HUMAS UIN MALANG – Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) tengah bersiap meraih akreditasi unggul. Tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA), yaitu Prof. Dra. Endang Srimurni Kusmintarsih, S.U., Ph.D dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Dr. Erly Marwani, M.S dari Institut Teknologi Bandung, hadir untuk melakukan asesmen lapangan pada Program Studi Magister Biologi. Proses akreditasi ini dijadwalkan berlangsung pada 12-15 Februari 2025.
Kehadiran tim asesor ini disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., Kepala Biro AUPK Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag., Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I., serta Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Hj. Sri Mulyani, M.Si., bersama jajaran wakil dekan dan kepala program studi. Dalam sambutannya, Prof. Umi memperkenalkan konsep perkuliahan di UIN Maliki Malang yang mewajibkan mahasiswa baru, termasuk mahasiswa asing, untuk tinggal di ma’had selama satu tahun. Hal ini menjadi ciri khas kampus berlogo ulul albab tersebut. “Alhamdulillah, UIN Maliki Malang merupakan PTKIN dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak. Bahkan, kami juga telah menerima mahasiswa non-Muslim sebagai wujud komitmen untuk menjadi kampus yang inklusif,” ungkapnya. Ia juga berharap asesmen ini menjadi momentum perbaikan berkelanjutan bagi Prodi Magister Biologi agar semakin berkualitas. “Saya yakin asesmen ini akan membawa perubahan yang lebih baik. Semoga Magister Biologi bisa menjadi prodi unggulan di Fakultas Sains dan Teknologi,” harapnya.
Sementara itu, tim asesor LAMSAMA menegaskan bahwa proses akreditasi merupakan agenda lima tahunan yang menuntut evaluasi dan perbaikan secara berkala. “Kegiatan ini lebih pada klarifikasi antara dokumen dan implementasi di lapangan. Kami berharap ada kerja sama yang baik agar penyajian data berjalan lancar,” ujar salah satu asesor.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Hj. Sri Mulyani, M.Si., menyampaikan bahwa saat ini Fakultas Saintek memiliki 11 program studi S-1 dan dua program studi S-2. “Dari semua prodi, baru Teknik Informatika yang sudah terakreditasi unggul. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas, termasuk melalui re-akreditasi prodi lainnya. Semoga asesmen ini membawa hasil terbaik untuk Prodi Magister Biologi,” pungkasnya.
Dengan semangat kerja sama yang solid, akreditasi ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang dalam mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing global.
HUMAS UIN MALANG – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat program akademik demi meningkatkan mutu pendidikan. Dalam rangka itu, pengarahan perkuliahan bagi para dosen digelar di Auditorium Lantai 4 Fakultas Sains dan Teknologi pada hari Senin (12/02/2024). Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen serta jajaran pimpinan fakultas dan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag.
Dalam pengarahannya, Prof. Umi menyampaikan sembilan program akademik yang menjadi fokus utama fakultas, di antaranya adalah penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) pada 53 program studi, akreditasi internasional program studi, publikasi buku ajar dan referensi, riset kolaboratif, peningkatan grade jurnal ilmiah, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk prodi unggulan, partisipasi dalam forum internasional, program visiting lecturer, peningkatan jumlah artikel ilmiah yang terindeks Scopus dan Jurnal Ilmiah Bereputasi (JIB), serta sertifikasi editor melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
“Dosen juga harus meningkatkan capaian pada tujuh indikator kinerja individu (IKI), yang meliputi penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat di luar kampus, jumlah sitasi Scopus/Web of Science (WoS), sitasi selain Scopus, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta penerbitan buku atau e-book,” ungkap Prof. Umi dalam pemaparannya.
Selain itu, beliau menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengajaran melalui pembelajaran berbasis teknologi serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam setiap mata kuliah. Dengan strategi ini, diharapkan lulusan FST UIN Malang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang unggul, tetapi juga karakter yang kuat dan mampu bersaing di dunia kerja global.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kewajiban mengajar dosen yang tercatat dalam Beban Kinerja Dosen (BKD) pada jenjang S1 harus dimaksimalkan oleh fakultas guna meningkatkan efektivitas pengajaran dan kontribusi akademik. Setiap dosen juga diharapkan dapat berkolaborasi dalam penelitian internasional untuk meningkatkan daya saing universitas.
