Skip to Content

Mahasiswa UIN Malang Raih Bronze Medal pada Lomba Esai Nasional di Bali

September 23, 2026 by
Mahasiswa UIN Malang Raih Bronze Medal pada Lomba Esai Nasional di Bali
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Nadhira Haque Ramadhania dan Sofia, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi semester 5, berhasil meraih Bronze Medal dalam kompetisi esai nasional yang diselenggarakan pada 19–20 September 2026 di Bali.

Dalam kompetisi tersebut, Nadhira dan Sofia berkolaborasi dengan dua mahasiswa Universitas Brawijaya, yakni Maudzar Adl Khawarizmiy dan Najwa Asyilah Osnasandi dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem semester 3. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Nusantara Muda bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana dan diikuti oleh 124 tim dari berbagai perguruan tinggi.

Tim mengangkat isu lingkungan dengan fokus pada permasalahan limbah organik pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui esai yang disusun, mereka menawarkan penerapan konsep ekonomi sirkular dengan mengolah limbah pertanian menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus nilai ekonomi.

Salah satu solusi yang dikembangkan adalah pemanfaatan limbah organik pertanian menjadi eco enzyme dan pupuk hayati. Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi permasalahan limbah, mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Kolaborasi lintas bidang menjadi salah satu kekuatan dalam penyusunan gagasan tersebut. Mahasiswa teknologi pangan berfokus pada aspek pengolahan dan pemanfaatan limbah, sedangkan mahasiswa Perbankan Syariah melihat potensi pengembangan solusi tersebut dari sisi ekonomi dan keberlanjutan usaha.

“Sebagai mahasiswa dari latar belakang yang berbeda, kami melihat permasalahan ini dari dua sisi. Dari bidang teknologi pangan, kami berfokus pada bagaimana limbah tersebut dapat diolah dan dimanfaatkan. Sementara dari sisi ekonomi dan perbankan syariah, kami melihat bagaimana solusi tersebut dapat memiliki nilai ekonomi dan berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan,” ungkap Nadhira dan Sofia.

Proses penyusunan esai berlangsung selama beberapa minggu. Tim melakukan riset, berdiskusi untuk menentukan permasalahan yang diangkat, mematangkan konsep solusi, menyusun esai, hingga mempersiapkan presentasi. Selain esai, mereka juga merancang sebuah platform digital sebagai bagian dari konsep yang ditawarkan.

Menurut tim, tantangan terbesar selama kompetisi adalah membangun kolaborasi lintas kampus dan lintas keilmuan. Perbedaan latar belakang membuat setiap anggota memiliki sudut pandang yang berbeda sehingga diperlukan komunikasi dan diskusi intensif untuk menyatukan gagasan.

Selain itu, mereka harus membagi waktu antara perkuliahan, kegiatan masing-masing, penyusunan esai, revisi, hingga latihan pitching. Proses tersebut justru menjadi pengalaman bagi tim untuk belajar bekerja sama, menghargai perspektif yang berbeda, serta saling melengkapi dalam mencapai tujuan bersama.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi mereka adalah ketika akhirnya dapat bertemu secara langsung setelah sebelumnya banyak melakukan diskusi dan revisi secara daring. Bahkan, beberapa diskusi dilakukan hingga larut malam.

“Setelah melalui proses yang cukup panjang dari nol, akhirnya kami bisa bertemu dan tampil secara offline bersama di Bali. Jadi, bagi kami, bukan hanya hasil kompetisinya yang berkesan, tetapi juga seluruh proses perjuangan dan kebersamaan tim selama mempersiapkannya,” tutur mereka.

Atas pencapaian tersebut, tim berharap mahasiswa lain tidak ragu untuk mencoba mengikuti kompetisi. Menurut mereka, pengalaman dalam kompetisi tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses belajar dan relasi yang diperoleh.

“Jangan terlalu takut untuk mencoba dan keluar dari zona nyaman. Kadang kita merasa belum cukup pintar, belum punya pengalaman, atau takut gagal sebelum benar-benar mencoba. Padahal, dari mengikuti kompetisi kita justru bisa mendapatkan banyak pengalaman, relasi, dan pelajaran baru,” pesan mereka.


Editor:
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Mahasiswa UIN Malang Raih Bronze Medal pada Lomba Esai Nasional di Bali
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah September 23, 2026
Share this post
Tags
Archive