Daftar Penulis: Abadi Wijaya


UIN Malang Hadirkan Syekh Muhammad Salim Abu ‘Ashi Al-Azhari dalam Seminar Bahasa Arab dan Lingkungan
Kamis, 25 September 2025 . in Berita . 305 views
10017_foto-bersama.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar ilmiah bertema “Bahasa Arab, Gerbang untuk Memahami Lingkungan dan Pengembangan Berkelanjutan” di Home Theater lantai 3 Fakultas Humaniora pada Rabu, 24 September 2025. Seminar ini menghadirkan Syekh Prof. Dr. Muhammad Salim Abu ‘Ashi Al-Azhari, profesor tafsir dari Universitas Al-Azhar Mesir, dan diikuti sekitar 200 peserta secara langsung serta lebih dari 5.000 mahasiswa melalui siaran langsung YouTube.

Dalam pemaparannya Syekh Prof. Dr. Muhammad Salim Abu ‘Ashi menekankan pentingnya Bahasa Arab dan Hadis Nabi sebagai dua alat utama dalam memahami Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa hubungan antara Al-Qur’an dan alam telah disinggung dalam wahyu pertama Surah Al-‘Alaq. “Makna lafal-lafal Al-Qur’an tidak boleh diubah dari arti sebenarnya menjadi arti kiasan, kecuali jika ada petunjuk kuat yang membolehkan atau mengharuskannya,” ujarnya.

10016_syeikh.jpg

Syekh Prof. Dr. Muhammad Salim Abu ‘Ashi juga menekankan bahwa pemahaman Al-Qur’an yang mendalam dapat mengantarkan pada kepedulian lingkungan dan pengembangan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa Bahasa Arab menjadi gerbang untuk memahami konsep-konsep kunci yang terkandung dalam Al-Qur’an sehingga mahasiswa perlu menguasai kosakata tematik yang relevan dengan isu-isu global.

Setelah seminar, para profesor memandu sesi pengayaan di kelas untuk mendalami kosakata baru yang diperoleh mahasiswa selama kegiatan. Universitas berharap kegiatan ini akan memperluas wawasan mahasiswa mengenai hubungan antara Bahasa Arab dan isu-isu global sekaligus meningkatkan keterampilan berbahasa mereka melalui penggunaan kosakata kontemporer yang relevan dengan perkembangan zaman.

 

Reporter: Nafiska Sayekti Ariyani

Lebih Lanjut »
Yudisium IV FITK UIN Malang Kukuhkan 584 Lulusan, Sejumlah Mahasiswa Raih Penghargaan
Kamis, 25 September 2025 . in Berita . 257 views
10011_yudis1.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Yudisium IV pada Rabu Rabu, 24 September 2025 di Gedung Rektorat lantai 5, diikuti 584 mahasiswa program S1 dan S2. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 572 mahasiswa strata satu dari delapan program studi dan 12 mahasiswa strata dua.

10012_yudis2.jpeg

Dalam sambutannya, Dekan FITK, Dr. Muhammad Walid, M.A., menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan permulaan kehidupan yang sesungguhnya. “Capaian yang telah diperoleh hari ini harus disyukuri. Tidak semua orang mampu dan berkesempatan meraih gelar sarjana maupun magister. Maka, setelah ini perjalanan baru menanti saudara semua,” ujarnya.
Pada prosesi tersebut, FITK juga memberikan penghargaan kepada sejumlah mahasiswa yang dinilai berprestasi, baik di bidang akademik, non-akademik, maupun keagamaan. Dari banyak penerima penghargaan, panitia menghadirkan tiga mahasiswa sebagai perwakilan untuk diwawancarai dan berbagi pengalaman, masing-masing mewakili kategori terbaik akademik, terbaik non-akademik, dan tahfidz 30 juz.
Mahasiswi terbaik akademik, My Love Faizah Putri dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 2021, mengaku tidak menyangka mendapat penghargaan tersebut. Ia menuturkan rasa syukur sekaligus tantangan yang harus dilalui, mulai dari kesibukan sebagai musyrifah di Ma’had Sunan Ampel Al-Aly (MSAA) hingga tekanan mental untuk konsisten menjaga prestasi. Meski penuh tanggung jawab, ia berhasil mempertahankan IPK tinggi dan berharap capaian ini dapat memberi manfaat luas.
Salah satu penghargaan mahasiswa terbaik non-akademik diberikan kepada M. Yusril Rizqi Hidayat, mahasiswa Tadris Bahasa Inggris (TBI) 2021 yang juga mantan Duta Kampus 2023, menekankan bahwa menurutnya menjadi hal yang penting untuk memiliki kebiasaan dan keinginan yang kuat untuk tetap menyeimbangkan prestasi di luar kelas dengan studi akademik.
Sementara itu, salah satu penghargaan kategori hafal 30 juz diraih oleh Ani Dhorifah dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) 2021. Ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilannya adalah manajemen waktu antara kuliah dan hafalan Al-Qur’an. Meskipun terkadang menghadapi jadwal padat, ia tetap berusaha mengganti hafalan yang tertunda dan menjaga konsistensi agar keduanya berjalan seimbang.
Selain prosesi yudisium, acara juga diisi dengan pematerian tambahan berupa sosialisasi sertifikasi profesi dari Dita Computer Malang. Materi ini membahas peluang peningkatan profesionalitas lulusan melalui berbagai bidang seperti desain grafis dan keterampilan digital lain yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

