HUMAS UIN MALANG-Dalam rangka mempersiapkan asesor yang profesional dan bersertifikat, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Asesor Kompetensi pada Senin, 19Mei 2025, bertempat di ruang pertemuan Gedung Rektorat Lt.3. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting menyiapkan asesor kompetensi yang dilaksanakan selama 5 hari. Kegiatan ini dihadiri oleh para calon asesor dari berbagai program studi serta tim LSP UIN Malang. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal mengenai alur pelatihan, materi inti, serta teknis-teknis yang harus dipenuhi oleh para peserta. Dalam sambutannya, Ketua LSP UIN Malang, Dr. Ahmad Ghozi,M.A menekankan pentingnya peran asesor dalam menjamin mutu dan validitas uji kompetensi di lingkungan kampus. "Asesor adalah ujung tombak dalam sistem sertifikasi kompetensi. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga membentuk integritas dan objektivitas dalam melakukan asesmen," dan berharap diberikan kekuatan, mulai dari niat yang kuat sampai LSP ini berjalan bisa mengasesi ungkapnya. Ketua LPM UIN Maliki malang Dr. Helmy Saifuddin, yang ikut mendampingi juga ikut menyampaikan bahwa acara ini harus betul-betul diikuti dengan serius sampai tuntas. Para peserta juga diberikan penjelasan teknis oleh kedua Master Asesor yaitu Rachmat Farich dan Herianto terkait mekanisme pelatihan, kriteria kelulusan, serta perangkat asesmen yang akan digunakan selama proses sertifikasi berlangsung. Selain itu, sesi tanya jawab berlangsung interaktif, menunjukkan antusiasme tinggi dari para calon asesor. Pelatihan asesor ini merupakan bagian dari komitmen UIN Malang untuk meningkatkan daya saing lulusan melalui sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. LSP UIN Malang berharap, dengan hadirnya asesor-asesor baru yang kompeten, proses sertifikasi di berbagai skema akan berjalan lebih efektif dan profesional. Kegiatan pelatihan ini dijadwalkan akan berlangsung selama lima hari dan diakhiri dengan uji kompetensi bagi para peserta. LSP UIN Malang pun menargetkan bahwa setelah pelatihan ini, kampus akan memiliki lebih banyak asesor internal yang siap mendukung implementasi pendidikan berbasis kompetensi di lingkungan UIN Maliki Malang.
HUMAS UIN MALANG – Peresmian Gedung Ar-Rahim yang menjadi bagian dari proyek megah Kampus 3 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang resmi digelar pada Rabu, 15 Mei 2025. Acara ini berlangsung meriah dan penuh khidmat, dihadiri oleh civitas akademika UIN Malang serta tamu undangan kehormatan, termasuk perwakilan dari Saudi Fund for Development (SFD).
Gedung Ar-Rahim diresmikan langsung oleh CEO Saudi Fund for Development sebagai mitra strategis dalam proyek pembangunan Kampus 3 UIN Malang. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara UIN Malang dengan SFD sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang bereputasi internasional.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh undangan yang telah hadir, khususnya kepada CEO SFD yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan kampus baru ini.
“Proyek ini adalah bagian dari langkah strategis kami dalam mewujudkan kampus berstandar internasional. Kami berharap pembangunan dapat berlanjut hingga benar-benar selesai pada lafaz Basmalah, bukan hanya sampai pada Ar-Rahim,” ujar Rektor disambut tepuk tangan para hadirin.
Ia juga menegaskan bahwa UIN Malang memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global, sejalan dengan visi menjadi kampus unggul dalam pengembangan ilmu keislaman, sains, dan teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, Bryan selaku Duta Kampus turut menyambut tamu kehormatan dari Saudi Arabia. Ia berharap kehadiran Kampus 3 dapat semakin meningkatkan mutu pendidikan dan menunjang terciptanya sistem pendidikan yang berkualitas serta berdaya saing tinggi.
Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi UIN Malang dalam memperkuat eksistensinya di kancah pendidikan nasional maupun internasional.
