MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyambut mahasiswa baru Program Studi Kedokteran dan Farmasi angkatan 2026 sebagai bagian dari keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dekan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad(K), menyampaikan bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa menjadi salah satu kekuatan dalam proses pendidikan di FKIK. Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan sekolah menengah yang berbeda akan dipertemukan dalam satu lingkungan akademik untuk berkembang bersama menjadi tenaga kesehatan profesional.
“Selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk seluruh mahasiswa baru FKIK, baik dari Kedokteran maupun Farmasi angkatan 2026,” ungkapnya.
Prof. Yuyun menjelaskan bahwa FKIK UIN Malang terus memperkuat fasilitas pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran mahasiswa. Program Studi Kedokteran menggunakan Gedung Ar-Rahim yang dilengkapi dengan laboratorium, ruang kelas, serta fasilitas Clinical Skills Laboratory (CSL) dan Computer-Based Test (CBT) Center.
Sementara itu, Program Studi Farmasi didukung oleh Gedung Ibnu Sina dan Gedung Al-Biruni. Kedua gedung tersebut digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran, termasuk laboratorium, perpustakaan, ruang kelas, serta berbagai fasilitas pengembangan keterampilan mahasiswa.
Tidak hanya mengandalkan pembelajaran di dalam kampus, FKIK UIN Malang juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktik melalui berbagai wahana pendidikan. Mahasiswa Kedokteran dapat mengikuti pembelajaran di puskesmas maupun rumah sakit mitra, di antaranya Rumah Sakit Karsa Husada Batu, RSUD Kota Malang, Rumah Sakit Saiful Anwar, serta Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang.
Sementara mahasiswa Farmasi dan profesi apoteker memperoleh pengalaman melalui berbagai apotek serta industri yang menjadi wahana pembelajaran. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis sesuai dengan bidang keilmuannya.
Salah satu keunggulan yang turut dikembangkan FKIK UIN Malang adalah bidang kedokteran haji. Dalam pengembangannya, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam penyiapan kesehatan calon jemaah haji. Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, puskesmas, hingga Dinas Kesehatan.
Dalam aspek pembiayaan pendidikan, Prof. Yuyun juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir mengenai peluang memperoleh bantuan pendidikan. FKIK terus berupaya membuka akses terhadap berbagai program beasiswa, baik dari pemerintah maupun lembaga lainnya.
“Untuk pembiayaan, ada beasiswa dari PDB, kemudian beasiswa yang diselenggarakan oleh pihak lain, dan juga beasiswa prestasi,” jelasnya.
Selain beasiswa, mahasiswa juga difasilitasi untuk mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional. FKIK turut memberikan dukungan terhadap kegiatan pengembangan akademik mahasiswa, termasuk bantuan dalam penulisan artikel ilmiah serta kesempatan mengikuti kegiatan akademik di luar negeri.
Meski demikian, Prof. Yuyun mengingatkan bahwa calon mahasiswa tetap harus memperhatikan persyaratan akademik dan kesehatan yang telah ditentukan dalam penerimaan mahasiswa baru, termasuk ketentuan terkait kondisi tertentu yang menjadi persyaratan masuk program studi.
Lebih dari sekadar menghasilkan lulusan dokter dan apoteker, FKIK UIN Malang memiliki visi untuk membentuk tenaga kesehatan yang mampu mengintegrasikan keilmuan profesional dengan nilai-nilai Islam.
Prof. Yuyun berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan seluruh fasilitas dan kesempatan yang tersedia selama menempuh pendidikan di FKIK UIN Malang.
“Harapannya mereka bisa masuk ke sini, bergabung menjadi keluarga besar FKIK, dan menjadi tenaga kesehatan yang profesional. Mereka tidak hanya menjadi dokter atau apoteker, tetapi menjadi dokter dan apoteker Ulul Albab yang mengintegrasikan antara ilmu kedokteran dan kesehatan dengan Islam,” pungkasnya.
Melalui lingkungan akademik yang didukung fasilitas pembelajaran, wahana praktik, jejaring kerja sama, program beasiswa, serta penguatan nilai-nilai keislaman, FKIK UIN Malang berkomitmen mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, dan memiliki karakter Ulul Albab.