HUMAS UIN MALANG — Kegiatan Asistensi Mengajar mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi ditutup pada Minggu, (11/5). Penutupan program yang telah berlangsung selama beberapa bulan ini digelar secara khidmat di aula SMA Mambaus Sholihin Blitar.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pelaksanaan program, di antaranya Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Faridatun Nikmah, M.Pd; Kepala Sekolah KH. Moh. Fauzil Anam, S.E; Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar Bapak Choirul Anam; serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Putri Wahyuningtiyah, S.Pd. Kehadiran para guru pamong yang selama ini membimbing mahasiswa turut menambah hangatnya suasana.
Dalam sambutannya, KH. Moh. Fauzil Anam, S.E menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa dan dukungan dari pihak kampus. Ia menilai kehadiran mereka membawa energi baru dalam proses pembelajaran di sekolah. “Semoga ilmu yang kalian tanamkan menjadi amal jariyah, dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Faridatun Nikmah, M.Pd menekankan bahwa pengalaman lapangan seperti ini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter guru. Ia juga mengapresiasi suasana pembelajaran khas pesantren yang memberikan nilai tambah tersendiri. “Mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar membangun kedekatan emosional, nilai religius, dan komunikasi efektif dengan siswa,” jelasnya.
Salah satu momen yang paling menyentuh dalam acara ini adalah penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa. Mereka mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari seluruh warga sekolah. Banyak yang menyebut pengalaman ini sebagai titik balik dalam membentuk identitas mereka sebagai calon pendidik. Lingkungan sekolah yang religius dan disiplin menjadi inspirasi tersendiri bagi mereka.
Sebagai bentuk apresiasi, para mahasiswa menyerahkan kenang-kenangan berupa cinderamata dan buku saku bahasa kepada pihak sekolah. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol kebersamaan sekaligus dokumentasi kenangan yang tak terlupakan.
Dengan berakhirnya program Asistensi Mengajar ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan SMA Mambaus Sholihin Blitar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pendidik yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Kehadiran mahasiswa di lingkungan pesantren telah menghadirkan semangat baru bagi dunia pendidikan yang terus berkembang mengikuti dinamika zaman.
Kontributor: Zulfa
Editor: Azman Fawwazi



