangkan,” jelas ketua pelaksana Expo Virtual ke-5, Alvian Izzul Fikri.
Lebih dari itu, Expo Virtual menjadi sumber pembelajaran bahasa Arab yang dikemas variatif terlihat dari penampilan dalam pemaparan sumber dan media yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. (Iwa/Fer)
HUMAS–Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Angkatan 2019 (El-Jaudaa) sukses gelar EXPO virtual kelima sebagai output mata kuliah peminatan yang dilaksanakan di semester tujuh. Diketahui terdapat empat jenis peminatan yang dipasarkan dalam Program Pendidikan Bahasa Arab (PBA) semester tujuh yaitu Pengembangan Media Bahasa Arab, BIPA (Spesialis Penutur Arab), Bahasa Arab untuk Anak-anak dan Bahasa Arab untuk Jurnalistik. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas gedung A lantai UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu (17/12).
Sesuai dengan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut yakni تثبيت الجودة اللّغوية بمعرض التحف العربية, Memantapkan Kualitas Kebahasaan dengan Expo Bahasa Arab, El-Jaudaa tunjukkan eksistensi melalui hasil pengembangan produk sumber belajar Bahasa Arab sesuai kelas peminatan yang dipilihnya.
Tehitung sebagai agenda tahunan kelima semenjak dilaksanakannya EXPO tahun 2016 secara luring, tahun ini EXPO dari angkatan 2019 yang dilakasanakan secara virtual atau daring. EXPO Virtual Desain Produk Pembelajaran El-Jaudaa lebih aplikatif, sehingga mendapatkan apresiasi baik dari dosen-dosen prodi.
"Ternyata model virtual seperti ini dapat langsung dipraktikkan oleh peserta EXPO, lebih efesien, dan sangat efektif, bahkan ketika virtual juga sudah ada recording", jelas Dosen Peminatan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Bapak Ahmad Makki.
Terselenggarakannya EXPO sumber belajar Bahasa Arab yang dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, mampu menyediakan pilihan yang beragam dengan referensi sumber belajar untuk guru yang tidak monoton dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran Bahasa Arab. Hal ini juga ditegaskan oleh Bapak Ahmad Makki.
“Dikembangkannya sumber belajar oleh mahasiswa PBA Angkatan 2019 (El-Jaudaa) membuktikan bahwa sebagai calon pengajar mahasiswa teah siap menjadi pengajar yang profesional sehingga kedepannya benar-benar mampu dengan komptensi bahasa arabnya secara skils sekaligus mampu mentranformasikan melalui sumber belajar yang telah dikembangkan" tegasnya. (Iwa/Fer)