10013_yudsi3.jpeg

Dengan berakhirnya Yudisium IV ini, sebanyak 584 mahasiswa resmi menyandang status lulusan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mereka diharapkan dapat segera berkontribusi di masyarakat sebagai pendidik, akademisi, maupun profesional di bidang lain yang relevan dengan keilmuannya. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Yudisium IV FITK UIN Malang: Kisah Lulusan Terbaik yang Torehkan Tiga Prestasi Sekaligus
Kamis, 25 September 2025 . in Berita . 214 views
10042_terbaik.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Gedung Rektorat lantai 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dipenuhi rasa semangat dan kebanggaan pada Rabu, 24 September 2025 saat Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar Yudisium periode IV. Sebanyak 584 mahasiswa dikukuhkan sebagai lulusan baru, mencakup 572 mahasiswa strata satu dari delapan program studi dan 12 mahasiswa strata dua.
Dalam sambutannya, Dekan FITK, Dr. Muhammad Walid, M.A., menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari kehidupan sesungguhnya. “Capaian yang telah diperoleh hari ini harus disyukuri. Tidak semua orang mampu dan berkesempatan meraih gelar sarjana maupun magister. Maka, setelah ini perjalanan baru menanti saudara semua,” ujarnya.

10043_terbaik2.png

Di antara ratusan lulusan yang mengikuti yudisium, salah satu momen yang paling membanggakan datang dari Umi Lailatus Sa’adah, mahasiswi Magister Pendidikan Matematika. Ia berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus, yakni; Terbaik Akademik (IPK), Terbaik Non-Akademik (prestasi), dan Hafidzah (panggilan perempuan bagi yang hafal Al-Qur'an) 30 Juz. Capaian ini tidak hanya mengukuhkan namanya sebagai lulusan berprestasi, tetapi juga mencerminkan kualitas pendidikan yang diusung FITK UIN Malang dalam melahirkan generasi yang unggul, aktif, dan berkarakter Qur’ani.
Dalam wawancara khusus, Umi menceritakan perjalanan akademiknya yang penuh tantangan sekaligus sarat pengalaman berharga. “Saya kan di Magister Pendidikan Matematika ini karena ikut program fast track, dan kebetulan S1-nya saya juga double degree yaitu S1 Tadris Matematika dan S1 Ma’had Aly. Selain itu, alhamdulillah saya pernah jadi bendahara di HMPS dan DEMA fakultas. Jadi mau tidak mau saya harus bisa membagi waktu. Caranya, saya urutkan prioritasnya, dan alhamdulillah saya bisa menyelesaikan studi tepat waktu serta meraih lulusan terbaik dalam tiga kategori. Yang paling penting itu jangan kita jadikan beban biar tidak terasa berat,” jelasnya.
Bagi Umi, motivasi terbesar dalam menyeimbangkan prestasi akademik, aktivitas organisasi, dan hafalan Al-Qur’an terletak pada keyakinannya bahwa ilmu dunia dan agama tidak boleh dipisahkan. Prinsip inilah yang membuatnya mampu menorehkan prestasi gemilang di tengah padatnya aktivitas kuliah, organisasi, dan kewajiban menyelesaikan hafalan 30 juz.
Namun, ia tidak menampik bahwa perjalanan tersebut penuh rintangan. Rasa lelah dan keinginan untuk menyerah sempat menghampiri, tetapi tekad yang kuat dan dukungan orang-orang terdekat membuatnya bangkit kembali. Umi juga menitipkan pesan bagi mahasiswa lain agar tidak ragu bermimpi dan berusaha sekuat tenaga. Menurutnya, doa adalah kunci yang tidak boleh diremehkan.

