HUMAS UIN MALANG –Upaya serius untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif terus digaungkan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), kampus ini menggelar Dialog Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dengan tema “Langkah Strategis Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Gender yang Terjadi di Lingkungan Kampus”, Rabu, 14 Mei 2025 di Gedung Ir. Soekarno lantai 5.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, Dr. Nurul Azizah, S.IK., M.Si, Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang BARESKRIM POLRI. Beliau secara lugas memaparkan strategi konkret dalam mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.
Kehadiran Bareskrim Polri ini disambut hangat oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, para wakil rektor, dan juga para kepala biro. Dalam momen tersebut Prof. Zainuddin merasa berterima kasih dan senang atas kolaborasi dan partisipasi aktif dari Mabes Polri dengan Sivitas Akademika UIN Maliki Malang. “Saya ucapakan terimakasih atas kehadirannya di UIN Malang untuk dialog terbuka dengan para sivitas akademika,” ucapnya.
Sebagai orang nomor wahid di kampus UIN Malang, beliau juga mengenunjukkan progress pembangunan kampus III yang dibangun di atas bukit tepatnya di Dusun Locari, Precet Kota Batu. Beliau juga memaparkan bahwa pembangunan kampus III ini didanai oleh Saudi Fund for Development (SFD) dari Saudi Arabia. “Alhamdulillah pembangunan Gedung arrahim yang dibantu SFD akan diresmikan besok oleh CEO SFD langsung,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PSGA UIN Malang, Dr. Istiada, menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang aman bagi semua, termasuk perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya. "Melalui forum ini, kami ingin menanamkan kesadaran kolektif bahwa kekerasan tidak boleh ditoleransi dalam bentuk apa pun," ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program nasional bertajuk “Rise and Speak Campaign” yang diinisiasi oleh BARESKRIM POLRI. Kampanye ini bertujuan mendorong masyarakat untuk berani bersuara dan tidak diam ketika menghadapi ketidakadilan, kekerasan, atau situasi yang memerlukan keberanian moral.
Acara yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa, dosen, serta para aktivis kampus. Mereka diajak untuk lebih peduli, tanggap, dan berani melapor bila menemukan kasus kekerasan berbasis gender di sekitarnya.
Dengan semangat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi penegak hukum, diharapkan langkah preventif dan responsif terhadap kekerasan bisa lebih kuat, cepat, dan menyeluruh. UIN Malang pun menegaskan komitmennya sebagai kampus yang aman, adil, dan berperspektif gender.
HUMAS UIN MALANG — Kegiatan Asistensi Mengajar mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi ditutup pada Minggu, (11/5). Penutupan program yang telah berlangsung selama beberapa bulan ini digelar secara khidmat di aula SMA Mambaus Sholihin Blitar.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pelaksanaan program, di antaranya Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Faridatun Nikmah, M.Pd; Kepala Sekolah KH. Moh. Fauzil Anam, S.E; Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar Bapak Choirul Anam; serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Putri Wahyuningtiyah, S.Pd. Kehadiran para guru pamong yang selama ini membimbing mahasiswa turut menambah hangatnya suasana.
Dalam sambutannya, KH. Moh. Fauzil Anam, S.E menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa dan dukungan dari pihak kampus. Ia menilai kehadiran mereka membawa energi baru dalam proses pembelajaran di sekolah. “Semoga ilmu yang kalian tanamkan menjadi amal jariyah, dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Faridatun Nikmah, M.Pd menekankan bahwa pengalaman lapangan seperti ini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter guru. Ia juga mengapresiasi suasana pembelajaran khas pesantren yang memberikan nilai tambah tersendiri. “Mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar membangun kedekatan emosional, nilai religius, dan komunikasi efektif dengan siswa,” jelasnya.
Salah satu momen yang paling menyentuh dalam acara ini adalah penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa. Mereka mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari seluruh warga sekolah. Banyak yang menyebut pengalaman ini sebagai titik balik dalam membentuk identitas mereka sebagai calon pendidik. Lingkungan sekolah yang religius dan disiplin menjadi inspirasi tersendiri bagi mereka.
