HUMAS UIN MALANG– Dalam sebuah halaqah inspiratif, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menegaskan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Ia menekankan bahwa kampus-kampus di bawah Kementerian Agama (Kemenag) harus memiliki visi yang jelas, dengan mencontoh akhlak Tuhan dalam setiap langkahnya. Senin, 10 Februari 2025.
"Tuhan saja punya blueprint, masak kita yang diberikan akal tidak memiliki tujuan yang jelas?" tegasnya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen kampus, termasuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan profesional dalam menghadapi tantangan zaman.
Menurut Prof. Nasaruddin, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), gedung megah, atau peringkat dunia. Yang lebih penting adalah sejauh mana UIN Maliki Malang mampu menyatu dengan masyarakat dan memberikan manfaat nyata.
"Sebesar apa pun anggaran yang dihabiskan, jika tidak menghasilkan moral yang baik, maka itu tidak berhasil," katanya. Ia mengingatkan agar kampus tidak terjebak dalam formalitas semata, tetapi tetap memegang teguh nilai-nilai Islam.
Ia menekankan bahwa UIN bukan sekadar lembaga pendidikan akademik biasa. Huruf "I" interpretasi nama Islam dalam UIN (Universitas Islam Negeri) harus benar-benar menjadi identitas dan tanggung jawab. Mahasiswa yang dihasilkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak seperti Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang dikenal dengan kesalehannya dalam berdakwah dan membangun masyarakat.
Prof. Nasaruddin juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan, salah satunya melalui konsep eco-theology. Ia mengajak mahasiswa untuk bersahabat dengan alam dan memandangnya bukan sekadar sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai subjek yang harus dijaga keseimbangannya.
Dalam konteks keilmuan, ia menegaskan bahwa integrasi ilmu bukan sekadar menempelkan ayat-ayat Al-Qur'an pada teori sains, tetapi lebih kepada memahami filosofi ketuhanan dalam setiap disiplin ilmu. Ia mencontohkan bagaimana Ibnu Rusyd di pagi hari menjadi dokter spesialis, sementara di malam hari ia menjadi filsuf yang menciptakan karya-karya logika luar biasa.
"Mari kita ciptakan konsep integrasi keilmuan yang sejati. Bukan sekadar ayatisasi sains, tetapi bagaimana nilai ketuhanan bisa hadir dalam setiap disiplin ilmu," pungkasnya.
Dengan semangat ini, Prof. Nasaruddin berharap UIN Maliki Malang dapat menjadi trensetter dalam mencetak cendekiawan muslim yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memiliki visi yang jelas dalam membawa perubahan bagi masyarakat.
HUMAS UIN MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatat sejarah dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam kunjungannya, Menteri Agama mengisi halaqah ilmiah sekaligus meresmikan Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Kawasan, sebuah inisiatif yang diharapkan mampu memperkuat kontribusi UIN Malang dalam pengembangan pesantren dan lingkungan sekitarnya. Senin, 10 Februari 2025.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. HM. Zainuddin, MA, menegaskan bahwa kampus ini telah berhasil mencapai visinya sebagai Perguruan Tinggi Islam yang unggul dan bereputasi internasional. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian gemilang UIN Malang di tingkat nasional dan global.
“Menurut UniRank, UIN Malang menempati peringkat pertama di antara PTKIN se-Indonesia dan masuk dalam 16 besar universitas Islam terbaik di dunia. Sementara itu, menurut QS World University Rankings (WUR), UIN Malang berada di peringkat 169 Asia Tenggara dan 190 Asia,” ujar Prof. Zainuddin dengan penuh syukur.
UIN Malang terus berkembang dengan konsep Green and Smart Campus, mencerminkan komitmen terhadap lingkungan dan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Saat ini, kampus memiliki tiga lokasi utama ,Kampus 1 di Jalan Gajayana, Kampus 2 di Jalan Soekarno, Kampus 3 di Jalan Locari, Batu, yang dirancang dengan konsep Basmalah. Saat ini, bagian "Arrahim" dari desain ini hampir selesai dibangun dengan dukungan dana hampir Rp1 triliun dari SFD melalui pemerintah Indonesia.