Dengan pengarahan ini, diharapkan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin siap dalam meningkatkan daya saing akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Seluruh dosen diimbau untuk berperan aktif dalam mewujudkan program-program unggulan yang telah dirancang demi kemajuan fakultas dan universitas secara keseluruhan.
HUMAS UIN MALANG, (12/2) – Kelompok mahasiswa Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa (AM-KKM) Internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi memulai pengabdian mereka di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 (SBSM 5), Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia. Rombongan tiba pada pukul 21.00 waktu setempat dan disambut hangat oleh Ibu Mimin Mintarsih selaku pengelola SBSM 5, beserta suaminya, Ustadz Liling Sibro Milisi.
Turut hadir pula mahasiswa KKN dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang telah lebih dahulu melaksanakan program serupa di lokasi tersebut. Dalam sambutannya, Ustadz Liling menyampaikan selamat datang serta mengenalkan latar belakang berdirinya SBSM 5, termasuk sistem pembelajaran dan nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan sanggar. Beliau berpesan agar mahasiswa menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan menjadikan pengalaman ini sebagai sarana menimba pahala dan keberkahan dari Allah SWT.
Setelah prosesi sambutan, para mahasiswa UIN Malang memperkenalkan diri satu per satu, dilanjutkan dengan orientasi kegiatan yang mencakup penjelasan mengenai jadwal pembelajaran, pembagian tugas mengajar, penggunaan jurnal, bahan ajar, serta denah kelas dan fasilitas sanggar.
Keesokan harinya, pada 13 Februari 2025, para mahasiswa AM-KKM mulai menjalankan tugas mengajar secara langsung. Momen perkenalan dengan guru dan siswa pun terjadi secara alami di sela-sela proses pembelajaran. Di waktu istirahat, para mahasiswa berkumpul di kantor guru untuk berkenalan lebih dekat dengan seluruh tenaga pendidik SBSM 5. Dalam kesempatan ini, Bu Afni selaku tata usaha menyampaikan motivasi kepada para mahasiswa untuk tetap semangat dan menjadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga dalam perjalanan akademik maupun spiritual mereka.
Puncak kegiatan orientasi ditandai pada 18 Februari 2025, saat seluruh mahasiswa diperkenalkan secara resmi kepada seluruh siswa SBSM 5 dalam momen senam pagi bersama. Acara ini menandai dimulainya program kerja mahasiswa AM-KKM Internasional UIN Malang yang akan berlangsung selama 28 hari, mulai 13 Februari hingga 11 Maret 2025.
Dengan semangat kolaboratif dan niat tulus untuk berbagi ilmu, mahasiswa UIN Malang siap memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat Malaysia melalui kegiatan pendidikan yang moderat, mendidik, dan penuh makna.