Sebagai bentuk apresiasi, para mahasiswa menyerahkan kenang-kenangan berupa cinderamata dan buku saku bahasa kepada pihak sekolah. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol kebersamaan sekaligus dokumentasi kenangan yang tak terlupakan.
Dengan berakhirnya program Asistensi Mengajar ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan SMA Mambaus Sholihin Blitar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pendidik yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Kehadiran mahasiswa di lingkungan pesantren telah menghadirkan semangat baru bagi dunia pendidikan yang terus berkembang mengikuti dinamika zaman.
HUMAS UIN MALANG – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Daerah Sumatera Utara resmi melantik kepengurusan baru periode 2024–2028 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat dan meriah di Hotel Nivia, Medan, pada Minggu, 11 Mei 2025.
Acara ini turut dihadiri oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, beserta rombongan, dan disambut hangat oleh para pengurus serta Keluarga Besar IKA UIN Malang Sumatera Utara. Hadir pula sejumlah tamu kehormatan dari pemerintahan daerah, termasuk perwakilan dari Gubernur Sumatera Utara, Walikota Medan, serta perwakilan dari Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag.
Kegiatan pelantikan ini dimeriahkan dengan Seminar Nasional serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan berbagai kampus Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Sumatera Utara. Momen ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi akademik antara alumni, perguruan tinggi, dan pemangku kebijakan daerah.
Ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi disampaikan kepada seluruh panitia, tamu undangan, dan peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Secara khusus, penghargaan diberikan kepada Dewan Pembina Dr. Muhammad Taufiq, MA, Dewan Penasehat Dr. Irma Suryani Siregar, MA, Dewan Pakar Maslatif Dwi Purnomo, M.Hum., Ph.D, Ketua Umum IKA UIN Malang Sumut Hendri Yahya Sahputra, M.Pd, Sekretaris Umum Nurhalimah, M.Pd, Bendahara Umum Fitri Mawaddah Bako, M.Pd, Serta seluruh pengurus lainnya yang telah bekerja keras mewujudkan kegiatan ini.
Momen bersejarah ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk meningkatkan peran aktif alumni dalam mendukung pembangunan daerah dan pengembangan pendidikan Islam yang inklusif dan progresif. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus dijaga sebagai fondasi bagi kolaborasi-kolaborasi positif ke depan.
Terima kasih dan sampai jumpa di kegiatan IKA UIN Malang Sumut selanjutnya.
HUMAS UIN MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mencetak sejarah baru dengan menggelar Talk Show Pengenalan Figur Calon Rektor periode 2025–2029, Jumat sore (9/5/2025) di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor Prof. Dr. M. Zainuddin, M.A. dan menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk mengenal lebih dekat sosok-sosok pemimpin masa depan kampus.
Sebanyak 12 calon rektor hadir dan menyampaikan visi, misi, serta gagasan strategis mereka dalam membangun UIN Maliki ke arah yang lebih maju. Fokus utama mereka mencakup penguatan akademik, kemahasiswaan, kelembagaan, integrasi sains dan Islam, hingga pembentukan karakter ulul albab.
"Jumlah ini luar biasa. Ini adalah rekor terbanyak di lingkungan PTKIN se-Indonesia, menunjukkan semangat dan partisipasi tinggi dari para akademisi," ujar Prof. Zainuddin dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa tugas rektor kini jauh lebih berat karena UIN Maliki telah menjadi bagian dari World Class University. Ia juga berpesan bahwa calon rektor harus memiliki konsep yang jelas, kemampuan manajerial dan intelektual yang kuat, serta penguasaan bahasa asing sebagai bekal penting untuk bersaing di kancah global.