Selain itu, kampus juga menerima hibah tanah seluas 12 hektar dari Bupati Malang, yang direncanakan untuk pembangunan Fakultas Agro Complex di masa depan.
Dengan jumlah mahasiswa mencapai 69.129 orang, UIN Malang juga semakin menarik perhatian mahasiswa internasional. Saat ini, 460 mahasiswa asing dari 42 negara—termasuk Rusia, Amerika, Mesir, Sudan, dan Malaysia—tengah menempuh pendidikan di kampus ini.
Salah satu keunggulan UIN Malang adalah sistem pendidikannya yang berbasis Integrated Learning Model (ILM), yang mengintegrasikan agama dan sains dalam setiap mata kuliah. Mahasiswa baru program S-1 juga diwajibkan tinggal di Ma’had al-Jami’ah selama satu tahun untuk memperkuat karakter, spiritualitas, serta pembelajaran kitab kuning dan bahasa asing.
Selain itu, kampus memiliki Markazul Lughat sebagai pusat pembelajaran bahasa asing (Arab, Inggris, dan Mandarin) serta Pusat Penghafalan Al-Qur’an (HTQ) yang telah meluluskan lebih dari 3.000 hafiz dengan capaian 5–30 juz.
Dalam kesempatan ini, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar mengapresiasi capaian UIN Malang dan menekankan pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama dalam membangun masyarakat yang harmonis. Konsep Eco-Theology yang beliau gagas juga sejalan dengan program penanaman 1.000 pohon yang dilakukan UIN Malang, yang telah mendapat penghargaan dari UI Green Metrics sebagai The Most Sustainable Improved University in Indonesia.
“Saya sangat mengapresiasi langkah-langkah UIN Malang dalam membangun pendidikan Islam yang inklusif dan berwawasan global. Semoga pusat studi yang baru diresmikan ini dapat menjadi wadah inovasi bagi pengembangan pesantren dan kawasan di Indonesia,” ujar Menteri Agama.
Acara ini menjadi momentum penting bagi UIN Malang untuk terus maju sebagai pusat pendidikan Islam yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan lingkungan.
HUMAS UIN MALANG, (10/2) – Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 185 yang berlangsung di Dusun Pasrepan, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, telah berhasil diselenggarakan dengan berbagai program pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kegiatan yang difokuskan pada bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga desa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, mahasiswa KKM 185 berperan aktif dalam proses belajar mengajar di SDN Purwoasri 01, SDN Purwoasri 02, TK Al-Amanah, dan PAUD Seruni 04. Mereka turut serta dalam mendampingi siswa, membantu guru dalam menyampaikan materi, serta menciptakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Keberadaan mahasiswa ini membawa semangat baru bagi para siswa, yang tampak lebih antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Dalam upaya meningkatkan nilai-nilai keagamaan di masyarakat, mahasiswa KKM 185 aktif dalam kegiatan pembelajaran Al-Quran di TPQ Al-Hikmah dan TPQ Darussalam. Program unggulan One Day One Juz menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak dan masyarakat sekitar, yang semakin termotivasi untuk membaca dan memahami Al-Quran. Selain itu, mahasiswa juga turut serta dalam pengajian umum dan peringatan Isra’ Mi’raj di TPQ Masjid Darussalam, yang semakin mempererat hubungan mereka dengan masyarakat setempat.
Mahasiswa KKM 185 juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu. Bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat, mereka membantu pemeriksaan kesehatan, imunisasi, serta mengadakan penyuluhan tentang pola hidup sehat dan pencegahan stunting. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak serta pemenuhan gizi yang optimal bagi tumbuh kembang anak-anak.
Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa KKM 185 mengadakan acara refleksi dan perpisahan di berbagai lokasi, seperti Balai Desa Purwoasri, SDN Purwoasri 01 dan 02, TPQ Darussalam, serta PAUD Seruni. Acara ini dimeriahkan dengan perlombaan, ceramah keagamaan, serta pembagian hadiah dan kenang-kenangan sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang telah mendukung program ini. Suasana haru dan kebersamaan terasa begitu kental, mencerminkan eratnya hubungan yang telah terjalin selama program berlangsung.
Dengan berakhirnya program KKM 185, mahasiswa berharap bahwa ilmu dan pengalaman yang mereka bagikan dapat terus bermanfaat bagi masyarakat Dusun Pasrepan. Mereka juga berharap hubungan yang telah dibangun dapat terus berlanjut sebagai jembatan bagi kolaborasi yang lebih luas di masa depan.
Kontributor: Farid Ahmad Sa’adudin Editor: Azman Fawwazi
HUMAS UIN MALANG, (22/1) – Anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 182 "Gana Asfelic" melaksanakan program moderasi beragama dengan konsep unik, yaitu menonton bersama anak-anak TPQ An-Nahdliyah menggunakan layar dan proyektor. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama kepada anak-anak sejak dini.
Acara yang dimulai pukul 18.30 WIB ini dibuka dengan penjelasan singkat mengenai moderasi beragama. Anak-anak TPQ tampak antusias dengan konsep menonton bersama yang menggunakan layar lebar. Film dan kartun yang dipilih untuk ditayangkan mengandung pesan toleransi, di antaranya Samaah, Sopo Jarwo, serta Nussa dan Rara. Ketiga tayangan ini memberikan pemahaman tentang pentingnya saling menghormati antarumat beragama, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak mengganggu aktivitas ibadah orang lain.
Film pertama, Samaah, bercerita tentang seorang tokoh bernama Bima yang langsung menuju masjid setiap kali azan berkumandang. Awalnya, seorang temannya bernama Nisa mengira Bima adalah seorang Muslim, namun ternyata ia beragama Kristen. Bima pergi ke masjid bukan untuk beribadah, melainkan membantu temannya yang mengalami kesulitan berjalan. Sikap saling membantu tanpa memandang perbedaan agama inilah yang menjadi inti dari pesan toleransi dalam film tersebut.
Momen menarik terjadi setelah sesi menonton, ketika anak-anak diminta untuk maju dan menjelaskan di mana mereka menemukan nilai-nilai toleransi dalam film dan kartun yang ditayangkan. Antusiasme mereka terlihat dari keinginan untuk berebut maju dan berbicara. Salah satu anak TPQ, Aziz, dengan penuh semangat mengatakan, "Nisa mengerti bahwa kita tidak boleh membenci seseorang yang berbeda agama dengan kita." Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKM memberikan hadiah berupa uang kepada anak-anak yang berani menyampaikan pemahaman mereka.
Kegiatan ini memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak TPQ. Melalui tayangan yang disajikan dengan cara menarik, mereka dapat memahami bahwa menghargai perbedaan agama dan membantu sesama merupakan nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak dan menanamkan sikap toleransi sejak dini agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
HUMAS UIN MALANG, (3/1) – Anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 182 “Gana Asfelic” mengadakan program pembagian bubur kacang hijau bagi balita di Dusun Krajan, Desa Dengkol. Program ini bertujuan untuk membantu pencegahan stunting pada balita dengan memberikan asupan nutrisi yang sehat dan bergizi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM bekerja sama dengan bidan desa serta kader posyandu guna memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran.
Mahasiswa memilih bubur kacang hijau karena kaya akan nutrisi, protein, dan vitamin yang bermanfaat bagi pertumbuhan anak. Selain itu, bubur ini juga bisa menjadi alternatif MPASI bagi balita. Proses pembuatan bubur kacang hijau dilakukan selama satu hari satu malam. Pada malam hari, mahasiswa merebus kacang hijau selama setengah jam dan membiarkannya hingga pagi. Keesokan harinya, setelah subuh, kacang hijau dimasak kembali dengan tambahan santan, gula, daun pandan, serta sedikit garam. Gula merah tidak ditambahkan karena sasaran program ini adalah balita yang mengalami stunting. Bubur yang telah matang kemudian dikemas dalam cup berukuran 10 Oz dengan total sebanyak 50 porsi.