HUMAS UIN MALANG-Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Romo K.H. R. Muhammad Syafii, SH., M.Hum., melakukan kunjungan kerja ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Rabu, 12 Februari 2025. Kehadiran beliau disambut langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, beserta jajaran wakil rektor, kepala biro, dekan, serta ketua lembaga dan unit. Dalam kunjungannya, Wamenag membahas program makan bergizi gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045. Ia optimis bahwa program ini bisa terwujud dengan langkah efisiensi anggaran yang tengah digalakkan oleh pemerintah di seluruh kementerian. “Efisiensi ini harus kita sikapi dengan optimisme dan sinergisitas antar kementerian di bawah Kabinet Indonesia Maju. Presiden mengajak kita untuk berhemat selama satu tahun ini agar di tahun berikutnya kita bisa fokus menyelesaikan utang negara dan merealisasikan program-program strategis,” ujar Wamenag. Ia juga menekankan bahwa bentuk efisiensi di dunia pendidikan bisa diterapkan melalui metode blended learning, yaitu perpaduan pembelajaran daring dan luring. Langkah ini dinilai mampu menekan biaya operasional kampus tanpa mengurangi kualitas layanan kepada mahasiswa. “Insyaallah program makan bergizi ini akan segera terwujud karena SDM yang dilahirkan UIN Malang sangat mumpuni,” tambahnya. Sementara itu, Rektor UIN Malang, Prof. Zainuddin, menyambut baik gagasan efisiensi anggaran yang disampaikan Wamenag. Ia juga mengapresiasi orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Romo K.H. R. Muhammad Syafii meskipun dalam waktu singkat, namun memiliki substansi yang padat dan bermakna. “Saya mengamini upaya efisiensi ini dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Menteri Agama di kampus UIN Malang. Semoga pertemuan ini bukan yang terakhir dan kita bisa terus berkolaborasi untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Zainuddin. Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, UIN Malang akan mengadakan forum diskusi akademik yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta pemangku kebijakan guna merancang strategi implementasi blended learning yang lebih efektif. Selain itu, kampus juga akan melakukan kajian akademik untuk mendukung realisasi program makan bergizi gratis, yang diharapkan dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain di Indonesia. Diharapkan dengan adanya pertemuan ini, sinergi antara dunia akademik dan pemerintah semakin kuat, terutama dalam membangun generasi unggul melalui program-program strategis yang berorientasi pada kesejahteraan dan kualitas pendidikan.
HUMAS UIN MALANG – Kelompok KKM Mandala Aksara dari UIN Malang sukses menggelar peringatan Isra’ Mi’raj dan serangkaian perlombaan di Desa Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Acara yang berlangsung pada 26 Januari 2025, bertepatan dengan malam 27 Rajab 1446 H, dihadiri oleh warga setempat serta para santri Mushola An-Nur.
Kegiatan ini diawali dengan acara inti yang mencakup pembacaan diba’iyah, sambutan dari ketua KKM, serta sambutan shohibul bait dari Mushola An-Nur. Dalam sambutannya, pemateri menekankan bahwa Isra’ Mi’raj merupakan salah satu mukjizat besar Nabi Muhammad SAW, di mana beliau melakukan perjalanan luar biasa menuju langit ketujuh hanya dalam satu malam. Peristiwa ini menjadi momentum penting dalam Islam, karena menjadi landasan penetapan kewajiban sholat lima waktu bagi umat Muslim.
Sebagai pengingat bagi seluruh peserta, ayat pertama dari Surah Al-Isra' (QS. 17:1) turut disampaikan dalam acara ini:
“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Peristiwa Isra’ dan Mi’raj terbagi dalam dua tahap. Isra’ merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Ka’bah di Makkah menuju Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, sementara Mi’raj adalah perjalanan spiritual menuju langit yang menunjukkan kebesaran Allah SWT. Peristiwa ini mengajarkan umat Islam tentang pentingnya iman, ketaatan, serta keteguhan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Sebagai rangkaian acara lanjutan, KKM Mandala Aksara juga mengadakan berbagai perlombaan bagi santri Mushola An-Nur. Perlombaan ini mencakup praktik wudhu, hafalan Ayat Kursi dan surat At-Takatsur, serta lomba mewarnai. Acara ini ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang pada Sabtu malam, 4 Februari 2025.
Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Selain mempererat kebersamaan, acara ini juga memberikan manfaat edukatif dan spiritual bagi para peserta, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat keagamaan dan kebersamaan masyarakat Jrebeng Kidul semakin terjaga dan berkembang di masa mendatang.
HUMAS UIN MALANG – Dalam upaya mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkelanjutan, anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 182 "Gana Asfelic" menggelar seminar bertema "Teknologi Cloud Computing" pada Sabtu (11/1). Seminar ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat Dusun Krajan, Desa Dengkol, mengenai pemanfaatan teknologi tepat guna dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM.
Acara yang berlangsung di aula kantor desa ini menghadirkan Dr. Yayuk Sri Rahayu, SE., MM., seorang dosen UIN Malang, sebagai pembicara utama. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Dengkol, Sekretaris Desa Dengkol, Kepala Dusun Dengkol, Ibu Kepala Desa Dengkol, serta perwakilan dari Posyandu dan PKK. Antusiasme warga sangat tinggi, terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi diskusi.
