HUMAS UIN MALANG – Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar Rapat Kerja dan Audit Internal di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh para Auditor halal serta tim SDM syariah dan laboratorium. Acara ini menjadi momentum strategis bagi LPH dalam mengevaluasi kinerja serta merumuskan target ke depan guna meningkatkan mutu dan profesionalisme layanan halal.
Rapat kerja (raker) ini dibuka oleh Prilya Dewi Fitriasari, M.Sc., selaku Manajer LPH, yang menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan pemeriksaan halal di lingkungan UIN Malang. Agenda utama mencakup evaluasi LPH tahun 2024, pemaparan hasil audit internal, serta penyusunan road map dan program kerja tahun 2025.
Dalam raker yang dihadiri oleh seluruh tim manajemen LPH, auditor teknis dan SDM syariah, berbagai capaian signifikan sepanjang tahun 2024 menjadi sorotan utama. Salah satu pencapaian membanggakan adalah peningkatan hasil akreditasi dari LPH Pratama menjadi LPH Utama.
Tak hanya itu, LPH UIN Malang menempati peringkat 10 besar nasional dengan 12 auditor aktif dengan capaian 168 sertifikat halal dan 6.295 produk tersertifikasi halal, dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme kerja dan etika auditor halal. Capaian ini melampaui target yang diberikan oleh BPJPH yaitu 150 Sertifikat Halal di tahun 2024, Capaian tersebut menunjukkan kontribusi nyata LPH UIN Malang dalam mendukung terwujudnya negara Indonesia dengan produsen halal nomor satu di dunia.
Tujuan dan Harapan Raker
Tujuan utama kegiatan raker LPH adalah untuk merumuskan langkah strategis guna mencapai target tahun 2025 serta meningkatkan kerja sama antar anggota auditor dan tim manajemen LPH dengan slogan “Tim Auditor Solid, LPH Melejit”. Selain itu, raker juga bertujuan untuk memberikan arahan kepada tim, membicarakan persoalan yang muncul di lapangan, serta mendengarkan keluhan, saran, dan masukan dari masing-masing tim.
Kesolidan dan kerja sama antar auditor halal menjadi kekuatan terbesar bagi LPH dalam mencapai tujuannya. Setelah dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan agar solidaritas auditor meningkat, terbangun kerja sama tim yang lebih baik, serta memastikan bahwa seluruh anggota merasa memiliki tanggung jawab terhadap LPH. Dengan demikian, target-target LPH dapat tercapai dengan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Core Values APIK: Kunci Kesuksesan!
Tak ada kesuksesan tanpa fondasi yang kuat. LPH UIN Malang berpegang teguh pada core values APIK (Akuntabel, Profesional, Integritas, dan Kompeten) yang menjadi pedoman dalam setiap langkahnya.
Nilai-nilai ini menjadi dasar bagi auditor dalam menjalankan tugasnya untuk memastikan kehalalan produk secara transparan dan kredibel. Dengan mengusung nilai-nilai Akuntabel, Profesional, Integritas, dan Kompeten (APIK), LPH UIN Malang berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan pemeriksaan halal serta memperluas jangkauan sertifikasi produk halal di Indonesia.
Tantangan dan Strategi LPH ke Depan
LPH menghadapi tantangan besar di tahun 2025, termasuk target 261 sertifikat halal yang harus dicapai serta perubahan status dari LPH Pratama menjadi LPH Utama. Perubahan ini berdampak pada ruang lingkup pemeriksaan yang semakin luas, tidak hanya terbatas di Jawa Timur, tetapi juga mencakup seluruh provinsi di Indonesia serta pasar internasional. Untuk menghadapi tantangan ini, LPH telah merumuskan core value Akuntabel, Profesional, Integritas, dan Kompeten (APIK).
Selain itu, keunggulan LPH terletak pada seluruh auditor yang telah bersertifikat BNSP, SDM Syariah yang kompeten, serta pelayanan yang cepat dan berkualitas. Tim auditor juga diharapkan semakin solid, meningkatkan koordinasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang sedang diaudit.
Evaluasi Kinerja dan Target ke Depan
Pada sesi evaluasi, LPH UIN Malang menyoroti pencapaian auditor dalam proses audit halal. Beberapa auditor mencapai tingkat penyelesaian audit yang sangat tinggi, dengan kinerja tertinggi sebesar 96,43%. Hal ini mencerminkan komitmen tinggi terhadap profesionalisme dalam pemeriksaan kehalalan produk.
Selain itu, evaluasi terhadap hasil audit internal berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) 266 Tahun 2019 dan Kriteria Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) menunjukkan tingkat kepatuhan yang cukup baik.
Capaian dalam berbagai kriteria, seperti persiapan pemeriksaan, bahan dan dokumen pendukung, serta penyampaian laporan hasil audit, berada di kisaran 66,4% hingga 80%. Meskipun masih terdapat ruang untuk perbaikan, hasil ini menjadi indikator bahwa sistem audit LPH terus berkembang menuju standar yang lebih baik.
Setelah naik menjadi LPH Utama, LPH UIN Malang memiliki target untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku usaha skala menengah dan besar, baik nasional maupun internasional. Ruang lingkup pemeriksaan pun semakin luas, mencakup tidak hanya makanan dan minuman (mamin), obat, kosmetika, serta rumah potong hewan (RPH), tetapi juga barang gunaan, produk kimiawi dan biologi, serta jasa seperti distribusi, penyajian, pengemasan, dan penyimpanan.
Tantangan dan Komitmen LPH UIN Malang
Meski telah meraih berbagai capaian, LPH UIN Malang tetap menghadapi tantangan, termasuk dalam penyelesaian laporan audit yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi beberapa auditor. Dari data terbaru, terdapat beberapa auditor yang masih memiliki tanggungan laporan dengan jumlah bervariasi, mulai dari 1 hingga 17 laporan. Hal ini menjadi perhatian utama untuk peningkatan efektivitas proses audit di masa mendatang.
Selain agenda formal, peserta juga mengikuti berbagai sesi kegiatan, termasuk workshop herbal drink, museum tour, hingga team building sebagai bagian dari pembelajaran interaktif dan penguatan solidaritas tim. Puncak acara ditutup dengan doa bersama dan tasyakuran, merayakan pencapaian LPH UIN Malang. Dengan akreditasi LPH Utama, tahun 2025 akan menjadi awal dari era baru—era di mana LPH UIN Malang semakin berperan besar dalam menjamin kehalalan produk di Indonesia!
Sebagai lembaga yang berperan penting dalam ekosistem halal nasional, LPH UIN Malang optimis mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkan prestasi di tahun 2025. Dengan semangat kerja keras dan kolaborasi, segala tantangan dapat diatasi demi mewujudkan sistem jaminan halal yang lebih baik dan terpercaya.(sf)
Kontributor: LPH UIN Malang
Editor: Sulthan Fathani Elsyam