Pembagian bubur kacang hijau dilaksanakan di salah satu rumah warga setempat, bertepatan dengan jadwal posyandu yang rutin diadakan setiap hari Rabu pukul 08.00 WIB. Mahasiswa memilih minggu ketiga sebagai waktu pelaksanaan program ini. Bubur kacang hijau dibagikan setelah proses pengukuran tinggi dan berat badan balita serta setelah wali balita menandatangani daftar kehadiran. Selain bubur dari mahasiswa, posyandu juga membagikan kue lumpur, telur, serta buah sehat seperti semangka untuk balita, anak-anak, dan lansia. Salah satu wali balita mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan berkata, "Terima kasih kak, sudah memberikan bubur kacang hijau."
Program ini bertujuan untuk menekan angka stunting di Desa Dengkol, khususnya Dusun Krajan. Stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi selama masa pertumbuhan serta minimnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya nutrisi. Bubur kacang hijau merupakan salah satu langkah pencegahan stunting, namun edukasi lebih lanjut mengenai pemberian MPASI yang tepat, terutama yang mengandung protein hewani seperti daging, ayam, ikan, dan telur, juga sangat diperlukan.
Diharapkan dengan adanya program ini, meskipun dalam skala kecil, dapat menjadi langkah awal dalam menekan angka stunting. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa dan orang tua untuk belajar lebih banyak tentang pentingnya gizi dalam pertumbuhan anak agar mereka dapat tumbuh sehat dan optimal.
HUMAS UIN MALANG, (24/1) – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dengan pendekatan Project-Based Learning untuk membantu calon jemaah haji (CJH) dalam persiapan ibadah haji 2025. Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan di FKIK, di bawah bimbingan dosen penanggung jawab, dengan tujuan memastikan kesiapan fisik dan kesehatan para jemaah sebelum keberangkatan. Program ini dimulai sejak Januari 2025 dengan kunjungan langsung ke rumah calon jemaah haji di Kota Batu. Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Batu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu, serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Ikhlas Kota Batu.
Dalam rangka meningkatkan kesiapan fisik CJH, tiga program utama diterapkan, yaitu Medical Check Up, Menu Sehat Seimbang, dan Gerak Sehat Bersama. Medical Check Up mencakup pemeriksaan kesehatan komprehensif untuk mendeteksi risiko kesehatan serta mengevaluasi kondisi fisik jemaah. Pemantauan berkala dilakukan untuk memastikan jemaah dalam kondisi optimal sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Menu Sehat Seimbang bertujuan membantu CJH mendapatkan panduan pola makan sehat yang disusun dalam bentuk buku monitoring. Buku ini berisi pilihan resep dan menu makanan dengan perhitungan komposisi bahan dan kalori, serta arahan mengenai aktivitas fisik dan jadwal makan harian. Gerak Sehat Bersama mendorong CJH untuk disiplin dalam menjalani aktivitas fisik yang dapat meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh. Mahasiswa memberikan demonstrasi senam yang bisa dilakukan setiap hari sesuai jadwal dalam buku monitoring.
Sebagai hasil dari ketiga program tersebut, dihasilkan buku monitoring kesehatan yang mencatat pola makan, aktivitas fisik, serta hasil pemeriksaan medis. Buku ini menjadi panduan bagi CJH untuk menjaga kesehatan mereka secara menyeluruh. Para jemaah mengapresiasi program ini. "Saya sangat berterima kasih dan merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Dulunya saya tidak terlalu memperhatikan pola makan saya, tetapi setelah mendapat edukasi dari mahasiswa UIN Malang, saya lebih termotivasi untuk hidup sehat," ujar Bu Ngatiin, salah satu peserta program. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi CJH, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa FKIK UIN Malang untuk mengaplikasikan ilmu medis dalam situasi nyata. Melalui pengalaman ini, mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan praktis dan berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Inisiatif ini mencerminkan komitmen UIN Malang dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi akademik dan instansi terkait. Dengan persiapan yang matang, diharapkan para CJH dapat menjalankan ibadah haji dengan kondisi fisik yang optimal dan penuh khusyuk.
