UIN Malang Gandeng Bareskrim Polri, Dorong Kampus Bebas Kekerasan Berbasis Gender
Abadi Wijaya Rabu, 14 Mei 2025 . in Berita . 288 views

 

9341_siapa.jpeg

HUMAS UIN MALANG –Upaya serius untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif terus digaungkan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), kampus ini menggelar Dialog Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dengan tema “Langkah Strategis Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Gender yang Terjadi di Lingkungan Kampus”, Rabu, 14 Mei 2025 di Gedung Ir. Soekarno lantai 5.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, Dr. Nurul Azizah, S.IK., M.Si, Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang BARESKRIM POLRI. Beliau secara lugas memaparkan strategi konkret dalam mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.

9342_af.jpeg

Kehadiran Bareskrim Polri ini disambut hangat oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, para wakil rektor, dan juga para kepala biro. Dalam momen tersebut Prof. Zainuddin merasa berterima kasih dan senang atas kolaborasi dan partisipasi aktif dari Mabes Polri dengan Sivitas Akademika UIN Maliki Malang. “Saya ucapakan terimakasih atas kehadirannya di UIN Malang untuk dialog terbuka dengan para sivitas akademika,” ucapnya.

Sebagai orang nomor wahid di kampus UIN Malang, beliau juga mengenunjukkan progress pembangunan kampus III yang dibangun di atas bukit tepatnya di Dusun Locari, Precet Kota Batu. Beliau juga memaparkan bahwa pembangunan kampus III ini didanai oleh Saudi Fund for Development (SFD) dari Saudi Arabia. “Alhamdulillah pembangunan Gedung arrahim yang dibantu SFD akan diresmikan besok oleh CEO SFD langsung,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PSGA UIN Malang, Dr. Istiada, menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang aman bagi semua, termasuk perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya. "Melalui forum ini, kami ingin menanamkan kesadaran kolektif bahwa kekerasan tidak boleh ditoleransi dalam bentuk apa pun," ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program nasional bertajuk “Rise and Speak Campaign” yang diinisiasi oleh BARESKRIM POLRI. Kampanye ini bertujuan mendorong masyarakat untuk berani bersuara dan tidak diam ketika menghadapi ketidakadilan, kekerasan, atau situasi yang memerlukan keberanian moral.

Acara yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa, dosen, serta para aktivis kampus. Mereka diajak untuk lebih peduli, tanggap, dan berani melapor bila menemukan kasus kekerasan berbasis gender di sekitarnya.

Dengan semangat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi penegak hukum, diharapkan langkah preventif dan responsif terhadap kekerasan bisa lebih kuat, cepat, dan menyeluruh. UIN Malang pun menegaskan komitmennya sebagai kampus yang aman, adil, dan berperspektif gender.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up