HUMAS UIN MALANG –Universitas Islam Negeri (Uin) Maulana Malik Ibrahim Malang, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan Intensive Ramadhan Camp (IRC) MAN 2 mengadakan lomba mewarnai bertemakan "Toleransi dalam Bingkai Warna". Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Baiturrahman Bintang, Kecamatan Gandusari, dan diikuti oleh sekitar 30 peserta dari kalangan balita hingga siswa kelas 2 SD.
Lomba ini menjadi wadah kreatif bagi anak-anak untuk mengenal nilai-nilai toleransi antar umat beragama melalui media gambar dan warna. Gambar yang disediakan panitia menggambarkan suasana kehidupan masyarakat yang rukun meskipun berbeda keyakinan. Melalui aktivitas ini, panitia berharap dapat menanamkan semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap perbedaan sejak dini, "Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep toleransi beragama dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak. Kami ingin membangun fondasi nilai-nilai moderasi sejak usia dini," ujar salah satu panitia dari tim KKM UIN Maliki Malang.
Acara ini juga dimeriahkan dengan pemberian reward berupa piala dan perlengkapan alat tulis kepada para pemenang, sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan semangat mereka. Antusiasme peserta dan dukungan dari masyarakat sekitar menambah semarak kegiatan yang berlangsung penuh keceriaan ini.
Dengan kegiatan ini, kolaborasi antara mahasiswa dan pelajar MAN 2 tidak hanya mempererat hubungan antar lembaga pendidikan, tetapi juga menunjukkan peran aktif generasi muda dalam mengampanyekan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang inklusif.(ca/se)
HUMAS UIN MALANG - Mahasiswa KKM UIN Maulana Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan santunan anak yatim di Panti Asuhan Insan Madani, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, pada Minggu (4/5).
Kegiatan sosial ini diikuti oleh sekitar 50 anak yatim yang menjadi binaan panti asuhan tersebut. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa memberikan sejumlah bantuan berupa uang tunai, alat tulis, makanan, serta pakaian layak pakai.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak yatim di panti, dengan perhatian dan bantuan dari mahasiswa mereka akan merasa diperhatikan dan didukung untuk tetap semangat menuntut ilmu. Selain itu juga bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada anak-anak panti sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekitar.
Koordinator KKM, Rama Damar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yang membutuhkan.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka dan menjadi penyemangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ujarnya.
Santunan ini juga disambut hangat oleh pengurus Panti Asuhan Insan Madani. Pimpinan panti, Agus Jamzuri, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian para mahasiswa. Beliau berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap anak-anak yatim.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama antara mahasiswa, pengurus panti, dan anak-anak yatim.(ca/se)
Penulis: Cantika Yuliana Putri, Kishi Ananta, Harisma Zidanatussanaya
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Asisten Laboratorium Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Sharing Alumni (SHALAM) yang ke-5 dengan mengangkat tema “The Future of Careers in Sharia Banking: Trends, Challenges, and Opportunities.” Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi Laboratorium Mini Bank dalam mendampingi mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor perbankan syariah yang terus berkembang. Sabtu, 10 mei 2025
Acara berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting dan dimulai pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa aktif jurusan Perbankan Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan dibuka oleh Master of Ceremony, Daris, yang memandu acara dengan penuh antusias. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh operator, Devi Oktaviani, untuk membangkitkan semangat kebangsaan seluruh peserta. Selanjutnya, sambutan hangat disampaikan oleh Ketua Pelaksana SHALAM V, Carissa Pramesti Wahyuda. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, "Rasa syukur dan terima kasih kami haturkan kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya Webinar Sharing Alumni ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah menjalin sinergi antara mahasiswa dan alumni, serta memberikan wawasan dan motivasi terkait dunia kerja di sektor perbankan syariah. Kami juga mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan memohon maaf jika ada kekurangan selama pelaksanaan. Harapannya, acara ini dapat berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi semua peserta.”
