MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Mengenal kampus tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas, gedung perkuliahan, atau nama-nama fakultas. Di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mahasiswa baru diajak mengenal kampus melalui cara yang lebih sederhana dan dekat dengan keseharian: menikmati makanan di kantin kampus.

Momentum tersebut dihadirkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui program “DWP Goes to PBAK: Kenal Kampus, Kenal Kantin” pada hari terakhir PBAK mahasiswa baru 2026, Rabu 19 Agustus 2026.
Program ini menjadi warna tersendiri di tengah rangkaian kegiatan PBAK. DWP UIN Maliki Malang membagikan voucher makanan dan minuman kepada mahasiswa baru yang beruntung. Voucher tersebut dapat ditukarkan dengan menu pilihan di 6 tenant Kantin Megawati dan 5 tenant Kantin Saintek.
Bukan sekadar voucher, setiap tenant telah menyiapkan menu best seller dengan nilai total Rp100 ribu untuk dinikmati mahasiswa baru. Dengan program tersebut, sebanyak 11 tenant kantin turut mendapatkan pesanan dari DWP UIN Maliki Malang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan DWP terhadap keberadaan kantin kampus sebagai bagian penting dari ekosistem kehidupan mahasiswa. Kantin Megawati dan Kantin Saintek yang berada di tengah lingkungan fakultas bukan hanya menjadi tempat untuk mengisi energi setelah mengikuti aktivitas akademik, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dan interaksi warga kampus.
Pesan yang dibawa DWP pun sederhana, tetapi bermakna. Mahasiswa baru tidak hanya perlu mengenal gedung, fakultas, ruang kelas, dan berbagai fasilitas akademik. Mereka juga perlu mengenal ruang-ruang sederhana yang kelak menjadi bagian dari rutinitas mereka selama menempuh pendidikan di UIN Maliki Malang.

Di tempat seperti kantin, mahasiswa bisa beristirahat sejenak, berbincang dengan teman, bertemu warga kampus, hingga menciptakan cerita-cerita kecil yang mungkin justru akan dikenang setelah mereka lulus.
Melalui “DWP Goes to PBAK: Kenal Kampus, Kenal Kantin”, DWP UIN Maliki Malang menunjukkan bahwa membangun kedekatan mahasiswa dengan kampus dapat dilakukan dengan cara yang ringan, kreatif, dan menyenangkan.
Sebab, mengenal kampus bukan hanya tentang mengetahui di mana kita belajar, tetapi juga menemukan di mana kita bertumbuh, berinteraksi, dan membangun rasa memiliki.
Satu voucher mungkin hanya cukup untuk seporsi makanan dan minuman. Namun, pengalaman sederhana itu bisa menjadi langkah kecil untuk membuat mahasiswa baru merasa bahwa kampus ini bukan sekadar tempat kuliah, melainkan ruang untuk tumbuh dan menciptakan cerita.