MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Bagi Nasruddin Rafa'i, setiap kekalahan bukanlah akhir perjalanan,melainkan bagian dari proses menuju kemenangan. Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab semester 5 UIN Malang ini membuktikan bahwa ketekunan dan keberanian untuk terus mencoba mampu membawanya meraih Juara II cabang Qira'atus Syi'ri pada ADIA International Festival 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Ilmu Budaya dan Adab (ADIA) Cirebon itu berlangsung secara daring pada 22–25 Juli 2026 dan diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Tak hanya dari Indonesia, ajang bertaraf internasional tersebut juga diikuti peserta dari Malaysia dan Brunei Darussalam.
Berbeda dari perlombaan membaca puisi pada umumnya, ADIA International Festival menghadirkan beberapa kategori bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Setiap kategori mengusung tema yang berbeda sehingga peserta dituntut mampu menampilkan penghayatan sesuai karakter puisi yang dibawakan.
Pada cabang Qira'atus Syi'ri, peserta diminta mengirimkan video penampilan secara daring. Puisi yang dibacakan pun bukan hasil pilihan pribadi, melainkan telah disediakan oleh panitia. Saat itu, Nasruddin membawakan karya penyair ternama Muhammad Darwis dengan penuh penghayatan, memperhatikan setiap intonasi, ekspresi, serta makna yang terkandung dalam setiap bait.
Di balik prestasi tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu berjalan mulus. Berbagai kompetisi pernah ia ikuti dengan hasil yang beragam. Namun, ia memilih menjadikan setiap kegagalan sebagai ruang belajar untuk memperbaiki diri, bukan alasan untuk berhenti melangkah.
Prinsip hidup yang selalu dipegangnya sederhana, tetapi penuh makna.
"Habiskan jatah kekalahanmu. Jika jatah kekalahanmu habis, maka akan timbul jatah kemenanganmu" pesan Rafai
Kalimat itu menjadi penyemangat setiap kali menghadapi kegagalan. Baginya, kemenangan bukanlah hasil keberuntungan semata, melainkan buah dari konsistensi, latihan, dan keberanian untuk terus bangkit setelah jatuh.
Prestasi Juara II di tingkat internasional menjadi bukti bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tidak pernah mengkhianati hasil. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lain agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
Bagi Nasruddin Rafa'i, setiap langkah, sekecil apa pun, merupakan bagian dari perjalanan panjang menuju impian. Selama semangat untuk belajar dan mencoba terus dijaga, kemenangan akan datang pada waktunya.