Ketua Senat UIN Maliki, Prof. Dr. Mufidah Ch., M.Ag., menjelaskan bahwa talk show ini menjadi pembuka rangkaian seleksi calon rektor dengan tema utama “Sukses, Gembira, dan Berkah dalam Pengembangan Kampus.” Usai talk show, para calon akan mengisi deskripsi diri pada 20 Mei, disusul rapat tertutup Senat pada 21 Mei untuk memberikan pertimbangan kualitatif. Seluruh hasil seleksi kemudian akan dikirim ke Kementerian Agama RI untuk uji kompetensi yang dilaksanakan oleh panitia seleksi nasional. Dari proses tersebut, tiga nama terbaik akan diajukan kepada Menteri Agama untuk ditetapkan satu rektor terpilih, yang akan dilantik akhir Juli 2025. Dalam suasana penuh kebersamaan, dua belas calon rektor menandatangani komitmen bersama untuk mendukung proses suksesi secara damai, bermartabat, dan menerima hasil akhir dengan lapang dada demi kemajuan kampus tercinta. Adapun 12 nama calon rektor UIN Maliki Malang periode 2025–2029 adalah: Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. Prof. Dr. H. Saifullah, S.H., M.Hum Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A. Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, M.A Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. Prof. Dr. H. Suhartono, S.Si., M.Kom Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S.Ag., M.Si Prof. Dr. H. Mohammad Samsul Ulum, M.A. Prof. Dr. H. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. Dengan antusiasme tinggi dari para kandidat dan dukungan penuh dari seluruh elemen kampus, UIN Maliki Malang menunjukkan kesiapan luar biasa untuk terus tumbuh menjadi perguruan tinggi Islam unggulan bereputasi internasional.
HUMAS UIN MALANG-Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi (MIA) pada hari selasa, 6 Mei 2025 melepas 7 mahasiswi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus mengumumkan pemenang lomba Gebyar Qur’ani dan Seni Special Edition Furqan Junior. Kegiatan ini merupakan momen puncak dari program kerja sama lintas negara yang melibatkan mahasiswi UIN Malang dalam program Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional.
7 mahasiswi UIN Malang telah melaksanakan tugas pengajaran dan pengabdian selama 1 bulan, dimulai tanggal 8 April hingga 6 Mei 2025. 4 mahasiswi berasal dari program studi pendidikan Bahasa Arab, dan 3 mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Mereka telah terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pembelajaran, tahfiz, serta aktivitas pengabdian lainnya. Kehadiran mereka dinilai membawa nuansa baru dalam pendekatan pembelajaran serta meningkatkan minat belajar para pelajar, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab, Inggris dan pemahaman keislaman berbasis Al-Qur’an dengan berbagai kegiatan menarik.
Dalam sambutannya, Mudir Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahhmadi Ustadz Hazren Bin Ahmad menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kontribusi para mahasiswi selama menjalankan tugas pengajaran dan pengabdian. Bersama dengan pimpinan MIA, Ustadz Masran disaksikan oleh seluruh asatidz asatidzah dan pelajar MIA satu persatu mahasiswi UIN Malang diberi sertifikat dan cinderamata. Momen itu penuh rasa haru dan mengukirkan kenangan indah. Untuk kembali ke tanah air Indonesia terasa berat kaki melangkah namun perjuangan menyelesaikan Pendidikan harus kami tuntaskan, ujar mahasiswi UIN Malang.
Diwaktu bersamaan diumumkan para pemenang lomba Gebyar Qur’ani dan Seni Special Edition Furqon Junior. Lomba ini merupakan kegiatan unggulan yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan seni di kalangan pelajar. Lomba yang digelar mencakup berbagai kategori, musabaqoh hifdzil qur’an special furqan junior, pidato Bahasa Melayu, dan syi’ir Bahasa Melayu yang telah sukses dilaksankan pada hari Kamis, 1 Mei 2025. Para pemenang menerima sertifikat penghargaan dan hadiah edukatif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengekspresikan nilai-nilai Qur’ani dan seni.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari seluruh pelajar dan para asatidz asatidzah MIA. Kegiatan ini tidak hanya menjadi penanda akhir masa tugas mahasiswi asistensi mengajar UIN Malang, tetapi juga menjadi refleksi nyata dari kolaborasi pendidikan antarnegara yang produktif. Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan kerja sama antara UIN Malang dan Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi Qur’ani yang kreatif dan berkarakter.
