MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tim Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ) yang beranggotakan Zurrotul Mahira, Muhammad Khoiruzzimam, dan Naila Ni’matul Husna berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi MSQ yang digelar pada Minggu, 17 Mei 2026 di Universitas Negeri Malang.
Tim yang berasal dari anggota Divisi Khitobah dan Divisi Qiroah JDFI UIN Malang tersebut sukses memukau dewan juri melalui penampilan yang penuh penghayatan, kekompakan, dan penyampaian pesan syarhil Qur’an yang kuat serta menyentuh. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mereka untuk mengasah kemampuan sekaligus membuktikan bahwa kerja sama dan keyakinan mampu mengalahkan rasa ragu.
Motivasi terbesar mereka mengikuti perlombaan ini adalah untuk mengembangkan kemampuan di bidang Musabaqoh Syarhil Qur’an dan memberikan penampilan terbaik. Semangat itu semakin tumbuh berkat dukungan antaranggota tim yang selalu saling menguatkan selama proses persiapan hingga hari perlombaan berlangsung.
Persiapan dilakukan secara maksimal dengan latihan intensif dari pagi, siang, sore, hingga malam hari. Mereka mempersiapkan hafalan, keselarasan gerakan, variasi pembawaan, hingga detail kostum agar tampil optimal di atas panggung.

Dalam prosesnya, tim juga mendapat pendampingan dari para mentor sekaligus pelatih yang berperan besar dalam membentuk kualitas penampilan mereka. Para pembimbing tersebut yakni Naufal Wahib selaku Co Divisi Khitobah JDFI UIN Malang, Lintang Firdausi Nuzula, Mirza Naashiratul Ummah, Zavva Zumuruddah El Falah selaku Sekbid Divisi Khitobah JDFI UIN Malang, serta Nur Fajriyatush Shobahah. Melalui bimbingan intensif, para pelatih membantu memperkuat keluwesan berbicara, pendalaman materi syarhil Qur’an, hingga membangun harmonisasi antartim.
Namun, perjuangan mereka menuju kemenangan tidak berjalan mudah. Hambatan besar datang pada H-3 perlombaan ketika qori’ dalam tim mendadak tidak dapat melanjutkan persiapan. Situasi tersebut membuat mereka harus bergerak cepat mencari pengganti di tengah waktu yang sangat terbatas. Pada Kamis malam, mereka akhirnya menemukan qori’ baru yang bahkan belum pernah mengikuti kompetisi MSQ sebelumnya.
Meski berada dalam tekanan, mereka memilih untuk tetap percaya dan terus berjuang bersama. Dengan waktu persiapan yang tersisa hanya dua hari, seluruh anggota tim berlatih semaksimal mungkin hingga akhirnya mampu tampil percaya diri di hadapan para peserta lain.
“Ketika nomor urut peserta dibagikan, kami pasrah dan yakin bahwa usaha tidak menghianati hasil,” ungkap mereka.
Kemenangan ini menjadi momen yang sangat berkesan karena tidak hanya berhasil membawa pulang gelar Juara 1, tetapi juga menjadi bukti keberanian mereka melawan rasa ragu dalam diri sendiri.
“Alhamdulillah, ada rasa bangga pada diri kami yang memilih untuk melawan keraguan. Rasanya seperti mimpi atas pencapaian prestasi ini,” ujar mereka penuh haru.
Bagi mereka, keberhasilan tersebut lahir dari perbedaan yang mampu disatukan dalam kekompakan dan keharmonisan tim. Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang membuat mereka semakin solid dan saling menguatkan satu sama lain.