Acara resmi dibuka dengan Opening Speech oleh Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Dr. Yayuk Sri Rahayu, S.E., M.M., melalui sambutan pembuka yang menggarisbawahi pentingnya menjalin koneksi dengan alumni sebagai bagian dari pengembangan kapasitas diri mahasiswa. Beliau juga menyampaikan harapannya agar kegiatan SHALAM V ini dapat menjadi ruang inspiratif yang memberi manfaat nyata bagi mahasiswa. “Semoga acara ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi kalian semua dalam menyusun masa depan karir di dunia perbankan syariah,” ujarnya dengan penuh harap. Sebelum memasuki inti acara, kegiatan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Afrizal Rifa’i, sebagai bentuk permohonan agar acara berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Memasuki inti acara, Daris selaku MC menyerahkan kendali kegiatan kepada moderator, Jazila Wachid, yang memandu sesi pengenalan narasumber dan sharing session dalam format talkshow yang interaktif. Kedua narasumber yang merupakan alumni inspiratif dari Program Studi Perbankan Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah Muhammad Abdul Alim, S.E. dan Destina Fitria Sasmita, S.E..
Muhammad Abdul Alim, S.E. berbagi pengalaman nyata mengenai dinamika industri perbankan syariah serta bagaimana lulusan baru dapat mempersiapkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Ia menekankan, "Kembangkan skill sejak masa kuliah, dan jangan ragu untuk aktif dalam organisasi apapun itu. Organisasi membentuk karakter dan potensi diri yang tidak bisa didapat hanya dari ruang kelas.” Ia juga menyarankan untuk terus belajar mengendalikan emosi sejak dini. “Di dunia kerja, kita akan bertemu banyak orang dengan karakter yang berbeda. Kontrol emosional sangat penting untuk menjaga profesionalisme."
Destina Fitria Sasmita, S.E. melanjutkan sesi dengan memberikan motivasi tentang membangun karir di lembaga keuangan syariah. Ia menyampaikan, “Jangan cepat puas dengan skill yang kalian miliki. Terus improve, karena itu satu-satunya cara untuk tetap bertahan di dunia kerja yang kompetitif.” Ia juga menambahkan pentingnya penguasaan bahasa asing, serta menekankan agar mahasiswa tidak melewatkan peluang yang datang, betapapun beratnya syarat yang harus ditempuh. “Ambil semua peluang yang ada. Terabas saja, karena rezeki itu pasti ada jalannya. Dan satu hal lagi, acara sekeren ini seharusnya bisa diadakan secara offline tahun depan. HARUS! Karena ini benar-benar acara yang inspiratif dan berkesan!”
Setelah sesi talkshow, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang tetap dipandu oleh moderator, Jazila Wachid. Antusiasme peserta begitu tinggi, dan dari berbagai pertanyaan yang diajukan, terdapat tiga mahasiswa dengan pertanyaan paling menarik yang masing-masing mendapatkan reward berupa saldo e-money. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Raushan Fikri Syaikhu, Mukhamad Hafidh Fachruddin, dan Rahmadani Aidil Fitrohcahya. Sesi ini tidak hanya memperdalam bahasan materi, tetapi juga menciptakan dialog yang membangun antara mahasiswa dan alumni.
Usai sesi tanya jawab, MC kembali mengambil alih acara untuk memandu sesi penyerahan sertifikat penghargaan kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan motivasi yang telah dibagikan. Acara dilanjutkan dengan foto bersama secara daring, yang dipandu langsung oleh MC. Suasana keakraban dan semangat tergambar jelas dari wajah-wajah antusias peserta yang memenuhi layar Zoom.
Acara kemudian ditutup secara resmi oleh MC, menandai berakhirnya kegiatan SHALAM V. Sebagai penutup, moderator Jazila Wachid menyampaikan kesan pribadinya terhadap acara ini. Ia berkata, “pendapat ku pribadi ya, ini pertama kalinya aku ikut seminar pengembangan karir yg bertema perbankan syariah, dan itu bener" buka wawasan aku. yang awalnya aku tu gatau seluk beluknya dunia perbankan syariah jd akhirnya bisa tau karena kedua narsum tuh ceritain semua pengalaman karirnya secara gamblang. aku jd dapet insight karena itu. acaranya seruu bgt pokonyaaa. trs kalo saran sama masukan sih dari aku cuma satu, acara se inspiratif ini kedepannya harus diadain offline. HARUS SOALNYA INI ACARA BAGUS BGT! tahun depan semoga bisa diadaain offline”.
