Menteri Agama RI Resmikan Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Kawasan di UIN Malang
Abadi Wijaya Senin, 10 Februari 2025 . in Berita . 1624 views
8884_agus.jpg

HUMAS UIN MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatat sejarah dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam kunjungannya, Menteri Agama mengisi halaqah ilmiah sekaligus meresmikan Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Kawasan, sebuah inisiatif yang diharapkan mampu memperkuat kontribusi UIN Malang dalam pengembangan pesantren dan lingkungan sekitarnya. Senin, 10 Februari 2025.

8885_hala.jpg

Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. HM. Zainuddin, MA, menegaskan bahwa kampus ini telah berhasil mencapai visinya sebagai Perguruan Tinggi Islam yang unggul dan bereputasi internasional. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian gemilang UIN Malang di tingkat nasional dan global.

“Menurut UniRank, UIN Malang menempati peringkat pertama di antara PTKIN se-Indonesia dan masuk dalam 16 besar universitas Islam terbaik di dunia. Sementara itu, menurut QS World University Rankings (WUR), UIN Malang berada di peringkat 169 Asia Tenggara dan 190 Asia,” ujar Prof. Zainuddin dengan penuh syukur.

8886_oi.jpg

UIN Malang terus berkembang dengan konsep Green and Smart Campus, mencerminkan komitmen terhadap lingkungan dan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Saat ini, kampus memiliki tiga lokasi utama ,Kampus 1 di Jalan Gajayana, Kampus 2 di Jalan Soekarno, Kampus 3 di Jalan Locari, Batu, yang dirancang dengan konsep Basmalah. Saat ini, bagian "Arrahim" dari desain ini hampir selesai dibangun dengan dukungan dana hampir Rp1 triliun dari SFD melalui pemerintah Indonesia.

Selain itu, kampus juga menerima hibah tanah seluas 12 hektar dari Bupati Malang, yang direncanakan untuk pembangunan Fakultas Agro Complex di masa depan.

Dengan jumlah mahasiswa mencapai 69.129 orang, UIN Malang juga semakin menarik perhatian mahasiswa internasional. Saat ini, 460 mahasiswa asing dari 42 negara—termasuk Rusia, Amerika, Mesir, Sudan, dan Malaysia—tengah menempuh pendidikan di kampus ini.

Salah satu keunggulan UIN Malang adalah sistem pendidikannya yang berbasis Integrated Learning Model (ILM), yang mengintegrasikan agama dan sains dalam setiap mata kuliah. Mahasiswa baru program S-1 juga diwajibkan tinggal di Ma’had al-Jami’ah selama satu tahun untuk memperkuat karakter, spiritualitas, serta pembelajaran kitab kuning dan bahasa asing.

Selain itu, kampus memiliki Markazul Lughat sebagai pusat pembelajaran bahasa asing (Arab, Inggris, dan Mandarin) serta Pusat Penghafalan Al-Qur’an (HTQ) yang telah meluluskan lebih dari 3.000 hafiz dengan capaian 5–30 juz.

Dalam kesempatan ini, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar mengapresiasi capaian UIN Malang dan menekankan pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama dalam membangun masyarakat yang harmonis. Konsep Eco-Theology yang beliau gagas juga sejalan dengan program penanaman 1.000 pohon yang dilakukan UIN Malang, yang telah mendapat penghargaan dari UI Green Metrics sebagai The Most Sustainable Improved University in Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi langkah-langkah UIN Malang dalam membangun pendidikan Islam yang inklusif dan berwawasan global. Semoga pusat studi yang baru diresmikan ini dapat menjadi wadah inovasi bagi pengembangan pesantren dan kawasan di Indonesia,” ujar Menteri Agama.

Acara ini menjadi momentum penting bagi UIN Malang untuk terus maju sebagai pusat pendidikan Islam yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan lingkungan.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up