HUMAS UIN MALANG – Siang ini, 6 Mei 2025, proses asesmen lapangan oleh tim asesor ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik) secara resmi ditutup dengan sesi closing meeting bersama jajaran pimpinan dan civitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Asesmen ini berfokus pada dua program studi unggulan di Fakultas Sains dan Teknologi, yakni Prodi Matematika dan Prodi Fisika. Hadir dalam tim taskforce ASIIN adalah lima asesor terkemuka: Prof. Dr. Gert-Ludwig Ingold (University of Augsburg), Prof. Dr. Norbert Kalus (Berlin University of Applied Sciences and Technology), Prof. Dr. Setia Pramana (Politeknik Statistika STIS, BPS Statistics Indonesia), Dr. Natalia Vega (staf ASIIN), dan Ariqah Mumtazah.
Dalam penyampaian hasil asesmen, Dr. Natalia Vega memberikan apresiasi tinggi terhadap manajemen institusi yang dinilai sangat solid, mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga program studi. “Layanan akademik yang bagus telah memberikan nilai lebih terhadap proses akreditasi ASIIN,” ungkapnya. Ia juga menyoroti keunikan UIN Maliki Malang yang menghadirkan program Ma’had bagi mahasiswa baru. Menurutnya, program ini memberikan nilai positif dalam membentuk karakter dan integritas mahasiswa. Selain itu, hasil koresponden dari dosen-dosen menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap layanan kampus, termasuk fasilitas gedung yang ramah disabilitas.
Namun demikian, beberapa catatan perbaikan juga disampaikan, khususnya terkait dengan penyelarasan koleksi e-book di Prodi Matematika dan Fisika. Untuk Prodi Fisika, tim asesor juga mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas riset kolaborasi agar hasil penelitian lebih berdampak luas. “Industri harus dilibatkan dalam penyusunan kurikulum agar lulusan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan dunia kerja,” tegasnya.
Menanggapi hasil asesmen tersebut, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. H.M Zainuddin, MA menyampaikan rasa syukur dan harapan besar terhadap hasil akhir akreditasi. Ia menegaskan bahwa masukan dari tim ASIIN akan dijadikan sebagai bahan evaluasi berharga dalam pengembangan kualitas kampus ke depan. “Semoga asesmen ini memberikan hasil yang memuaskan dan membawa kampus ini semakin diakui secara internasional melalui akreditasi ASIIN," pungkasnya.
HUMAS UIN MALANG - Asisten Laboratorium Mini Bank Fakultas Ekonomi terus menjalankan perannya. Kali ini mereka turut andil dalam mendampingi kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Lab. Perbankan II mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, 15 April 2025 lalu.
Pendampingan ini dilaksanakan di Laboratorium Mini Bank, Gedung Fakultas Ekonomi, dengan bentuk praktikum yang dirancang menyerupai aktivitas nyata pegawai bank, guna mengasah keterampilan teknis mahasiswa secara langsung.
Saat itu, yang didampingi Aslab adalah Offering G dengan dosen pengampu Lempang Hasibuan, S.E., M.E.s.. UTS kali ini berfokus pada praktik menghitung uang cepat sesuai dengan standar perbankan profesional. Mahasiswa diberikan simulasi menghitung uang dalam tempo yang telah ditentukan untuk menguji ketelitian, kecepatan, dan ketepatan dalam pengelolaan uang tunai.
Dalam praktiknya, terdapat empat teknik menghitung uang cepat yang dikenalkan, yaitu teknik primitif, semi profesional, profesional, dan menggunakan mesin hitung. Setiap teknik memiliki pendekatan berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat akurasi, di mana teknik profesional dan penggunaan mesin menjadi metode yang paling umum digunakan dalam industri perbankan modern.