10044_terbaik3.jpg

Di akhir wawancara, Umi menyampaikan rasa terima kasih kepada almamater yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanannya. “Terima kasih kepada UIN Malang, para dosen Magister Pendidikan Matematika, dan seluruh civitas akademika atas ilmu, bimbingan, serta dukungannya. Semoga kampus ini terus melahirkan lulusan yang unggul dalam akademik, aktif dalam kegiatan non-akademik, dan kokoh dalam nilai-nilai Al-Qur’an,” pungkasnya.
Selain prosesi pengukuhan, kegiatan yudisium kali ini juga diisi dengan pematerian tambahan berupa sosialisasi sertifikasi profesi dari Dita Computer Malang. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kampus untuk membekali lulusannya dengan keahlian yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan berakhirnya Yudisium IV FITK, sebanyak 584 mahasiswa resmi menyandang status lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran lulusan terbaik dengan tiga penghargaan sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kampus ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membangun lulusan yang berdaya saing dan berkarakter Islami. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Mahasiswi UIN Malang, Ima Yustianingsih Raih Gelar Putri Hijab Jawa Timur 2025
Rabu, 24 September 2025 . in Berita . 305 views
10009_uin.png

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Sorotan publik tertuju pada sosok Ima Yustianingsih, mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang berhasil meraih predikat Juara 1 Putri Hijab Jawa Timur 2025. Ajang bergengsi ini digelar di Malang Creative Center (MCC) dan diikuti oleh 65 finalis dari berbagai daerah se-Jawa Timur.

Kompetisi ini tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga menguji kecerdasan, keterampilan komunikasi, dan visi kepemimpinan para peserta. Dari proses panjang mulai seleksi hingga karantina, hanya 25 finalis yang berhasil melaju ke babak puncak. Di antara mereka, Ima tampil menonjol berkat ketajaman berpikir, kepercayaan diri, serta pesona berhijab yang penuh makna.

Dalam sesi final, Ima menegaskan bahwa hijab bukan sekadar simbol identitas, melainkan representasi kekuatan, ilmu, dan karakter perempuan muslim Indonesia. Ia juga mengajak generasi muda berhijab untuk meningkatkan literasi keislaman di era digital agar mampu menjadi muslimah yang taat sekaligus produktif. “Saya ingin membuktikan bahwa perempuan berhijab bisa berkarya, bersuara, dan memberi dampak,” ujarnya dengan penuh semangat.

Perjalanan Ima hingga ke panggung kemenangan tidak terlepas dari ketekunan dan dedikasinya. Putri asli Trenggalek ini dikenal aktif di dunia akademik maupun kegiatan kemahasiswaan. Dukungan pun datang dari pihak kampus. Prof. Dr. Marno, M.Ag., Wakil Dekan III FITK Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, menyebut Ima sebagai sosok mahasiswa ideal yang berprestasi, berkarakter, dan mampu membawa nilai keislaman ke ruang publik dengan elegan.

Kemenangan ini menjadi pijakan awal bagi Ima untuk melangkah ke tingkat nasional dalam ajang Putri Hijab Indonesia 2025 di Bandung. Di sana, ia akan berkompetisi dengan 60 finalis terbaik dari seluruh Indonesia. Bagi Ima, ajang ini bukan hanya tentang gelar dan mahkota, melainkan kesempatan memperjuangkan pemberdayaan perempuan muslimah di kancah yang lebih luas.

Kini, Ima Yustianingsih tidak hanya menjadi ikon kecantikan berhijab Jawa Timur, tetapi juga simbol harapan bagi generasi muslimah yang ingin membuktikan bahwa hijab adalah sayap untuk berkarya dan menginspirasi dunia.(AD)

 

Reporter : Amelia Dea Divanda

 

Lebih Lanjut »
UIN Malang Gelar Konferensi Internasional Bahas Tantangan dan Solusi Kesehatan Mental Generasi Muda
Rabu, 24 September 2025 . in Berita . 240 views
10008_uin.png

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan 4th Annual Online Conference Psychology & Flourishing Humanity 2025 bertema “Mental Health of Young People: Challenges and Solutions” pada Selasa, 23 September 2025. Ajang ilmiah ini menjadi ruang diskusi internasional yang menyoroti isu-isu krusial terkait kesehatan mental generasi muda sekaligus menawarkan berbagai solusi praktis atas tantangan yang mereka hadapi.

Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Siti Mahmudah, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta. Ia menegaskan bahwa konferensi ini mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan kesejahteraan psikologis anak muda. “Konferensi ini adalah bukti nyata pentingnya kolaborasi akademik untuk mendukung kesehatan mental generasi mendatang,” ujarnya.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., yang hadir mewakili Rektor, turut menekankan urgensi penguatan literasi kesehatan mental. Ia bahkan mengusulkan agar Fakultas Psikologi rutin menggelar forum diskusi bulanan atau dua mingguan untuk memperluas wawasan psikologi terapan di kalangan akademisi dan mahasiswa.

Konferensi ini menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri, di antaranya Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si., MCE, CPCE (UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Dr. Hanan Dover, M.Psych, MA Hons (Charles Sturt University, Australia), serta Prof. Dr. Hj. Rifa Hidayah, M.Si. (UIN Malang).

Antusiasme peserta sangat tinggi, dengan tercatat 570 partisipan daring dari kalangan mahasiswa, dosen, hingga peneliti. Selain itu, sebanyak 31 artikel ilmiah mengenai kesehatan mental generasi muda turut dipresentasikan dan dipublikasikan dalam proceeding internasional ber-ISSN.

Melalui capaian ini, UIN Malang berharap konferensi internasional tersebut dapat menjadi katalisator bagi penelitian, advokasi, dan aksi nyata dalam menjaga kesehatan mental generasi muda, baik di Indonesia maupun di ranah global. (AD)

 

Reporter : Amelia Dea Divanda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lebih Lanjut »
UIN Malang Hadiri Perayaan Hari Nasional Arab Saudi ke-95 di Jakarta
Rabu, 24 September 2025 . in Berita . 275 views
10004_bunda-rektor1.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP, Bersama Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerjsama, Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid, S.Ag., MA., menghadiri perayaan Hari Nasional Arab Saudi ke-95 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta. Kehadiran pimpinan kampus ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan hubungan kerja sama antara UIN Malang dengan Kerajaan Arab Saudi di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan akademik.

10006_hna.jpeg

Acara perayaan Hari Nasional Arab Saudi ke-95 tersebut diadakan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia dan dihadiri langsung oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Yang Terhormat Faisal el Amudi. Tema perayaan tahun ini adalah “Kebanggaan akan Alam Kita” (“Our Pride in Our Nature”), yang menekankan kualitas pembentuk semangat bangsa Arab Saudi serta mencerminkan identitas, nilai, dan gaya hidup masyarakatnya.

