HUMAS UIN MALANG — Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pagi ini di Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat jajaran pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Malang melakukan kunjungan silaturrahim dengan Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. Senin, 2 Juni 2025.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Febrina, hadir bersama timnya yakni Deputi Kepala Perwakilan Dedy Prasetyo, Kepala Seksi Kehumasan Ardy, serta staf Kantor Bank Indonesia Arie. Kunjungan ini disambut langsung oleh jajaran pimpinan kampus, mulai dari Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin , MA Wakil Rektor II Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, Wakil Rektor III Dr. H. A. Fatah Yasin, M.Ag, Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, hingga Kepala Bagian Kemahasiswaan di lingkungan UIN Maliki Malang.
Silaturrahim ini menjadi momentum penting dalam mempererat kerja sama antara dunia pendidikan tinggi dan otoritas moneter daerah. Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai peluang kolaborasi strategis, termasuk program edukasi literasi keuangan, penguatan ekonomi syariah, hingga peningkatan kapasitas mahasiswa dalam bidang ekonomi dan perbankan.
“Bank Indonesia selalu membuka ruang sinergi dengan perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ungkap Febrina dalam sambutannya.
BI ingin menyampaikan progres hasil kerjasama antara BI dengan UIN Maliki Malang salah satunya sertifikasi halal dan juga program beasiswa. Tahun ini BI telah menggelontorkan dana bantuan beasiswa untuk 3.500 penerima dari kalangan mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan juga di kalangan siswa SMK. "Untuk tahun ini, BI belum dapat menyalurkan bantuan beasiswa karena ada kebijakan dari atasan untuk melakukan penundaan," ujarnya.
Beliau juga meminta untuk terus menjalin kerja sama khususnya untuk program beasiswa ini. Jadi sekali lagi harap dimaklumi apa adanya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin , MA, menyambut baik kunjungan ini dan berharap akan ada banyak bentuk kerja sama konkret yang dapat dijalankan ke depan.
Beliau meminta, meskipun ditengah efisiensi ini kerjasama BI dengan UIN Maliki Malang harus terus dijalin, bentuknya tidak harus dalam bentuk uang bisa juga melalui memberi bekal pelatihan kepada para sivitas. "Saya berharap mitra dari Bank BI ini bisa terus saling bersinergi dan membantu untuk tercapainya pendidikan tinggi yang bermutu di UIN Malang," ujar Prof. Zainuddin.
Pertemuan ini ditutup dengan sesi pemberian cinderamata karya tulisan Prof. Zainuddin dan dialog ringan yang penuh keakraban. Diharapkan, pertemuan ini menjadi kemitraan strategis yang berkelanjutan antara UIN Maliki Malang dan Bank Indonesia Malang.
HUMAS UIN MALANG – Sebanyak 315 peserta memadati Gedung B.J Habibie Fakultas Saintek Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang hari ini (31/5/2025) untuk mengikuti Ujian Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Ujian yang berlangsung sejak pagi ini menjadi gerbang bagi para peserta untuk meraih formasi PPPK yang telah lama dinantikan. Antusiasme peserta terlihat jelas sejak awal. Mereka datang dengan persiapan matang, berharap dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam seleksi berbasis komputer ini. Prof. Ilfi Nurdiana, M.Si., Wakil Rektor II Bidang AUPK UIN Malang, yang turut meninjau pelaksanaan ujian, mengungkapkan apresiasinya atas lancarnya proses seleksi.
"Alhamdulillah, pelaksanaan ujian PPPK hari ini berjalan dengan tertib dan lancar. Kami melihat semangat yang luar biasa dari para peserta. Ini menunjukkan tingginya minat dan dedikasi untuk berkontribusi di lingkungan Kementerian Agama," ujar Prof. Ilfi. Beliau juga menambahkan bahwa proses seleksi ini mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Pihaknya mengatakan bahwa UIN Malang telah mempersiapkan pelaksanaan seleksi ini dengan baik. “Kami menyediakan 8 ruang plus 1 ruang cadangan. Barangkali ada komputer yang error bisa pindah ke ruang sebelah yang cadangan. Jadi kita telah menyiapkan semuanya dengan matang,” ujarnya dengan mantap.
Sementara, Hj. Umi Hanik selaku Kepala Organisasi Kepegawaian dan Humas (OKH) UIN Malang, menjelaskan kalau Kemenag telah menyiapkan fasilitas dan kemudahan. “Kalau ini kan kebijakan dari pusat ya. Ada (peserta) yang haji itu di fasilitasi Kementerian Agama, karena ini menyangkut hak hidup orang banyak. Maka kemenag telah menyiapkan kemudahan itu,” tandasnya.
