Skip to Content

Naviatus Sholikhah Tekankan Etika Pergaulan dan Pencegahan Kekerasan di Kampus pada PBAK FE 2026

Naviatus Sholikhah Tekankan Etika Pergaulan dan Pencegahan Kekerasan di Kampus pada PBAK FE 2026
August 24, 2026 by
Naviatus Sholikhah Tekankan Etika Pergaulan dan Pencegahan Kekerasan di Kampus pada PBAK FE 2026
Muhammad Ighfar Bi Fadiluka

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY | KAMPUS I - Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang membekali mahasiswa baru dengan wawasan mengenai etika pergaulan serta pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus. Materi tersebut disampaikan oleh Naviatus Sholikhah, S.M., dalam rangkaian PBAK Fakultas Ekonomi di Gedung Rektorat lantai 5 UIN Malang pada Minggu 23 Agustus 2026.

Dalam pemaparannya, Naviatus Sholikhah mengajak mahasiswa menerapkan prinsip “Be smart, be respectful, be safe” dalam kehidupan kampus. Mahasiswa didorong untuk membangun pergaulan yang sehat dengan mengedepankan rasa hormat, empati, tanggung jawab, dan integritas. Menurut Naviatus Sholikhah, kemampuan akademik perlu diimbangi dengan etika agar pengetahuan dan prestasi yang dimiliki tidak berdampak buruk bagi orang lain. 

Naviatus Sholikhah juga mengingatkan mahasiswa untuk mengenali batasan pribadi dalam berinteraksi. Mahasiswa perlu menjaga diri dari gaya hidup yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan tidak kehilangan jati diri dalam pergaulan. Dalam pengelolaan keuangan, mahasiswa juga diingatkan untuk tidak mengambil jalan pintas melalui judi online maupun pinjaman online yang tidak sesuai kebutuhan.

Materi turut membahas kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan kampus. Naviatus Sholikhah menegaskan bahwa kekerasan seksual dapat dilakukan oleh siapa saja dan dapat menimpa siapa saja tanpa memandang gender. Karena itu, mahasiswa diminta tidak menjadi pelaku maupun sekadar penonton ketika mengetahui adanya tindakan kekerasan. Mahasiswa yang mengalami atau mengetahui tindakan tersebut didorong untuk berani berbicara dan melaporkannya.

Dalam sesi tanya jawab, seorang mahasiswa menanyakan sikap yang perlu dilakukan ketika mengetahui teman menjadi korban, tetapi korban belum bersedia melapor. Naviatus Sholikhah menekankan pentingnya keberpihakan kepada korban serta mendorong korban memperoleh pendampingan. UIN Malang memiliki Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) yang dapat membantu proses pendampingan dengan tetap memperhatikan kerahasiaan dan privasi korban.

Pertanyaan lain membahas tekanan yang dialami mahasiswa dan kondisi ketika mahasiswa merasa tidak didengar. Naviatus Sholikhah menjelaskan bahwa kampus memiliki mekanisme dan tenaga profesional yang dapat membantu mahasiswa. PSGA dapat menjadi salah satu tempat untuk memperoleh bantuan, termasuk melalui proses mediasi dan pendampingan. Mahasiswa pun diharapkan memahami saluran bantuan yang tersedia agar tidak menghadapi persoalan seorang diri.


Editor: Humas
Reporter: Muhammad Ighfar Bi Fadiluka
Fotografer: Humas
Naviatus Sholikhah Tekankan Etika Pergaulan dan Pencegahan Kekerasan di Kampus pada PBAK FE 2026
Muhammad Ighfar Bi Fadiluka August 24, 2026
Share this post
Tags
Archive