10007_bunda-rektor3.jpeg

Kehadiran Rektor UIN Malang bersama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dalam acara tersebut juga menjadi simbol nyata kedekatan perguruan tinggi Islam negeri ini dengan dunia internasional, khususnya Arab Saudi. Selama ini, UIN Malang dikenal aktif menjalin jejaring global melalui program akademik, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kerja sama penelitian dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi di Timur Tengah.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi Indonesia, antara lain Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Menteri Agraria Nusron Wahid, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Haji dan Umrah K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Ketua MPR H. Ahmad Muzani, serta Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Kehadiran para pejabat tersebut bersama para duta besar negara sahabat menandai pentingnya perayaan Hari Nasional Arab Saudi ke-95 sebagai momentum diplomasi dan penguatan hubungan bilateral.
Selain menghadiri undangan resmi, rombongan UIN Malang juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi ringan dengan beberapa tokoh pendidikan Arab Saudi yang turut hadir. Diskusi tersebut membahas peluang kolaborasi baru di bidang riset keislaman, beasiswa, dan pertukaran tenaga pengajar. Kehadiran UIN Malang dalam perayaan ini diharapkan dapat memperluas cakrawala kerja sama dan memperkuat reputasi kampus di kancah internasional.
Dengan kehadiran UIN Malang dalam acara ini diharapkan tercipta hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi Indonesia dan Arab Saudi. Kolaborasi ini tidak hanya bermanfaat bagi kedua negara, tetapi juga memperkuat jaringan pendidikan Islam dunia dan mendorong terciptanya generasi muda yang berwawasan global. (af)
Reporter: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Gelar FGD Tematik, UIN Malang Rumuskan Roadmap Riset dan Pengabdian Masyarakat
Selasa, 23 September 2025 . in Berita . 165 views
10003_fkik.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Negeri (UIN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “KKM Tematik Konvergensi” sebagai upaya menyinergikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat pada Senin, 22 September 2025. Pertemuan yang dihadiri perwakilan berbagai fakultas ini membahas perumusan roadmap riset dan implementasi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang terintegrasi dengan tridharma perguruan tinggi.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya KKM sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang wajib dilaksanakan di samping pendidikan dan penelitian, sejalan dengan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015. Regulasi tersebut mengatur standar minimal pengabdian masyarakat yang meliputi standar masukan, proses, dan luaran, sejalan dengan misi Perguruan Tinggi yang diatur dalam Peraturan No. 39 Tahun 2025.
Dalam diskusi terungkap bahwa KKM merupakan kegiatan terintegrasi yang melibatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pengawasan dan penilaian akan dilakukan oleh program studi bersama Unit Pengabdian Masyarakat. Saat ini, selain pelaksanaan pelaksanaan KKM Reguler, KKM Mandiri sudah berjalan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dengan penggabungan dengan program Asistensi Mengajar dan Fakultas Kedokteran yang berfokus pada program Kesehatan Haji. Sementara itu, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) serta Fakultas Ekonomi (FE) tengah menyiapkan keterlibatan lebih lanjut. Setiap prodi akan digagas memiliki pokja lintas prodi dengan fasilitator khusus untuk mengoptimalkan pelaksanaan.
Berbagai perwakilan fakultas menyampaikan pandangan dan usulan seperti Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Evika Sandi Savitri, MP. menyoroti kesiapan mahasiswa. Ia menilai masih banyak mahasiswa yang belum siap terjun ke masyarakat. Ia juga mempertanyakan teknis keterlibatan mahasiswa dalam program agar memenuhi bobot 2 SKS. Selain itu, Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menekankan perlunya branding KKM yang berdampak dan ciri khas program FITK seperti KKM AM (Asisten Mengajar). Ia juga menyinggung pembagian anggaran antara fakultas dan universitas dalam pelaksanaan program KKM.
Yuniarti Hidayah Suyoso Putra, SE., M.Bus., Ak. CA., Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Ekonomi menilai KKM yang ditangani langsung oleh universitas sangat positif karena memungkinkan mahasiswa beradaptasi dengan peserta lintas prodi. Ia mengusulkan diskusi lanjutan dengan dekanat, serta menanyakan format detail pelaksanaan. Beliau juga mengusulkan program Relawan Pajak bagi mahasiswa semester 5 sebagai bentuk KKM. Eny Yulianti, M.Si selaku Kepala Pusat Halal Center menyarankan agar program dibuat opsional, sehingga memberi ruang bagi mahasiswa untuk menjalankan kegiatan yang dapat diakui sebagai KKM.
Dari berbagai masukan tersebut, FGD menyepakati pentingnya perumusan roadmap riset dan pengabdian masyarakat yang selaras dengan kebutuhan masyarakat. KKM diharapkan tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menciptakan dampak nyata, memperkuat jejaring kolaborasi internasional, dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global. Dengan melibatkan berbagai fakultas dan lintas disiplin, UIN menargetkan KKM Tematik Konvergensi menjadi model pengabdian masyarakat terintegrasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman, sekaligus mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi secara menyeluruh. (af)
Penulis: Lulu'atul Hamidatu U.
Editor: Muh. Noaf Afgani

Lebih Lanjut »
Hadapi Tantangan Dunia Kerja : UIN Maliki Siapkan Alumni Bersertifikasi
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 151 views
10002_lsp.jpg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Pada hari Senin, 22 September 2025, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global. Bertempat di Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Malang, acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, MA, Ph.D. yang menyampaikan pesan dari Rektor UIN Maliki. Dalam pesannya, kehadiran Dr. K.H. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I., M.M. CSM. diharapkan dapat memberikan evaluasi penting agar mahasiswa UIN Maliki semakin siap terserap di dunia kerja.