Lebih lanjut, dirinya menyebutkan jumlah formasi yang dibuka adalah 102 formasi. Namun, menurutnya, yang dibutuhkan UIN Malang hanya 72 formasi yang terdiri dari formasi administrasi, operasional, dan operator. Sementara 28 lainnya adalah formasi Kesehatan. Ia juga menambahkan, bahwa seluruh peserta hari ini hadir tanpa ada yang berhalangan. “Alhamdulillah semua peserta hadir, tidak ada yang izin,” ucapnya.
Para peserta yang berasal dari berbagai instansi di Malang raya ini akan memperebutkan sejumlah formasi di lingkungan Kementerian Agama, mulai dari tenaga pendidik hingga posisi teknis lainnya. Seleksi PPPK ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas di berbagai instansi, termasuk di lingkungan UIN Malang.
Salah seorang peserta, Santoso, yang melamar formasi pengadministrasi perkantoran mengaku telah mempersiapkan diri dengan intensif. "Saya sudah belajar materi-materi yang relevan selama beberapa bulan terakhir. Semoga usaha ini membuahkan hasil karena semuanya saya serahkan pada Allah, mas," harapnya dengan nada optimis.
Setelah mengerjakan ujian seleksi di awal sesi, para peserta mengikuti rangkaian selanjutnya yaitu Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). SKTT adalah tahap akhir dari seleksi kompetensi PPPK yang bertujuan untuk menilai kemampuan teknis khusus peserta, sesuai dengan kebutuhan instansi yang membuka lowongan. Hasil ujian ini nantinya akan diumumkan pada waktu yang akan ditentukan kemudian oleh Kemenag. (sf)
Fotografer: Much. Azhar
Reporter/Editor: Sulthan Fathani Elsyam, Fatma Aulia
HUMAS UIN MALANG - Ma’had Sunan Ampel al-Aly (MSAA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar agenda tahunan Mujahadah Kubro yang sarat makna dan spiritualitas. Kegiatan ini digelar dengan penuh khidmat dan antusiasme dari para mahasantri, Musyrif/Musyrifah, dan Murabbi/Murabbiah serta para Pengasuh. Kamis, 29 Mei 2025.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema syahdu di seluruh ruangan, memberikan nuansa sakral yang mendalam. Selanjutnya, suasana semakin khusyuk dengan pembacaan istighotsah bersama, yang menjadi momentum untuk bermunajat dan memohon keberkahan atas ilmu yang telah ditimba selama ini.
Dalam sambutannya, Mudir Ma’had Sunan Ampel Al Aly Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.HI, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya mujahadah kubro sekaligus wisuda nadzom qomi’ at-Tughyan dan juz amma. sebagai sarana refleksi spiritual dan intelektual bagi para mahasantri. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga ruh keilmuan dan akhlak karimah dalam kehidupan kampus dan sosial. “saya mengucapkan terimaksih kepada seluruh murabbi/ah, musyrif/ah, dan seluruh mahasantari MSAA yang sudah bersungguh-sungguh dalam acara pada malam hari ini, dan saya ucapkan selamat untuk mahasantari yang pada malam hari ini di wisuda qomi’ at- Tughyan dan juz Amma, tahun depan In Syaa Allah akan kita adakan juga wisuda/pengambilan ijazah qiroah sab'ah, sebagai penutup “Terimakasih banyak anak-anak ku mari kita teriakkan Ma'hadunaa...... Ijtihadun wa jihadun wa mujahadah.. Allahu akbar”, ujar beliau dengan nada penuh semangat.
Sambutan berikutnya datang dari Muhammad Habib An-Nizami Tanjung perwakilan mahasantri, yang menceritakan kisah inspiratif tentang Raja Zulkarnain. Dalam kisah tersebut, disampaikan bahwa ilmu adalah harta yang amat berharga, namun untuk meraihnya dibutuhkan kesabaran dan perjuangan menghadapi tantangan yang tidak ringan layaknya seperti sekarang sebagai mahasantri di MSAA.
Puncak acara ditandai dengan proses wisuda simbolis mahasantri dari semua mabna, sebagai tanda telah menyelesaikan hafalan. Suasana haru menyelimuti ruangan saat nama-nama mahasantri disebut satu per satu dan menerima penghargaan. Tak hanya itu, penghargaan kepada mahasantri terbaik juga diberikan sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan dan kontribusi mereka.
