Prof. Nasaruddin Umar: UIN Malang Harus Menjadi Trensetter Cendekiawan Muslim
Abadi Wijaya Senin, 10 Februari 2025 . in Berita . 432 views
8887_hall.jpg

HUMAS UIN MALANG– Dalam sebuah halaqah inspiratif, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menegaskan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Ia menekankan bahwa kampus-kampus di bawah Kementerian Agama (Kemenag) harus memiliki visi yang jelas, dengan mencontoh akhlak Tuhan dalam setiap langkahnya. Senin, 10 Februari 2025.

"Tuhan saja punya blueprint, masak kita yang diberikan akal tidak memiliki tujuan yang jelas?" tegasnya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen kampus, termasuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan profesional dalam menghadapi tantangan zaman.   

Menurut Prof. Nasaruddin, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), gedung megah, atau peringkat dunia. Yang lebih penting adalah sejauh mana UIN Maliki Malang mampu menyatu dengan masyarakat dan memberikan manfaat nyata.  

"Sebesar apa pun anggaran yang dihabiskan, jika tidak menghasilkan moral yang baik, maka itu tidak berhasil," katanya. Ia mengingatkan agar kampus tidak terjebak dalam formalitas semata, tetapi tetap memegang teguh nilai-nilai Islam.  

8888_okk.jpg

Ia menekankan bahwa UIN bukan sekadar lembaga pendidikan akademik biasa. Huruf "I" interpretasi nama Islam dalam UIN (Universitas Islam Negeri) harus benar-benar menjadi identitas dan tanggung jawab. Mahasiswa yang dihasilkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak seperti Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang dikenal dengan kesalehannya dalam berdakwah dan membangun masyarakat.  

Prof. Nasaruddin juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan, salah satunya melalui konsep eco-theology. Ia mengajak mahasiswa untuk bersahabat dengan alam dan memandangnya bukan sekadar sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai subjek yang harus dijaga keseimbangannya.  

Dalam konteks keilmuan, ia menegaskan bahwa integrasi ilmu bukan sekadar menempelkan ayat-ayat Al-Qur'an pada teori sains, tetapi lebih kepada memahami filosofi ketuhanan dalam setiap disiplin ilmu. Ia mencontohkan bagaimana Ibnu Rusyd di pagi hari menjadi dokter spesialis, sementara di malam hari ia menjadi filsuf yang menciptakan karya-karya logika luar biasa.  

"Mari kita ciptakan konsep integrasi keilmuan yang sejati. Bukan sekadar ayatisasi sains, tetapi bagaimana nilai ketuhanan bisa hadir dalam setiap disiplin ilmu," pungkasnya.  

Dengan semangat ini, Prof. Nasaruddin berharap UIN Maliki Malang dapat menjadi trensetter dalam mencetak cendekiawan muslim yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memiliki visi yang jelas dalam membawa perubahan bagi masyarakat.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up