Skip to Content

Kabiro AUPK UIN Malang Tegaskan PPPK: Jadilah ASN Berintegritas dan Pelayan Masyarakat

August 18, 2026 by
Kabiro AUPK UIN Malang Tegaskan PPPK: Jadilah ASN Berintegritas dan Pelayan Masyarakat
Ajay
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Masa orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang diawali dengan pesan tegas tentang integritas, disiplin, etika, dan kualitas pelayanan publik. Selasa, 18 Agustus 2026.

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan (AUPK) UIN Malang, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag., hadir di tengah ratusan peserta orientasi PPPK yang berlangsung di Aula Gedung Rektorat lantai 5, Selasa (18/8/2026). Kegiatan berlangsung khidmat, namun tetap diwarnai antusiasme para peserta yang baru memasuki babak baru sebagai ASN di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam arahannya, Muhtar menegaskan bahwa status sebagai ASN membawa konsekuensi berupa kewajiban untuk menaati seluruh aturan yang berlaku. Ia meminta seluruh PPPK menjaga kedisiplinan, termasuk dalam menjalankan presensi dan ketentuan kepegawaian.

“Tidak boleh ada ASN PPPK yang tidak menaati aturan. Lakukan presensi sesuai ketentuan yang ada dan jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Pesan Muhtar tidak berhenti pada persoalan disiplin administratif. Ia juga mengingatkan peserta agar memahami posisi ASN sebagai representasi pemerintah sekaligus wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat.

Menurutnya, ASN harus mampu menjaga etika, termasuk ketika menggunakan media sosial. Kebebasan bermedia sosial, kata dia, harus tetap dibarengi dengan kesantunan dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.

“Sebagai ASN harus santun dalam bermedia sosial. Jangan sampai aktivitas di media sosial justru merugikan diri sendiri maupun institusi. Kita harus ikut membangun branding Kementerian Agama dengan hal-hal yang positif,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar media sosial tidak semata-mata digunakan untuk mengejar keuntungan pribadi. Sebagai ASN, orientasi utama harus tetap pada pengabdian, kinerja, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan hanya berpikir bagaimana mencari duit dari unggahan TikTok atau media sosial. Utamakan bekerja dengan penuh integritas dan etika karena bapak ibu adalah wajah Kementerian Agama,” ujarnya.

Muhtar menegaskan, setelah resmi menjadi ASN Kementerian Agama, setiap PPPK memiliki tanggung jawab untuk memberikan kinerja terbaik bagi institusi. Status tersebut bukan sekadar perubahan administrasi kepegawaian, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian.

“Bapak ibu sudah resmi menjadi ASN di Kementerian Agama. Sudah seyogianya memberikan kinerja terbaik untuk pelayanan dan kemajuan Kementerian Agama,” katanya.

Dalam konteks UIN Malang sebagai institusi pendidikan tinggi, ia secara khusus menyoroti kualitas pelayanan kepada mahasiswa. Menurutnya, pelayanan prima dimulai dari hal-hal sederhana, seperti cara berbicara, bersikap, dan menghargai orang lain.
Ia meminta seluruh ASN menjaga kesopanan dalam berkomunikasi, santun dalam berperilaku, serta berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu di ruang publik maupun media sosial.

“Dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa harus lebih baik. Mulai dari kesopanan dalam berbicara dan bersikap, santun dalam berperilaku dan bermedia sosial. Jangan sampai ada yang menyinggung perasaan orang lain maupun tokoh negara,” pesannya.

Muhtar berharap orientasi PPPK menjadi momentum penting untuk membangun karakter ASN yang tidak hanya kompeten dalam menjalankan pekerjaan, tetapi juga memiliki integritas dan etika yang kuat.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan ASN bukan hanya terselesaikannya pekerjaan, melainkan juga sejauh mana pekerjaan tersebut memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat.

“Utamakan pelayanan yang prima, sehingga kinerja bapak ibu bisa memberikan dampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup arahannya, Muhtar memberikan dorongan kepada seluruh peserta agar menjalani masa orientasi dengan sungguh-sungguh dan menjadikan setiap materi sebagai bekal dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, berikan pelayanan terbaik. Saya doakan semoga sukses menjadi ASN di Kementerian Agama,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi ratusan PPPK UIN Malang bahwa menjadi ASN bukan sekadar memperoleh status kepegawaian, tetapi juga menerima amanah untuk bekerja dengan disiplin, menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan publik yang humanis dan profesional.



Editor: Humas
Reporter: Abadi Wijaya
Fotografer: Ajay
Kabiro AUPK UIN Malang Tegaskan PPPK: Jadilah ASN Berintegritas dan Pelayan Masyarakat
Ajay August 18, 2026
Share this post
Tags
Archive