Acara semakin hidup dengan penayangan video dokumentasi kegiatan sehari-hari mahasantri di Ma’had, mulai dari kegiatan keagamaan, akademik, hingga interaksi sosial yang menggambarkan dinamika kehidupan ma’had secara utuh dan mengesankan.
Momen reflektif menjadi bagian yang paling menyentuh ketika Prof. Dr. Hj. Like Raskova Oktaberlina, M.Ed memberikan tausiyah penuh makna tentang pengorbanan seorang ibu. Beliau mengajak seluruh mahasantri untuk senantiasa menghargai setiap tetes kasih sayang, pengorbanan, dan doa yang menjadi fondasi kesuksesan hidup.
Acara ditutup dengan doa bersama, menandai akhir dari rangkaian mujahadah yang membawa semangat baru dan penguatan ruhani untuk menyongsong masa depan.
Mujahadah Kubro ini tidak hanya menjadi ruang refleksi dan apresiasi, tetapi juga menjadi momentum spiritual untuk menanamkan kembali nilai-nilai kesungguhan dalam menuntut ilmu dan pengabdian. Ma’had Sunan Ampel Al Aly terus berkomitmen menjadi asas kelilmuan agama untuk mahasantri UIN Malang dan bagi generasi ilmuwan muslim yang unggul dan berakhlak mulia.
Jurnalis: M.Syahri.R
Fotografer: My Love & Syawal
HUMAS UIN MALANG–Kabar penting bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN 2025, Prof. Dr. Masnun, M.Ag., secara resmi mengumumkan perpanjangan jadwal pendaftaran Ujian Masuk PTKIN (UM PTKIN) tahun 2025. Rabu, 28 Mei 2025.
Perubahan ini diumumkan melalui situs resmi UM PTKIN sebagai respons atas berbagai masukan dari masyarakat, serta untuk mengakomodasi calon peserta yang mengalami kendala teknis maupun administratif. Dalam keterangan resminya, Prof. Masnun menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen panitia dalam menyelenggarakan seleksi masuk yang inklusif dan adil.
“Kami memahami masih ada peserta yang menghadapi kendala, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses internet. Oleh karena itu, perpanjangan ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para calon mahasiswa,” ujar Prof. Masnun.
Rincian Perubahan Jadwal UM PTKIN 2025
Berikut adalah jadwal terbaru berdasarkan pengumuman resmi: Pendaftaran awal 22 April – 28 Mei 2025 (pukul 15.00 WIB) dan Diperpanjang hingga 2 Juni 2025 (pukul 15.00 WIB) untuk pembayarannya juga diperpanjang hingga 2 Juni 2025 (pukul 23.59 WIB).
Finalisasi Pendaftaran Diperpanjang hingga 3 Juni 2025 (pukul 15.00 WIB). Cetak Kartu Peserta Mulai 1 Mei 2025 dan Pelaksanaan Ujian (SSE) tanggal 10–12 Juni, 14–18 Juni 2025. Pengumuman Hasil Seleksi 30 Juni 2025.
Dengan perpanjangan ini, batas akhir pendaftaran resmi ditetapkan pada Senin, 2 Juni 2025 pukul 15.00 WIB, sementara batas akhir pembayaran biaya seleksi adalah pukul 23.59 WIB di hari yang sama. Finalisasi pendaftaran pun masih dibuka hingga Selasa, 3 Juni 2025 pukul 15.00 WIB.
Seleksi Nasional PTKIN yang Transparan dan Merata
UM PTKIN merupakan jalur seleksi nasional yang digelar secara terpadu oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Jalur ini membuka akses bagi lulusan madrasah maupun sekolah umum untuk melanjutkan studi ke berbagai UIN, IAIN, dan STAIN di seluruh Indonesia. Proses seleksi dilakukan dengan sistem ujian berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) yang menjamin keadilan dan transparansi.
Akses Informasi Resmi
Panitia mengimbau kepada seluruh calon peserta agar terus memantau informasi resmi melalui laman [https://um.ptkin.ac.id](https://um.ptkin.ac.id) dan media sosial UM PTKIN. Pastikan semua data dan dokumen pendaftaran telah lengkap dan sesuai agar tidak mengalami kendala saat proses seleksi berlangsung.
“Gunakan kesempatan tambahan ini dengan bijak. Jangan menunda hingga mendekati batas akhir,” pesan panitia.
