HUMAS UIN MALANG-Di penghujung tahun 2022 ini, Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan Penguatan Implementasi Manajemen Risiko dalam rangka pencapaian kampus unggul dan bereputasi internasional. Kegiatan yang diketuai oleh Muhammad In’am Esha, Kepala SPI, dijadwalkan akan berlangsung selama satu hari penuh, Rabu (21/12).
Mengawali sambutannya, In’am sapaan akrab Muhammad In’am Esha memaparkan bahwa kegiatan manajemen risiko (MR) ini dilaksanakan dipenghujung tahun menunjukkan urgensitasnya. Hal ini tidak lain karena tahun 2023, MR harus menjadi paradigma mainstream dalam pengelolaan pendidikan termasuk UIN Maliki Malang yang mendapatkan mandat dari Kemenag. “Dalam Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP) dan juga Maturity Rating BLU, dalam pengelolaan kampus harus menerapkan manajemen risiko,” paparnya.
MR ini, kata dia, tidak boleh hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif saja akan tetapi harus bisa menjadi budaya yang menginternal di dalam pengelolaan pendidikan di perguruan tinggi atau lembaga lainnya. “Oleh karena itu, Rektor meminta agar kegiatan MR ini bisa dilaksanakan di akhir tahun ini, dan Januari 2023 MR ini harus diterapkan,” tegasnya.
Kegiatan yang bertema “Penguatan Implementasi Manajemen Risiko dalam Rangka Pencapaian Unggul Bereputasi Internasional: Refreshment, Awarness, and Commitment” diikuti oleh pemangku kepentingan internal di semua level mulai dari kepala biro, para dekan, ketua lembaga, kepala pusat/unit, para kepala program studi, dan para ketua bagian, koordinator bidang, juga dihadiri oleh beberapa lembaga luar seperti beberapa perguruan tinggi swasta di Jawa Timur seperti Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Raden Rahmad (Unira), STAI Ma’had Ali al-Hikam, Kota Malang, STIE Riyadul Jannah, Pacet Mojokerto, STAI NU Karangploso, Yayasan Pendidikan Shirothul Fuqaha Kabupaten Malang, STAI al-Yasini Pasuruan, STAI Ibnu Sina Kab. Malang, dan juga dari KAP Tanaka Surabaya. “Sengaja kita mengundang beberapa lembaga luar agar kegiatan ini juga bermanfaat bagi mereka. Paradigma MR dalam pengelolaan harus menjadi perhatian kita semua.” Demikian kata Kepala SPI.
Kegiatan ini diharapkan akhirnya bisa menjadi upaya peningkatan pencapaian tujuan besar kampus dalam melaksanakan core business UIN Maliki Malang yaitu memberikan layanan terbaik di bidang akademik. “Untuk itu, para pemangku jabatan di undang karena mereka menjadi pilar utama sekaligus ujung tombak layanan dalam penerapan MR ini,” terangnya.
Hal senada juga disampikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dalam sambutannya. Beliau kembali menguatkan bahwa semua perguruan tinggi pasti memiliki risiko yang keberadaanya harus di analisis, dinilai, dan dikendalikan serta dipantau perkembangan penanganannya.
Hal ini penting disampaikan, pasalnya MR menjadi salah satu pilar penting dalam menuju kampus unggul dan bereputasi internasional. Pentingnya membangun kesadaran dan komitmen dari masing-masing pimpinan bahwa di setiap proses yang dilakukan pasti ada risikonya. “Untuk itu, risiko itu perlu dikenali dan dianalisis hingga ditemukan pola penyelesainnya dengan tepat,” ajaknya.
Masih kata Wakil Rektor Bidang Akademik, MR ini sebenarnya sudah ada dalam SMM ISO 9001: 2015, yang di dalamnya ada analisis risiko. Akan tetap, perlu di-refresh untuk penyamaan persepsi dan memompa kembali semangat agar kita semua memiliki kesadaran penuh dan membangun komitmen bagi seluruh pemangku jabatan di semua level manajemen. “Manajemen risiko menjadi salah satu pilar penting untuk munuju kampus unggul bereputasi internasional,” tegasnya.
Untuk itu, tambah dia, penting untuk disampikan bahwa membangun kesadaran dan komitmen dari masing-masing pimpinan memiliki kesadaran bahwa semua proses yang dilakukan pasti ada resikonya. “Untuk itu penting bagi kita semuanya khususnya para pimpinan untuk memahami manajemen resiko ini,” ajaknya.
Sehingga, tambah prof. Umi, untuk menuju kampus unggul bereputasi internasional pasti ada gangguan dan tantangannya, sehingga hal ini perlu diminimalisir agar target menuju unggul bereputasi internasional bisa dicapai. “Dengan memohon ridha Allah SWT semoga kegiatan MR ini bisa berjalan lancar dan sukses. Mari kita buka kegiatan ini dengan membaca basmalah bersama,” tutupnya.



