MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Kebiasaan mendengkur sering dianggap sebagai hal yang biasa terjadi ketika seseorang tidur. Namun, di balik suara dengkuran tersebut, terdapat kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Pesan itulah yang diangkat Khoolidah Rihaadatul Aisyah, mahasiswa Program Studi Kedokteran semester 5, dalam poster yang mengantarkannya meraih Juara 2 lomba poster tingkat nasional pada 22 Agustus 2026.
Dalam karyanya, Khoolidah mengangkat isu sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang membuat pernapasan seseorang berhenti atau terganggu berulang kali ketika tidur. Ia memilih tema tersebut karena gejala sleep apnea masih kerap diabaikan oleh masyarakat, padahal dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan dan memicu masalah yang lebih serius.
Menurut Khoolidah, salah satu hal yang ingin ditekankan melalui posternya adalah kebiasaan mendengkur yang selama ini sering dinormalisasi. Ia ingin masyarakat lebih peka bahwa dengkuran, terutama jika berkaitan dengan sleep apnea, tidak selalu sekadar kebiasaan saat tidur.
“Ngorok yang biasanya dinormalisasi merupakan gejala yang tidak bisa diabaikan karena dampak dan efeknya lumayan serius,” ungkapnya.
Proses pembuatan poster tersebut membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Tantangan terbesar bagi Khoolidah bukan hanya dalam menentukan tampilan visual, tetapi juga ketika mencari dan memilah materi yang akan dimasukkan ke dalam poster. Banyaknya sumber informasi membuatnya harus lebih selektif agar pesan yang disampaikan tetap jelas dan tidak terlalu padat.
“Bagian yang paling sulit adalah mencari ide dan materi dalam poster karena banyak sekali sumber dan harus memilah-milah,” jelasnya.
Meski prosesnya membutuhkan ketelitian, usaha tersebut berbuah hasil. Karya Khoolidah berhasil meraih posisi kedua dalam kompetisi yang diikuti secara nasional. Prestasi tersebut sekaligus menjadi pengalaman baginya untuk terus berani mencoba berbagai kesempatan di luar kegiatan perkuliahan.
Bagi mahasiswa yang masih ragu mengikuti perlombaan, Khoolidah berpesan agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya alasan untuk berani mencoba. Menurutnya, mengikuti lomba juga dapat menjadi ruang untuk belajar, menambah pengalaman, sekaligus mengetahui kemampuan diri.
“Jangan ragu-ragu untuk mengikuti lomba. Jangan terlalu mikir harus menang atau harus jago. Ikut lomba itu juga bagian dari proses belajar dan menambah pengalaman. Yang penting berani mulai dan berusaha. Siapa tahu dari coba-coba malah dapat hasil yang nggak disangka,” tuturnya.
Melalui prestasinya, Khoolidah tidak hanya membawa pulang gelar juara, tetapi juga menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. Dari sebuah poster, ia berusaha mengingatkan bahwa hal yang tampak sederhana seperti mendengkur pun layak diperhatikan ketika menjadi tanda dari gangguan kesehatan yang lebih serius.