Melalui kegiatan SHALAM V ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya mendapatkan bekal pengetahuan tentang dunia kerja, tetapi juga mampu membangun motivasi dan kesiapan mental untuk menghadapi tantangan di sektor perbankan syariah. SHALAM bukan hanya tentang berbagi cerita, tetapi juga tentang membangun jembatan masa depan melalui inspirasi dan kolaborasi antara mahasiswa dan alumni.
Kontributor : Muqniatul Husniyah & Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang hari ini meresmikan Gedung Arrahim yang berada di Dusun Locari, Precet, Kota Batu (15/5). Peresmian ini merupakan bagian dari pengembangan Kampus 3 yang didanai oleh Saudi Fund for Development (SFD) melalui skema Pembiayaan Hibah dan/atau Pinjaman Luar Negeri (PHLN).
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada CEO SFD, Yang Mulia Sultan Abdulrahman Al Marshad, dan seluruh delegasi yang telah hadir secara langsung di Kampus UIN Malang. "Pembangunan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan landasan bagi masa depan pendidikan Islam yang unggul dan mendunia, pertumbuhan ekonomi lokal yang berkembang seiring hadirnya kampus, serta pengelolaan pendidikan terpadu yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," ujarnya.
Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA juga menyampaikan harapan agar UIN Malang dapat menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdampak bagi masyarakat. "Kami percaya bahwa UIN memiliki potensi besar untuk menjadi proyek pendidikan Islam yang berdiri teguh dan berdampak positif bagi masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, CEO SFD, Sultan Abdulrahman Al Marshad, menyampaikan komitmen untuk terus bekerja sama dengan UIN Malang dalam jangka panjang, yaitu hingga 49 tahun. "Proyek ini sangat penting, terutama dalam sektor pendidikan untuk mahasiswa. Saya sangat senang karena kami dapat hadir dan membuka proyek ini bersama," katanya.
Peresmian Gedung Arrahim ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari Indonesia dan Arab Saudi, termasuk Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. Kamaruddin Amin, M.Phil., Direktur Hibah dan Pinjaman Luar Negeri Bappenas, Ibu Setyawati, dan perwakilan dari Kementerian Keuangan RI.
Rektor UIN Malang juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra pelaksana proyek, termasuk PT Pembangunan Perumahan (PT PP) selaku kontraktor utama, PT Jaya CM JV PT Andaru Koncer Jagad sebagai konsultan manajemen dan pengawasan proyek (PMSC), dan PT Poladata Konsultan sebagai konsultan perencana.
Dengan peresmian Gedung Arrahim, UIN Malang semakin siap untuk menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dan terbuka bagi masyarakat luas, baik dalam maupun luar negeri. Semoga gedung ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di UIN Malang.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang gelar expo pesantren yang bertempat di Gedung Student Center (SC). Ribuan mahasiswa, mahasantri, pengunjung umum, hingga tokoh pendidikan Islam memadati lokasi untuk menyaksikan Expo Pesantren Se-Kota Malang. Rabu, 14 Mei 2025.
Kegiatan yang mengangkat tema "Pesantren Hebat, Santri Kuat, Indonesia Bermartabat" ini menjadi bukti nyata semangat untuk memperkuat eksistensi pesantren sebagai pusat nilai, pendidikan karakter, dan kemandirian bangsa.
Lebih dari 40 pesantren ternama di Kota Malang turut berpartisipasi dalam expo yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kota Malang dan Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang ini. Kehadiran Kepala Kemenag Kota Malang KH. Achmad Shamton Masduki, S.Hi M.Ag, Mudir Ma’had Pusat Al-Jami’ah UIN Malang Dr. Izzuddin, M.Hi, dan Ketua RMI NU Kota Malang Dr. Halimi Zuhdy semakin menambah semarak pembukaan acara. Para pengasuh pesantren, perwakilan Kemenag Kota Batu, dan sivitas akademika UIN Malang pula turut hadir memeriahkan acara.