Dalam pemaparannya, Dr. Yayuk Sri Rahayu menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan dan pemasaran produk UMKM. Beliau menjelaskan bahwa digital marketing berperan besar dalam memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal.
“Menjual kerupuk rengginang mentah dan matang memiliki perbedaan keuntungan yang signifikan. Keuntungan dari rengginang matang bisa tiga kali lipat lebih besar,” ujar Dr. Yayuk Sri Rahayu.
Lebih lanjut, pemateri juga memperkenalkan berbagai platform digital marketing seperti Shopee, TikTok Shop, Lazada, dan Tokopedia. Dengan strategi pemasaran yang tepat, seperti kemasan menarik dan deskripsi produk yang jelas, pelaku UMKM dapat meningkatkan daya tarik dan penjualan produk mereka di platform digital.
Selain aspek pemasaran, seminar ini juga membahas pentingnya pencatatan keuangan yang rapi dan sistematis. Dr. Yayuk menekankan bahwa pencatatan modal, pengeluaran, serta keuntungan yang tertata dengan baik dapat membantu pelaku UMKM dalam mengelola bisnis mereka secara lebih efektif dan efisien.
Dusun Krajan sendiri memiliki beragam produk UMKM, mulai dari produksi jamu, kerupuk, minuman buah sehat, dan lainnya. Beberapa pelaku usaha bahkan telah memiliki badan usaha bersama untuk meningkatkan produksi dan distribusi. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi tanya jawab berlangsung. Masyarakat sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan, sementara pemateri dengan ramah memberikan jawaban yang mudah dipahami.
Diharapkan, dengan adanya seminar ini, masyarakat Desa Dengkol, khususnya di Dusun Krajan, semakin semangat dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pelaku UMKM akan pentingnya pencatatan keuangan yang baik guna mengoptimalkan keuntungan dan memperkuat keberlanjutan bisnis mereka.
HUMAS UIN MALANG – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 182 “Gana Asfelic” sukses menggelar seminar parenting bertajuk Anak Cerdas, Anak Bahagia pada Sabtu (18/1). Bertempat di Desa Dengkol, kegiatan ini menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh Rosidih, M.Pd, C.Ht, sebagai pemateri utama. Seminar ini mengupas tuntas strategi pengasuhan yang efektif untuk mendukung perkembangan kognitif dan emosi anak pada masa golden age (0-5 tahun).
Ketua KKM 182 UIN Malang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua, khususnya ibu-ibu di Dusun Krajan, tentang pentingnya pola asuh yang tepat dalam membentuk perkembangan anak yang optimal.
Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Rofiqoh Rosidih menjelaskan bahwa perkembangan kognitif anak dapat didukung melalui berbagai faktor, seperti bahasa, permainan, eksplorasi, nutrisi, lingkungan, serta interaksi sosial yang berkualitas. Beliau juga menekankan pentingnya penerapan rutinitas dalam keseharian anak, seperti membiasakan jadwal bermain dan belajar yang seimbang serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
“Interaksi fisik dengan balita yang sering dilakukan akan sangat bermanfaat dalam mengurangi ketergantungan mereka terhadap ponsel,” ungkap Dr. Rofiqoh Rosidih.
Selain itu, seminar ini juga menyoroti strategi stimulasi otak anak dengan berbagai metode sederhana namun efektif. Aktivitas seperti bermain puzzle, mewarnai, membaca buku, serta permainan luar ruangan terbukti dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir anak. Tak hanya itu, mendengarkan cerita anak dengan penuh perhatian serta memberikan respon yang positif juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang baik antara ibu dan anak.
Tak kalah penting, seminar ini juga membahas cara mengelola emosi dalam pola asuh. Para orang tua diajarkan untuk memberikan contoh dalam pengelolaan emosi, menggunakan permainan peran untuk membantu anak dalam memecahkan masalah, serta memberikan pujian dan penghargaan sederhana sebagai bentuk motivasi bagi anak agar semakin bersemangat dalam melakukan hal-hal positif.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan para ibu di Desa Dengkol dapat menerapkan pola asuh yang lebih baik untuk mendukung perkembangan kognitif dan emosional anak-anak mereka. Ilmu yang didapat dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi keluarga mereka sendiri, tetapi juga dapat diteruskan kepada masyarakat sekitar.
