MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menambah jajaran Guru Besar dalam rangkaian pengukuhan Guru Besar yang digelar di lingkungan kampus, Rabu, 23 September 2026. Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi sivitas akademika, sekaligus menegaskan semakin kuatnya tradisi keilmuan di UIN Malang.
Ketua Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., dalam Rapat Terbuka Senat menyampaikan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik. Menurutnya, gelar Guru Besar merupakan bentuk pengakuan atas perjalanan keilmuan sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Menjadi Guru Besar merupakan puncak pengakuan akan keilmuannya, sekaligus awal untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.
Prof. Nur Ali menegaskan, Guru Besar memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas akademik perguruan tinggi. Tidak hanya melalui pengembangan keilmuan, para Guru Besar juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi dosen dan mahasiswa serta ikut mendorong kemajuan program studi dan fakultas.
Peran tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya menjaga mutu akademik sekaligus memperkuat reputasi UIN Malang. Guru Besar diharapkan terus melahirkan gagasan, penelitian, dan kontribusi keilmuan yang dapat memberikan manfaat bagi perguruan tinggi maupun masyarakat.
Di balik pencapaian tersebut, Prof. Nur Ali juga mengingatkan besarnya peran keluarga dalam perjalanan seorang akademisi hingga mencapai jabatan Guru Besar. Dukungan, doa, serta pengorbanan keluarga, khususnya pasangan, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses panjang tersebut.
“Ini bukan hanya tentang sebuah gelar, tetapi juga tentang perjalanan, doa, perjuangan, dan dukungan keluarga yang mengiringinya,” tuturnya.
Ia juga mengajak para Guru Besar untuk terus menjaga keteladanan dalam kehidupan akademik maupun sosial. Menurutnya, lingkungan perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan kecakapan intelektual, tetapi juga keteladanan dalam sikap, kesabaran, serta konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai keilmuan.
Semangat tersebut dinilai penting dalam membangun lingkungan akademik yang mampu melahirkan generasi berkualitas. Tradisi keilmuan yang tumbuh di lingkungan kampus dan keluarga diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai spiritual.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nur Ali turut menyampaikan harapan agar UIN Malang terus berkembang melalui bertambahnya Guru Besar dan penguatan kualitas akademik di berbagai bidang keilmuan. Ia berharap para akademisi yang dikukuhkan dapat terus memberikan kontribusi bagi kemajuan kampus dan masyarakat.
Pengukuhan Guru Besar ini pun menjadi bagian dari perjalanan UIN Malang dalam memperkuat tradisi akademik dan membangun ekosistem perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu, keteladanan, serta kebermanfaatan bagi masyarakat.