HUMAS UIN MALANG, (13/1) – Dalam upaya meningkatkan kesiapan kesehatan Calon Jamaah Haji (CJH), mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan program edukasi kesehatan di beberapa puskesmas di Kota Batu, seperti Puskesmas Sisir, Beji, Bumiaji, dan Junrejo. Program ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan yang lebih komprehensif bagi jamaah sebelum menunaikan ibadah haji.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari program studi Pendidikan Dokter dan Sarjana Farmasi yang memberikan edukasi terkait berbagai penyakit yang sering dialami oleh calon jamaah haji, seperti hipertensi, asma, diabetes, asam urat, dan kolesterol. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang pola makan sehat, pentingnya hidrasi yang cukup, serta pengelolaan obat-obatan agar tetap sehat selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
Di Puskesmas Beji, misalnya, para CJH diberikan pemahaman mengenai diet 3J (Tepat Jumlah, Jadwal, dan Jenis) bagi penderita diabetes serta diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang direkomendasikan bagi penderita hipertensi. Selain itu, mereka juga diingatkan untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup guna mencegah dehidrasi saat menjalankan ibadah di cuaca panas.
Edukasi ini dirasakan sangat bermanfaat oleh para peserta. Salah satu calon jamaah haji yang memiliki riwayat hipertensi dan asma mengungkapkan bahwa informasi yang diberikan sangat membantu dalam memahami cara menjaga kesehatan sebelum dan selama ibadah haji. Selain edukasi, dilakukan juga pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, serta pemantauan asma. Untuk meminimalisir kekambuhan penyakit, para calon jamaah haji diberikan kartu monitoring kesehatan yang mencakup aktivitas harian seperti jalan sehat minimal 30 menit dan senam lansia sekali sehari.
Agar edukasi lebih efektif, mahasiswa menggunakan berbagai media interaktif, seperti video, booklet, poster, leaflet, serta buku diary kesehatan. Buku ini berfungsi sebagai catatan pribadi jamaah untuk merekam pola makan, konsumsi obat-obatan, dan aktivitas fisik harian mereka.
Para peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka merasa mendapatkan banyak wawasan baru yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan fisik calon jamaah, tetapi juga menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa UIN Malang kepada masyarakat. Melalui sinergi antara mahasiswa, puskesmas, dan masyarakat, diharapkan program ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesehatan calon jamaah haji di wilayah tersebut.
HUMAS UIN MALANG – Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar Rapat Kerja dan Audit Internal di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh para Auditor halal serta tim SDM syariah dan laboratorium. Acara ini menjadi momentum strategis bagi LPH dalam mengevaluasi kinerja serta merumuskan target ke depan guna meningkatkan mutu dan profesionalisme layanan halal.
Rapat kerja (raker) ini dibuka oleh Prilya Dewi Fitriasari, M.Sc., selaku Manajer LPH, yang menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan pemeriksaan halal di lingkungan UIN Malang. Agenda utama mencakup evaluasi LPH tahun 2024, pemaparan hasil audit internal, serta penyusunan road map dan program kerja tahun 2025.
Dalam raker yang dihadiri oleh seluruh tim manajemen LPH, auditor teknis dan SDM syariah, berbagai capaian signifikan sepanjang tahun 2024 menjadi sorotan utama. Salah satu pencapaian membanggakan adalah peningkatan hasil akreditasi dari LPH Pratama menjadi LPH Utama.
