Acara dimulai tepat pukul 13.00 WIB dan menghadirkan rangkaian pertunjukan yang kaya warna, mulai dari musikalisasi puisi, pidato bertema inspiratif, hingga drama dan storytelling yang dibawakan penuh penghayatan. Setiap penampilan dirancang sebagai bentuk ekspresi orisinal dari mahasiswa, yang selama satu semester telah mengasah keterampilan berbicara di depan umum.
“Voice of Expression” bukan sekadar pentas seni. Acara ini menjadi ruang ekspresi sekaligus laboratorium kreatif, di mana mahasiswa menerjemahkan teori public speaking ke dalam aksi nyata di panggung. Para mahasiswa tampil percaya diri, menggabungkan keterampilan vokal, ekspresi wajah, gestur tubuh, hingga kemampuan berimprovisasi.
Penonton yang hadir, terdiri dari para dosen Tadris Bahasa Inggris dan puluhan mahasiswa lintas angkatan, memberikan sambutan hangat dan antusias. Tepuk tangan meriah dan sorakan dukungan terdengar selepas setiap penampilan, menandakan tingginya apresiasi terhadap kerja keras para performer.
Kamelia salah satu mahasiswa TBI kelas ICP angkatan 2023 menggambarkan acara ini dengan singkat namun penuh makna: "One word for this event: excellent."
Acara yang dipandu oleh panitia internal mahasiswa ini berlangsung lancar, tertib, dan sangat meriah. Atmosfer hangat antara penampil dan penonton menciptakan suasana akrab, seolah mengaburkan batas antara pembelajaran formal dan hiburan edukatif. Tidak sedikit penonton yang mengaku terinspirasi dan tersentuh oleh pesan yang disampaikan melalui setiap aksi panggung.
“Ini lebih dari sekadar tugas akhir. Ini adalah panggung ekspresi diri,” ujar Farel salah satu mahasiswa panitia.
Dengan terlaksananya “Voice of Expression”, mahasiswa TBI UIN Malang menunjukkan bahwa proses belajar tidak selalu harus berada di dalam kelas. Terkadang, ruang belajar terbaik justru ada di atas panggung, di hadapan penonton yang memberikan tepuk tangan tulus.
Reporter: Azman Fawwazi