Selanjutnya, 23 April 2025, Aslab juga kembali mendampingi pelaksanaan UTS untuk kelas B, A, dan C di bawah bimbingan Guntur Kusuma Wardana, S.E., M.M.. Ujian dilaksanakan dalam bentuk praktik mengetik cepat ala pegawai bank, yang bertujuan untuk mengasah kecepatan dan ketepatan pengetikan data transaksi perbankan dalam sistem simulasi.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari para mahasiswa. Mukhammad Hafidh Fachruddin, salah satu peserta UTS kelas A, mengungkapkan bahwa pendampingan dari aslab sangat membantu dalam menciptakan suasana ujian yang kondusif dan memudahkan mahasiswa dalam memahami alur praktikum. “Alhamdulillah UTS-nya berjalan lancar, dan kehadiran aslab benar-benar bikin kita merasa lebih siap karena mereka ngarahin dengan jelas. Jadi nggak grogi,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Zahro Nur Latifah, mahasiswa kelas G, yang menilai bahwa UTS mengetik cepat ini sangat menantang namun menyenangkan karena suasana praktik dibuat menyerupai kondisi kerja nyata di dunia perbankan. “Seru banget karena berasa kayak kerja di bank beneran. Aslab-nya juga sabar dan bantuin banget dari awal sampai akhir,” katanya.
Sementara itu, Maulidya Annisa, salah satu Aslab Minibank yang bertugas pada tanggal 15 April, menyampaikan pengalamannya selama mendampingi kegiatan tersebut. “Kami sebagai aslab tentu berharap bisa terus menjadi jembatan antara materi perkuliahan dan praktik lapangan. Melihat teman-teman mahasiswa antusias dan serius selama UTS bikin capeknya terbayar,” tuturnya dengan semangat.
Secara keseluruhan, pendampingan UTS oleh Aslab Mini Bank berjalan dengan lancar, tertib, dan mendapat apresiasi dari dosen maupun mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membentuk kompetensi praktis mahasiswa, sekaligus memperkuat peran Aslab Mini Bank sebagai mitra akademik dalam mendukung pengembangan keterampilan profesional di bidang perbankan. (kf/se)
HUMAS UIN MALANG – Senin pagi, 5 Mei 2025, menjadi momen bersejarah bagi dua program studi di Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Program Studi Matematika dan Fisika resmi menjalani proses akreditasi internasional oleh lembaga bergengsi asal Jerman, ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics). Ada Lima Asesor atau Tim Taskforce Prof. Dr. Gert-Ludwig Ingold dari University of Augsburg, Prof. Dr. Norbert Kalus Berlin University of Applied Sciences and Technology, Prof. Dr. Setia Pramana Politeknik Statistika STIS, BPS Statistics Indonesia, Dr. Natalia Vega staf ASIIN, dan Ariqah Mumtazah Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Hasanuddin.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, beserta jajaran pimpinan universitas seperti para wakil rektor, kepala biro, kepala LPM, Ketua Senat, para guru besar, hingga sivitas akademika Fakultas Saintek. Mereka hadir untuk menyambut lima asesor internasional ASIIN yang akan menilai kesiapan dan kualitas kedua program studi unggulan tersebut. Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin menyampaikan paparan historis tentang kampus berlogo ulul albab ini kepada para asesor. Ia menegaskan bahwa akreditasi internasional bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi merupakan langkah konkret UIN Maliki Malang dalam memperkuat identitasnya sebagai kampus unggulan bereputasi internasional.
“Kampus ini telah dinobatkan sebagai kampus Islam terbaik versi UniRank dan menjadi unggulan di lingkungan PTKIN. Saat ini, lebih dari 400 mahasiswa asing dari berbagai negara menimba ilmu di sini. ASIIN adalah bagian dari lompatan kami menuju reputasi global,” ujar Prof. Zainuddin dengan penuh optimisme.
Ia juga mengapresiasi kesiapan Fakultas Saintek dalam menyongsong akreditasi ini, menyebut bahwa proses asesmen lapangan harus dikawal dengan sebaik-baiknya agar hasilnya maksimal.
Sementara itu, Dekan Fakultas Saintek, Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si, menuturkan bahwa upaya memperoleh akreditasi ASIIN telah dipersiapkan sejak dua tahun lalu, tepatnya sejak tahun 2023. Mulai dari penyusunan kurikulum berstandar internasional hingga pembentukan Tim Taskforce untuk mendampingi asesmen lapangan.
