HUMAS UIN MALANG, (3/1) – Anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 182 “Gana Asfelic” mengadakan program pembagian bubur kacang hijau bagi balita di Dusun Krajan, Desa Dengkol. Program ini bertujuan untuk membantu pencegahan stunting pada balita dengan memberikan asupan nutrisi yang sehat dan bergizi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM bekerja sama dengan bidan desa serta kader posyandu guna memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran.
Mahasiswa memilih bubur kacang hijau karena kaya akan nutrisi, protein, dan vitamin yang bermanfaat bagi pertumbuhan anak. Selain itu, bubur ini juga bisa menjadi alternatif MPASI bagi balita. Proses pembuatan bubur kacang hijau dilakukan selama satu hari satu malam. Pada malam hari, mahasiswa merebus kacang hijau selama setengah jam dan membiarkannya hingga pagi. Keesokan harinya, setelah subuh, kacang hijau dimasak kembali dengan tambahan santan, gula, daun pandan, serta sedikit garam. Gula merah tidak ditambahkan karena sasaran program ini adalah balita yang mengalami stunting. Bubur yang telah matang kemudian dikemas dalam cup berukuran 10 Oz dengan total sebanyak 50 porsi.
Pembagian bubur kacang hijau dilaksanakan di salah satu rumah warga setempat, bertepatan dengan jadwal posyandu yang rutin diadakan setiap hari Rabu pukul 08.00 WIB. Mahasiswa memilih minggu ketiga sebagai waktu pelaksanaan program ini. Bubur kacang hijau dibagikan setelah proses pengukuran tinggi dan berat badan balita serta setelah wali balita menandatangani daftar kehadiran. Selain bubur dari mahasiswa, posyandu juga membagikan kue lumpur, telur, serta buah sehat seperti semangka untuk balita, anak-anak, dan lansia. Salah satu wali balita mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan berkata, "Terima kasih kak, sudah memberikan bubur kacang hijau."
Program ini bertujuan untuk menekan angka stunting di Desa Dengkol, khususnya Dusun Krajan. Stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi selama masa pertumbuhan serta minimnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya nutrisi. Bubur kacang hijau merupakan salah satu langkah pencegahan stunting, namun edukasi lebih lanjut mengenai pemberian MPASI yang tepat, terutama yang mengandung protein hewani seperti daging, ayam, ikan, dan telur, juga sangat diperlukan.
Diharapkan dengan adanya program ini, meskipun dalam skala kecil, dapat menjadi langkah awal dalam menekan angka stunting. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa dan orang tua untuk belajar lebih banyak tentang pentingnya gizi dalam pertumbuhan anak agar mereka dapat tumbuh sehat dan optimal.
Kontributor: Dhatun Nur'Aini & Diajeng Dwi Fitria Putri
Editor: Azman Fawwazi