Tak hanya itu, LPH UIN Malang menempati peringkat 10 besar nasional dengan 12 auditor aktif dengan capaian 168 sertifikat halal dan 6.295 produk tersertifikasi halal, dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme kerja dan etika auditor halal. Capaian ini melampaui target yang diberikan oleh BPJPH yaitu 150 Sertifikat Halal di tahun 2024, Capaian tersebut menunjukkan kontribusi nyata LPH UIN Malang dalam mendukung terwujudnya negara Indonesia dengan produsen halal nomor satu di dunia.
Tujuan dan Harapan Raker
Tujuan utama kegiatan raker LPH adalah untuk merumuskan langkah strategis guna mencapai target tahun 2025 serta meningkatkan kerja sama antar anggota auditor dan tim manajemen LPH dengan slogan “Tim Auditor Solid, LPH Melejit”. Selain itu, raker juga bertujuan untuk memberikan arahan kepada tim, membicarakan persoalan yang muncul di lapangan, serta mendengarkan keluhan, saran, dan masukan dari masing-masing tim.
Kesolidan dan kerja sama antar auditor halal menjadi kekuatan terbesar bagi LPH dalam mencapai tujuannya. Setelah dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan agar solidaritas auditor meningkat, terbangun kerja sama tim yang lebih baik, serta memastikan bahwa seluruh anggota merasa memiliki tanggung jawab terhadap LPH. Dengan demikian, target-target LPH dapat tercapai dengan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Core Values APIK: Kunci Kesuksesan!
Tak ada kesuksesan tanpa fondasi yang kuat. LPH UIN Malang berpegang teguh pada core values APIK (Akuntabel, Profesional, Integritas, dan Kompeten) yang menjadi pedoman dalam setiap langkahnya.
Nilai-nilai ini menjadi dasar bagi auditor dalam menjalankan tugasnya untuk memastikan kehalalan produk secara transparan dan kredibel. Dengan mengusung nilai-nilai Akuntabel, Profesional, Integritas, dan Kompeten (APIK), LPH UIN Malang berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan pemeriksaan halal serta memperluas jangkauan sertifikasi produk halal di Indonesia.
Tantangan dan Strategi LPH ke Depan
LPH menghadapi tantangan besar di tahun 2025, termasuk target 261 sertifikat halal yang harus dicapai serta perubahan status dari LPH Pratama menjadi LPH Utama. Perubahan ini berdampak pada ruang lingkup pemeriksaan yang semakin luas, tidak hanya terbatas di Jawa Timur, tetapi juga mencakup seluruh provinsi di Indonesia serta pasar internasional. Untuk menghadapi tantangan ini, LPH telah merumuskan core value Akuntabel, Profesional, Integritas, dan Kompeten (APIK).
Selain itu, keunggulan LPH terletak pada seluruh auditor yang telah bersertifikat BNSP, SDM Syariah yang kompeten, serta pelayanan yang cepat dan berkualitas. Tim auditor juga diharapkan semakin solid, meningkatkan koordinasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang sedang diaudit.
Evaluasi Kinerja dan Target ke Depan
Pada sesi evaluasi, LPH UIN Malang menyoroti pencapaian auditor dalam proses audit halal. Beberapa auditor mencapai tingkat penyelesaian audit yang sangat tinggi, dengan kinerja tertinggi sebesar 96,43%. Hal ini mencerminkan komitmen tinggi terhadap profesionalisme dalam pemeriksaan kehalalan produk.
Selain itu, evaluasi terhadap hasil audit internal berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) 266 Tahun 2019 dan Kriteria Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) menunjukkan tingkat kepatuhan yang cukup baik.
Capaian dalam berbagai kriteria, seperti persiapan pemeriksaan, bahan dan dokumen pendukung, serta penyampaian laporan hasil audit, berada di kisaran 66,4% hingga 80%. Meskipun masih terdapat ruang untuk perbaikan, hasil ini menjadi indikator bahwa sistem audit LPH terus berkembang menuju standar yang lebih baik.