Dengan adanya perubahan jadwal ini, diharapkan seluruh calon mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk mengikuti seleksi masuk ke perguruan tinggi keagamaan Islam favorit mereka.
HUMAS UIN MALANG–Dalam upaya meningkatkan mutu layanan dan tata kelola kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan narasumber ahli dalam bidang sistem pengelolaan layanan Badan Layanan Umum (BLU), Prof. Slamet, Ph.D. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis kampus untuk memperkuat kedewasaan manajemen atau maturity dalam pengelolaan institusi berbasis layanan BLU. Rabu, 28 Mei 2025.
Dalam paparannya, Prof. Slamet menjelaskan pentingnya pemahaman dan penerapan maturity management sebagai tolok ukur kedewasaan institusi dalam mengelola layanan publik secara efektif dan efisien. "Maturity bukan hanya sekadar soal serapan anggaran, tetapi juga menyangkut kemampuan lembaga dalam memperbaiki diri secara berkelanjutan," ujarnya.
Saat ini, UIN Maliki Malang telah mengadopsi pendekatan parameter maturity yang sejalan dengan standar yang digunakan oleh Kementerian Keuangan. Berdasarkan data terkini, tingkat maturitas manajemen di UIN Maliki Malang dalam konteks serapan keuangan telah berada di level 4, dari total 28 PTKIN yang telah mengimplementasikan layanan berbasis BLU.
Namun, menurut Prof. Slamet, pencapaian ini bukanlah akhir dari segalanya. "Memaknai BLU tidak cukup hanya dari sisi keuangan, tetapi juga harus ada perbaikan manajemen secara menyeluruh. Jika lembaga masih sibuk membahas persoalan yang sama tanpa penyelesaian, itu pertanda bahwa lembaga tersebut belum benar-benar matang," tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Slamet menekankan bahwa tujuan utama dari maturity pada lembaga pendidikan berbasis BLU adalah untuk meningkatkan kualitas layanan dan manajemen kelembagaan, dalam rangka mewujudkan visi kampus unggul bereputasi internasional.
Beberapa indikator keberhasilan maturity, lanjutnya, mencakup peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa dan stakeholder, efisiensi dalam pengelolaan sumber daya, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas kelembagaan. "Semakin tinggi tingkat maturity, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh sivitas akademika dan masyarakat," pungkasnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, yang sebagian besar merupakan pengelola unit layanan di lingkungan UIN Maliki Malang. LP2M berharap, dengan hadirnya narasumber kompeten seperti Prof. Slamet, upaya penguatan BLU dan peningkatan maturity management di kampus akan semakin terarah dan berdampak nyata.
HUMAS UIN MALANG – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola riset dan pengabdian kepada masyarakat. Rabu, 28 Mei 2025, LP2M yang diketuai oleh Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd, sukses menyelenggarakan Workshop Pengembangan Sistem Dokumentasi dan Arsip Data Produk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mengundang Prof. Slamet, Ph.D sebagai narasumber.
Kegiatan strategis ini berlangsung di ruang pertemuan lantai 3 Gedung Rektorat dan diikuti oleh 43 peserta yang terdiri dari para pengelola data, peneliti, serta dosen pelaksana PkM dari berbagai fakultas.
Dalam sambutannya, Sekretaris LP2M mewakili Prof. Agus yang berhalangan hadir menegaskan pentingnya sistem dokumentasi yang terstruktur sebagai pondasi utama dalam menjaga keberlanjutan mutu riset dan pengabdian. “Dokumentasi dan pengarsipan bukan hanya soal menyimpan data, tapi juga tentang membangun rekam jejak keilmuan yang bisa diakses dan dikembangkan oleh generasi berikutnya,” ujarnya penuh semangat.
Selain itu, workshop ini juga untuk meningkatkan produktivitas dan rekognisi antara kepala pusat di bawah LP2M untuk memenuhi pencapaian indikator kinerja utama (IKU). "Meskipun dalam kondisi efisiensi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus tetap jalan," ujarnya.
Workshop ini dirancang sebagai langkah konkret dalam menyambut era digitalisasi tata kelola perguruan tinggi. Para peserta dibekali dengan pemahaman teknis dan strategi sistematis dalam mengelola dokumen dan arsip PkM, sehingga tidak hanya tertib administratif, tetapi juga mampu meningkatkan akuntabilitas dan visibilitas hasil-hasil penelitian.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan penuh dari LP2M, workshop ini diharapkan mampu mendorong budaya pengelolaan data yang lebih profesional dan berkelanjutan di lingkungan kampus.