Acara diawali dengan doa bersama, lalu Drs. H. Basri, menegaskan bahwa UIN Maliki setiap tahunnya meluluskan ribuan mahasiswa melalui 5–6 kali prosesi wisuda. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis agar alumni tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi nyata yang diakui secara luas.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Muhammad Nur Hayid , S.TH.I., M.M. menyoroti tantangan generasi Z. Menurutnya, ada mahasiswa yang serba bisa tetapi kurang menguasai teknologi, dan ada pula yang ahli teknologi tetapi lemah di bidang lain. “Semua kampus memang mengeluarkan ijazah, tetapi yang membedakan adalah kualitas akreditasi serta daya saing alumni di dunia kerja. Di sinilah sertifikat kompetensi menjadi kunci,” ujarnya.

Sertifikat kompetensi diyakini dapat menjadi jaminan keahlian yang diakui, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Hal ini juga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi melalui beasiswa luar negeri. UIN Maliki sendiri saat ini telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), yang berperan penting dalam mengeluarkan sertifikat resmi dan menjalin kerja sama dengan dunia industri.

Lebih lanjut, sertifikasi hanya dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar memiliki kompetensi dengan standar tiga aspek utama: skill, attitude, dan knowledge. Dr. Hayid menekankan bahwa skema sertifikasi harus terus dirumuskan sesuai dengan profil lulusan tiap program studi agar manfaatnya optimal.

“Manfaat terbesar dari sertifikat kompetensi adalah mempersiapkan mahasiswa agar lebih mudah memasuki dunia kerja. Misi kita adalah membantu anak-anak kita agar kompeten, unggul, dan bermanfaat. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang beramal dengan presisi,” pungkasnya.

Dengan adanya sertifikasi kompetensi dan dukungan LSP, UIN Maliki meneguhkan langkah nyata dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berdaya saing di pasar kerja global.(AD)

 

Reporter : Amelia Dea Divanda

Lebih Lanjut »
Mubahatsah Ilmiah Ekosufisme: Gabungkan Semangat Ilmu dan Ekologi
Senin, 22 September 2025 . in Berita . 137 views
10001_pmii.jpeg

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti lantai 5 Gedung Rektorat UIN Malang pada Senin, 22 September 2025. Acara Mubahatsah Ilmiah Ekosufisme sukses digelar dengan melibatkan 187 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi lintas kampus, santri pondok pesantren, hingga perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Forum ilmiah ini menghadirkan dua ulama nasional, yakni Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A (Ketua Umum PBNU 2010–2021, Pengasuh Ponpes Luhur Al-Tsaqofah) dan Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag (Dosen UIN Malang, Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad). Kehadiran keduanya menjadi magnet tersendiri bagi peserta yang antusias mengikuti setiap rangkaian diskusi.

KH. Said Aqil menegaskan bahwa keimanan adalah pondasi utama dalam menuntut ilmu sekaligus menghadapi tantangan zaman modern.“Ghoninya Allah tiada tanding, alimnya Allah tidak ada secuil dari alimnya Allah. Kalau kamu ingin maju jangan pernah takut dan berkecil hati, karena kita tajalnya Allah,” pesannya penuh penegasan.

Sementara itu, KH. Marzuqi menekankan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal, serta mengaitkannya dengan tanggung jawab manusia dalam menjaga ekosistem. Menurutnya, kepedulian terhadap alam bukan hanya urusan lingkungan, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan berpikir dan keberlangsungan hidup.

“Jangan hanya mengandalkan ikhtiar, tapi juga berjihad karena kehendak Allah tidak bisa disangka-sangka. Mari optimalkan cara berpikir kita agar tetap sehat dengan menjaga ekosistem. Allah ada, ayo kita maksimalkan gerak dengan berharap barokah, jangan pernah berharap selain kepada Allah, karena semua selain Allah akan mati dan punah,”tegasnya.

Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Diskusi yang mengusung tema ekosufisme ini menekankan keterkaitan erat antara ilmu, iman, dan ekologi. Penyelenggara berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kesadaran spiritual sekaligus gerakan nyata dalam menjaga lingkungan sebagai amanah Allah. Acara mubahatsah ini berlangsung khidmat namun penuh semangat. Para peserta antusias mengikuti setiap rangkaian diskusi, yang menekankan hubungan erat antara ilmu, iman, dan ekologi. Tema ekosufisme diangkat sebagai refleksi bahwa keberagamaan tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga bagaimana manusia menjaga alam semesta sebagai amanah Allah.

KH. Marzuqi menekankan juga bahwa "dengan berilmu dan beriman, hati manusia akan senantiasa bersih, sehingga mampu melahirkan gerakan nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus menebarkan nilai-nilai keberkahan."

Reporter&fotografer: Faiqotul Himmah 

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up