Setelah naik menjadi LPH Utama, LPH UIN Malang memiliki target untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku usaha skala menengah dan besar, baik nasional maupun internasional. Ruang lingkup pemeriksaan pun semakin luas, mencakup tidak hanya makanan dan minuman (mamin), obat, kosmetika, serta rumah potong hewan (RPH), tetapi juga barang gunaan, produk kimiawi dan biologi, serta jasa seperti distribusi, penyajian, pengemasan, dan penyimpanan.
Tantangan dan Komitmen LPH UIN Malang
Meski telah meraih berbagai capaian, LPH UIN Malang tetap menghadapi tantangan, termasuk dalam penyelesaian laporan audit yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi beberapa auditor. Dari data terbaru, terdapat beberapa auditor yang masih memiliki tanggungan laporan dengan jumlah bervariasi, mulai dari 1 hingga 17 laporan. Hal ini menjadi perhatian utama untuk peningkatan efektivitas proses audit di masa mendatang.
Selain agenda formal, peserta juga mengikuti berbagai sesi kegiatan, termasuk workshop herbal drink, museum tour, hingga team building sebagai bagian dari pembelajaran interaktif dan penguatan solidaritas tim. Puncak acara ditutup dengan doa bersama dan tasyakuran, merayakan pencapaian LPH UIN Malang. Dengan akreditasi LPH Utama, tahun 2025 akan menjadi awal dari era baru—era di mana LPH UIN Malang semakin berperan besar dalam menjamin kehalalan produk di Indonesia!
Sebagai lembaga yang berperan penting dalam ekosistem halal nasional, LPH UIN Malang optimis mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkan prestasi di tahun 2025. Dengan semangat kerja keras dan kolaborasi, segala tantangan dapat diatasi demi mewujudkan sistem jaminan halal yang lebih baik dan terpercaya.(sf)
HUMAS UIN MALANG – Suasana religius dan penuh kekeluargaan menyelimuti Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Sabtu (8/2). Ratusan ibu-ibu Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai desa sekitar tumpah ruah menghadiri pengajian rutin bulanan yang digelar dengan khidmat. Namun ada yang berbeda pada kegiatan kali ini: keterlibatan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok Nava.Penataran.
Kehadiran mahasiswa KKM ini tak hanya sebagai tamu, melainkan juga turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Mereka membantu dalam berbagai aspek teknis, mulai dari mempersiapkan tempat, pengaturan peserta, hingga dokumentasi dan publikasi acara. Kolaborasi ini menjadi bagian dari misi pengabdian masyarakat yang diemban oleh para mahasiswa KKM selama masa penugasan mereka.
Acara pengajian yang diisi dengan pembacaan tahlil, ceramah keagamaan, serta doa bersama berlangsung lancar dan sangat meriah. Tidak sedikit warga yang mengaku senang dan bersyukur dengan adanya dukungan dari para mahasiswa.
“Kami sangat senang telah dibantu oleh teman-teman KKM UIN Malang. Semoga apa yang kalian lakukan mendapat jariyah dari Allah. Semoga juga dilancarkan program KKM yang selanjutnya,” ungkap Ustadzah Alimah, salah satu tokoh Fatayat NU Jambewangi, saat memberikan sambutan.
Menurut penuturan mahasiswa, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya menjalin silaturahim dengan masyarakat, terutama dengan organisasi keagamaan yang telah berperan besar dalam menjaga nilai-nilai sosial dan spiritual di desa.
“Kami merasa sangat diterima dan diberi ruang untuk berkontribusi. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami dalam belajar langsung dari masyarakat,” ujar Ahmad Anshari salah satu anggota KKM Nava.Penataran.
Kegiatan pengajian rutin ini diharapkan dapat terus menjadi wadah penguatan iman sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga. Dengan hadirnya generasi muda dari kampus, semangat gotong royong dan sinergi lintas usia dan latar belakang pun semakin terasa kuat.
Kontributor: Anggota KKM Nava.penataran Editor: Azman Fawwazi