UIN MALIKI MALANG– Bertempat di aula pertemuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, semangat para peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Moderasi Beragama tampak menyala. Mereka adalah para pegawai non-ASN yang tengah bersiap mengikuti Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK). Tak main-main, pembekalan langsung diberikan oleh pakar moderasi beragama, Dr. Jamilah, yang tampil memukau dengan penjelasan gamblang dan penuh semangat. Selasa, 27 Mei 2025.
Dalam paparannya, Dr. Jamilah menekankan pentingnya memahami konsep moderasi beragama sebagaimana digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. “Menjadi ASN bukan sekadar soal teknis, tapi juga komitmen kebangsaan dan keberagamaan. Moderasi beragama adalah fondasi kebijakan ini,” ujarnya mantap.
Tak hanya teori, Dr. Jamilah juga mengajak peserta melakukan simulasi latihan soal. Rupanya, banyak peserta yang terkecoh dengan pilihan jawaban yang mirip satu sama lain. “Soalnya sering menjebak. Di sinilah pentingnya fokus dan konsentrasi tinggi. Jangan hanya hafal konsep, tapi pahami konteksnya,” tegasnya sambil menyemangati peserta.
Sementara itu, Ketua Pusat Moderasi Beragama UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Iffat Mahmudah, M.Pd, turut hadir memberi penguatan. Ia menegaskan bahwa dalam seleksi moderasi beragama, terdapat dua jenis soal: pilihan ganda dan uraian. “Butuh pemahaman yang utuh, karena narasi-narasi dalam soal bisa sangat mengecoh. Jangan buru-buru menjawab, pahami dulu maksudnya,” pesannya dengan penuh perhatian.
Lebih jauh, Dr. Iffat menegaskan bahwa UIN Maliki Malang telah lama menjadi kampus inklusif yang membuka diri terhadap mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk non-Muslim. “Untuk itu, menjadi calon ASN dari kampus ini harus siap menjadi pribadi yang moderat, terbuka, dan menghargai perbedaan,” tandasnya.
Dengan pembekalan ini, para peserta diharapkan tak hanya lolos seleksi, tapi juga membawa semangat moderasi dalam setiap langkah pengabdiannya kepada bangsa.
HUMAS UIN MALANG — Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag, memberikan pengarahan langsung kepada 301 pegawai Badan Layanan Umum (BLU) UIN Maliki Malang pada Senin (27/5). Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya rasa syukur atas kesempatan untuk tetap bekerja dan berkontribusi di tengah dinamika ketenagakerjaan nasional. Selasa, 27 Mei 2025.
“Setidaknya kita masih bisa bekerja, dan itu patut disyukuri,” ujarnya membuka pengarahan dengan nada hangat.
Dr. Muhtar juga menegaskan bahwa seluruh pimpinan UIN Maliki Malang senantiasa melakukan ikhtiar terbaik agar seluruh pegawai non-ASN tetap memiliki status yang aman sebagai pegawai tetap BLU. “Perlu dicatat, posisi Bapak Ibu masih aman sebagai pegawai BLU,” tandasnya.
Menjelang pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), beliau mengingatkan pentingnya memahami substansi dari tes moderasi beragama yang akan dihadapi peserta.
“Prinsipnya sederhana: jangan jadi orang yang ekstrem. Jangan sok paling lurus. Jadilah pribadi yang seimbang dalam beragama,” jelasnya dengan nada tegas namun santun.
Menurutnya, fanatisme berlebihan tidak sejalan dengan semangat moderasi. Para ASN harus mampu beradaptasi dengan kearifan lokal dan menghargai keberagaman yang ada di Indonesia.
“Moderasi beragama itu menghargai antar umat beragama. Semua agama mengajarkan kelembutan, toleransi, dan penyesuaian terhadap budaya lokal. Tidak ada satu pun agama yang membenarkan kekerasan,” tegasnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa pemerintah kini menaruh perhatian besar terhadap sikap keberagamaan para ASN. Oleh karena itu, ia berpesan agar para peserta ujian SKTT tidak stres dan tetap tenang saat menghadapi ujian.
“Soalnya mudah, yang penting pahami dulu sebelum menjawab,” tutupnya memberi semangat.
Arahan inspiratif dari Dr. Muhtar ini menjadi penguat moral bagi para pegawai BLU UIN Maliki Malang untuk melangkah lebih percaya diri menuju tahapan seleksi berikutnya.