MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Ghefira Amalia Audyani, mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Dokter, berhasil meraih Juara 1 dalam lomba pidato tingkat nasional yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada 26 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung secara luring di Gedung Rektorat UTM, Bangkalan, Madura.
Kompetisi ini diikuti oleh 21 peserta pada tahap penyisihan. Dari seluruh peserta, tiga orang kemudian dipilih untuk melaju ke babak final. Ghefira berhasil melewati setiap tahapan hingga akhirnya meraih posisi pertama dalam kompetisi tersebut.
Di balik prestasi yang diraihnya, Ghefira menghadapi tantangan sejak sebelum perlombaan. Sebagai mahasiswa baru, ia harus mengikuti rangkaian kegiatan ospek sekaligus tinggal di Ma’had. Kondisi tersebut membuat proses perizinan untuk mengikuti perlombaan menjadi salah satu tantangan tersendiri.
Meski demikian, Ghefira tetap mempersiapkan diri. Ia membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan teks dan menghafalkan materi pidato. Sementara itu, pada babak final, peserta tidak lagi menggunakan teks hafalan karena harus menyampaikan pidato secara impromptu atau spontan sesuai topik yang diberikan.
Perjalanan menuju perlombaan pun menyimpan cerita tersendiri. Berangkat pada malam hari, Ghefira sempat tersesat karena kurang teliti membaca petunjuk dari Google Maps. Ia bahkan sampai keluar di exit Tol Tambak Sumur. Kondisi tersebut membuat sang kakak yang mengantarnya harus memutar balik dari Bandara Juanda.
Perjuangan dan persiapan yang telah dilakukan akhirnya berbuah hasil. Ghefira mengaku sangat senang ketika mengetahui dirinya berhasil menjadi juara.
“Senang sekali karena usaha dan doa tidak mengkhianati hasil,” ungkap Ghefira.
Prestasi tersebut tidak membuat Ghefira ingin berhenti. Ke depan, ia berharap dapat kembali mengikuti berbagai perlombaan, sembari tetap menjaga keseimbangan antara akademik dan kegiatan di Ma’had.
“Semoga bisa mengikuti lomba lagi dengan menjaga nilai ujian kuliah tanpa mengabaikan kegiatan Ma’had,” harapnya.
Bagi Ghefira, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan awalnya sebagai mahasiswa baru. Di tengah tuntutan perkuliahan dan kehidupan Ma’had, ia berhasil membuktikan bahwa kesempatan untuk berprestasi tetap dapat diraih dengan persiapan, doa, dan kemauan untuk mencoba.