Skip to Content

Hari Kesaktian Pancasila, Rektor UIN Malang Ajak Sivitas Perkuat Persatuan

October 1, 2026 by
Hari Kesaktian Pancasila, Rektor UIN Malang Ajak Sivitas Perkuat Persatuan
Ajay
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., bersama jajaran pimpinan dan sivitas akademika menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis 1 Oktober 2026.
Dalam amanatnya, Prof. Ilfi menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus menjadi landasan dalam menjalankan tugas, membangun persatuan, dan menghadirkan kerja nyata bagi masyarakat. Menurutnya, gotong royong bukanlah warisan masa lalu yang telah usang, melainkan kekuatan penting untuk menghadapi berbagai tantangan.

“Jalan keluar yang harus selalu kita utamakan adalah nilai-nilai Pancasila. Gotong royong bukanlah warisan masa lalu yang sudah usang, melainkan senjata paling kuat untuk menghadapi berbagai persoalan,” tegasnya.

Ia menekankan, sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia, seluruh sivitas akademika UIN Malang memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kerja nyata. Nilai tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan ajaran agama, terutama dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Setiap kebijakan, regulasi, dan pelayanan publik yang kita hasilkan harus berorientasi pada kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia, termasuk seluruh warga kampus,” ujarnya.
Prof. Ilfi juga menyoroti pentingnya persatuan sebagai fondasi dalam menjaga keberlangsungan bangsa di tengah perbedaan suku, agama, maupun pandangan politik. Di lingkungan perguruan tinggi, persatuan tersebut perlu diwujudkan melalui budaya kerja kolaboratif dan pengikisan ego sektoral.

“Persatuan harus diwujudkan melalui budaya kerja kolaboratif. Hanya dengan sinergi yang kokoh di antara kita, persoalan-persoalan strategis dapat diselesaikan secara efektif,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan berbagai capaian UIN Malang sebagai hasil kerja bersama. Ia menyinggung posisi UIN Malang yang berada di peringkat kedua PTKIN secara nasional dan masuk jajaran 10 besar perguruan tinggi nasional berdasarkan pemeringkatan yang dirujuk dalam amanatnya.

Menurut Prof. Ilfi, capaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa kebersamaan seluruh unsur kampus.

“Ketika ada kebijakan Rektor untuk mencapai cita-cita bersama, maka semua kaki harus melangkah bersama. Ini adalah wujud nyata bahwa kita bersatu untuk mencapai program-program prioritas,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. UIN Malang harus terus bergerak menuju perguruan tinggi yang bereputasi internasional sekaligus memberikan pendidikan berkualitas bagi anak bangsa.
Karena itu, Prof. Ilfi mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika untuk memperkuat semangat kebersamaan serta meningkatkan kinerja.

“Kita semua harus berikrar untuk lebih maju, lebih giat, dan lebih memperkuat persatuan agar kampus kita menjadi kebanggaan Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat Indonesia,” ajaknya.

Prof. Ilfi juga menegaskan bahwa kemajuan kampus membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Ia meminta tidak ada sivitas akademika yang tertinggal dalam menjalankan target dan program prioritas universitas.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan tracer study yang memiliki peran penting dalam mendukung akreditasi sekaligus masa depan para alumni.

Ia menyebut pelaksanaan tracer study di lingkungan fakultas masih perlu diperkuat karena belum seluruh fakultas mencapai target yang ditetapkan.

“Tidak ada satu pun yang tertinggal, tidak ada satu pun yang menyebarkan hoaks, dan tidak ada satu pun yang tidak berkinerja tinggi. Ketika ada target dan tagihan, semuanya harus segera menyelesaikan,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh tugas yang diemban sivitas akademika pada akhirnya bermuara pada kepentingan mahasiswa, alumni, dan para pemangku kepentingan.

“Kita di sini digaji dan dibayar untuk kepentingan mahasiswa, kepentingan alumni, dan kepentingan stakeholder. Karena itu, ketika kita tidak bersungguh-sungguh dalam berkinerja, rasanya kita merasa berdosa,” tuturnya.

Menutup amanatnya, Prof. Ilfi mengaitkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dengan tanggung jawab moral setiap insan dalam menjalankan amanah.

Ia mengingatkan bahwa setiap tugas merupakan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan, sehingga nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya diperingati, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan kinerja sehari-hari.

“Ketuhanan Yang Maha Esa dari Pancasila itu harus menancap pada hati kita. Ketika kita mengkhianati tugas dan amanah yang telah dibebankan kepada kita, berarti kita mengkhianati amanah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala,” pesannya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di UIN Malang pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi meneguhkan kembali persatuan, gotong royong, integritas, dan kinerja sebagai bagian dari upaya membawa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin maju dan bereputasi internasional.


Editor: Humas
Reporter: Abadi Wijaya
Fotografer: Santoso
Hari Kesaktian Pancasila, Rektor UIN Malang Ajak Sivitas Perkuat Persatuan
Ajay October 1, 2026
Share this post
Tags
Archive