KKM UIN Malang 182 terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat, sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
HUMAS UIN MALANG – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Koordinasi Awal Perkuliahan untuk semester genap tahun akademik 2025. Acara yang berlangsung di Home Theater FITK lantai 2 pada Selasa 11 Februari 2025 ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA., Ketua LP2M, Prof. Dr. Agus Maimun, M, Pd, serta para wakil dekan dan dosen FITK.
Dalam sambutannya, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., menegaskan bahwa meskipun terdapat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, pendapatan pokok PNS tetap aman dan tidak akan berkurang sepeser pun. "Saya tegaskan hak PNS tidak akan berkurang serupiah pun, untuk itu tidak ada alasan untuk tidak bekerja secara profesional," ujarnya dengan penuh keyakinan.
Sementara itu, dalam arahannya, Prof. Zainuddin menyoroti pesan Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar, mengenai tiga aspek utama dalam pengembangan perguruan tinggi, yaitu jadikan Kualitas Pendidikan sebagai Prioritas Utama. "Perguruan tinggi tidak cukup hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga harus mengutamakan peningkatan kualitas pendidikan," ujar Prof. Zainuddin.
Kedua, Integrasi Keilmuan yang Lebih Mendalam. Integrasi ilmu tidak hanya sebatas mengaitkan sains dengan ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi harus lebih jauh menggali makna ayat-ayat tersebut untuk menemukan ilmu yang lebih mendalam. "Maknai dan lakukan elaborasi untuk menemukan sebuah ilmu yang lebih mendalam lagi," pesannya.
Ketiga, Peran Guru Besar dalam Masyarakat. Guru besar bukan sekadar gelar akademik tertinggi, tetapi harus mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. "Hal ini harus bisa menjadi perhatian bagi para dosen di kampus UIN Maliki Malang," tegasnya.
Di akhir paparannya, Prof. Zainuddin kembali mendorong para dosen untuk lebih aktif dalam menulis dan menerbitkan karya ilmiah di jurnal internasional. Menurutnya, publikasi ilmiah tidak hanya berdampak positif bagi individu, tetapi juga berkontribusi besar bagi reputasi institusi. "Keaktifan dosen dalam karya ilmiah sangat penting sekali," pungkasnya.
Dengan koordinasi yang matang ini, FITK UIN Malang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, integrasi keilmuan, serta produktivitas akademik para dosennya di semester genap mendatang.
HUMAS UIN MALANG - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., mengingatkan pentingnya integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam. Hal ini disampaikan dalam acara Halaqoh Pusat Studi Pengembangan Pesantren & Kawasan (PSP2K) yang dilaksanakan di Kampus 3, Gedung Arrahim UIN Malang, pada 10 Februari 2025.
Menurut Prof. Nasaruddin, integrasi keilmuan bukan hanya menempelkan hadits dalam teori, namun juga dalam penghayatannya. "Jurusan sains harus tahu agama dan jurusan agama harus tahu sains, jadi letak integrasinya di situ," ujarnya. Mahasiswa dapat memahami konsep-konsep keilmuan secara komprehensif dan dapat mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi keilmuan juga dapat membantu mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial dan kemasyarakatan secara lebih mendalam. Oleh karena itu, integrasi keilmuan harus menjadi prioritas dalam pendidikan Islam.
Beliau menekankan pentingnya memadukan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama dalam proses pembelajaran. "Ilmu mengandalkan otak kiri, sedangkan ma'rifat mengandalkan otak kanan," ujarnya. "Kita harus memadukan keduanya agar dapat mencapai kesempurnaan dalam pendidikan Islam." Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami konsep-konsep keilmuan secara lebih mendalam dan dapat mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi keilmuan juga dapat membantu mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial dan kemasyarakatan secara lebih mendalam.
Prof. Nasaruddin berharap bahwa integrasi keilmuan dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. "Kita harus terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, agar dapat mencapai tujuan kita untuk menjadi umat yang terbaik," ujarnya.