Ketua RMI NU Kota Malang, Dr. Halimi Zuhdy, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Expo Pesantren ini dapat menjadi model nasional yang dapat diadopsi oleh universitas lain di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan besarnya potensi dan peran pesantren dalam pembangunan karakter bangsa. Expo ini diharapkan mampu menginspirasi dan memperkuat sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia.
Expo Pesantren Se-Kota Malang bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi. Melalui kegiatan ini berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan mulia yakni menguatkan pesantren dan mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas, berkarakter, dan bermartabat.
HUMAS UIN MALANG –Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap kampanye penanggulangan kekerasan berbasis gender yang diinisiasi oleh pihak kepolisian. Dukungan ini disampaikan dalam forum dialog terbuka antara Kapolresta Kota Malang dengan sivitas akademika UIN Maliki Malang, yang digelar di kampus setempat. Rabu, 14 Mei 2025.
Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Kapolresta Kota Malang dalam mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik dalam bentuk kekerasan fisik, simbolik, maupun kekerasan yang marak terjadi di dunia maya.
“Masalah kekerasan sudah sangat memprihatinkan, tak hanya di dunia nyata tetapi juga di dunia maya. Pengaruh media sosial di era digital ini sangat massif, bahkan sudah sampai pada taraf noise,” ujarnya di hadapan tamu undangan dari Bareskrim Polri, Kapolda Jawa Timur, pimpinan instansi pendidikan, serta lembaga terkait lainnya.
Prof. Zainuddin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan kekerasan berbasis gender. Ia mendorong pendekatan kolaboratif seperti triple helix, quadruple helix, bahkan hingga penta dan hexa helix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, media, masyarakat, serta NGO untuk bergotong-royong menciptakan solusi nyata.
“Kampus kami sangat terbuka dan telah menjalin kerja sama lintas sektoral, instansi, hingga lintas negara. Kolaborasi adalah kunci utama dalam mengatasi isu kekerasan yang kompleks ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Kapolresta Kota Malang atas terselenggaranya kegiatan ini, serta berharap agar forum serupa dapat terus berlanjut untuk membangun kesadaran kolektif dan langkah nyata dalam menanggulangi kekerasan berbasis gender di Indonesia.
HUMAS UIN MALANG –Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si., memberikan penyuluhan penting kepada mahasiswa UIN Maliki Malang tentang pentingnya kesadaran publik dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan. Kegiatan ini berlangsung penuh antusias dan menggugah kesadaran bersama akan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan di masyarakat. Rabu, 14 Mei 2025.
Dalam paparannya, Kombes Nanang mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 terdapat empat kasus anak yang mengarah pada tindak pencabulan atau sodomi. Ia menekankan bahwa kasus-kasus seperti ini perlu menjadi perhatian serius semua pihak, termasuk generasi muda sebagai agen perubahan sosial.
“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran kita bersama. Jangan tunggu sampai terjadi, baru kita bereaksi,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.
Tak hanya menyampaikan materi tentang kekerasan seksual, Kombes Nanang juga membawa kabar baik berupa program layanan vaksin HPV (Human Papillomavirus) yang diberikan kepada anak-anak usia 15 tahun sebagai bentuk perlindungan kesehatan jangka panjang terhadap kanker serviks dan penyakit menular seksual lainnya.
Menariknya, di akhir sesi, suasana semakin hidup saat Kombes Nanang membuka sesi tanya jawab langsung. Para mahasiswa diajak berdialog, menyampaikan pandangan, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Bagi mahasiswa yang berani menjawab dengan lantang, hadiah langsung pun diberikan oleh Kapolresta sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi aktif mereka.
“Kita butuh anak muda yang berani, peduli, dan siap terlibat dalam menjaga lingkungan dari tindak kekerasan. Jangan diam, mari bersuara,” ujarnya menutup kegiatan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara kepolisian dan civitas akademika dalam membangun masyarakat yang lebih sadar, aman, dan peduli terhadap sesama, khususnya anak-anak dan perempuan.