“Kami berharap seluruh proses asesmen ini berjalan lancar dan membuahkan hasil terbaik. Semoga Matematika dan Fisika bisa menyusul kesuksesan Fakultas Syariah yang lebih dahulu meraih akreditasi FIBAA,” ujarnya penuh harap.
Salah satu asesor ASIIN, Prof. Dr. Gert-Ludwig Ingold dari University of Augsburg, menunjukkan ketertarikannya pada pentingnya keberadaan Prodi Matematika dan Fisika di UIN Maliki Malang. Ia mengajukan berbagai pertanyaan yang menggali peran strategis kedua prodi tersebut dalam pengembangan saintek berbasis nilai-nilai Islam.
Prof. Ingold juga menjelaskan peran Tim Taskforce dalam proses akreditasi ini. Mereka bertugas melakukan asesmen lapangan, mengumpulkan data dan informasi melalui wawancara dan observasi, serta menyusun laporan asesmen yang akan menjadi dasar penilaian akhir.
“Tujuan kami adalah memastikan bahwa program studi ini memenuhi standar internasional yang ketat, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas berkelanjutan,” jelasnya. Dengan proses akreditasi ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin meneguhkan posisinya sebagai pelopor integrasi sains dan Islam di kancah global. Harapannya, langkah besar ini akan menjadi pembuka jalan bagi program studi lainnya untuk menembus pengakuan internasional yang lebih luas.
HUMAS UIN MALANG — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti lantai 2 Gedung Micro Teaching UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Senin, 5 Mei 2025. Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maliki Malang yang diketuai oleh Dra. Hj. Shofiyah Zainuddin menggelar peringatan Hari Kartini yang dirangkai dengan acara halal bihalal bagi seluruh keluarga besar DWP.
Dengan mengusung tema "Menguatkan Cinta Menuju Keluarga Bahagia", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan dalam membangun keluarga yang harmonis sekaligus mempererat tali silaturahmi pasca Ramadan.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya merawat silaturahmi tidak hanya di bulan Syawal, tetapi sepanjang waktu, karena itu adalah bagian dari ajaran Islam yang luhur.
"Silaturahmi itu bukan hanya tradisi Syawal, tapi perintah agama yang harus dijaga terus-menerus," tegas Prof. Zainuddin.
Lebih jauh, Prof. Zainuddin menyoroti tantangan berat yang dihadapi kaum ibu di era digital saat ini. Jika dahulu anak-anak belajar dari mushola dan masjid, kini dunia mereka telah bergeser ke media sosial dan kafe. Peran ibu pun semakin vital dalam mendampingi anak-anak agar tidak salah arah dalam berinteraksi di dunia maya.
“Sekarang anak-anak lebih banyak belajar dari media sosial. Maka, ibu harus hadir, membimbing, dan menjadi filter utama di rumah,” ujarnya. “Kalau di sekolah, masih ada guru yang mengawasi delapan jam. Tapi di luar itu, peran ibu tidak tergantikan.”
Sebagai bentuk penguatan peran ibu dalam keluarga, DWP menghadirkan seorang narasumber inspiratif, Dr. Hj. Halimatus Sa’diah, M.Psi., seorang psikolog yang membahas strategi menjaga keharmonisan keluarga di tengah dinamika zaman.
Acara ini tidak hanya menjadi ruang untuk menimba ilmu, tetapi juga menjadi wadah saling menguatkan antar anggota DWP. Di penghujung acara, Prof. Zainuddin menyampaikan doa tulus untuk seluruh anggota DWP.
“Saya doakan semoga tim DWP dipanjangkan umurnya, diberikan kesehatan, dan dilapangkan rizkinya,” ucapnya, yang langsung diamini oleh seluruh hadirin dengan penuh haru.
Semangat Kartini yang membara dalam kebersamaan halal bihalal ini menjadi energi baru bagi DWP UIN Maliki Malang untuk terus berkarya, memperkuat peran perempuan, dan menjaga ketahanan keluarga sebagai fondasi utama peradaban bangsa.