Skip to Content

Pandhu Syach Aryanto Persembahkan Medali Perak Taekwondo untuk UIN Malang di PORSI Jawara II 2026

September 13, 2026 by
Pandhu Syach Aryanto Persembahkan Medali Perak Taekwondo untuk UIN Malang di PORSI Jawara II 2026
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Perjalanan panjang selama lebih dari dua bulan berbuah manis bagi Pandhu Syach Aryanto, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika semester 5. Atlet Taekwondo UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut berhasil meraih medali perak pada kategori individu putra dalam ajang PORSI Jawara II 2026 yang berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Persaingan yang dihadapi Pandhu tidak mudah. Pada kategori individu putra, terdapat tujuh peserta dari berbagai kontingen di wilayah Jawa dan Madura. Masing-masing peserta datang dengan persiapan dan target untuk membawa pulang prestasi bagi perguruan tinggi yang diwakilinya.

Bagi Pandhu, persiapan menuju pertandingan bahkan dimulai sejak masa liburan semester genap, ketika seleksi perwakilan PORSI Jawara mulai dibuka. Ia menjalani latihan intensif selama lebih dari dua bulan. Waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk menikmati liburan harus ia sisihkan untuk berlatih dan mempersiapkan diri.

Pengorbanan tersebut menjadi bagian dari proses yang harus dijalani untuk mencapai hasil terbaik. Latihan yang panjang dan intensif kemudian menjadi bekal bagi Pandhu ketika harus berhadapan dengan para atlet taekwondo putra dari berbagai institusi.

Rasa gugup tentu tetap muncul menjelang pertandingan. Ia menyadari bahwa lawan yang dihadapi merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kampus. Namun, Pandhu tidak membiarkan rasa gugup berubah menjadi keraguan terhadap kemampuan dirinya.

Menurutnya, kesempatan untuk menjadi perwakilan UIN Malang merupakan sebuah kepercayaan yang harus dijawab dengan penampilan terbaik. Setelah melewati proses seleksi dan latihan yang panjang, ia memilih untuk mengesampingkan rasa nervous dan memusatkan perhatian pada pertandingan.

Ketika tekanan mulai terasa di arena, Pandhu kembali menguatkan kepercayaan dirinya dengan mengingat proses latihan yang telah dilalui. Selain persiapan fisik dan teknik, ia juga memiliki cara tersendiri untuk menjaga ketenangan sebelum bertanding.

Doa menjadi salah satu bagian penting dalam persiapannya. Pandhu terbiasa membaca la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim, kemudian dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah sebanyak tujuh kali. Ketika rasa gugup masih terasa kuat, ia memperbanyak bacaan tersebut.

Baginya, pendekatan spiritual tersebut membantu menghadirkan ketenangan sekaligus memperkuat keyakinan ketika berada di atas matras. Ia tidak hanya mengandalkan latihan fisik, tetapi juga berusaha menyerahkan hasil pertandingan kepada Allah SWT.

Hasil akhirnya, Pandhu berhasil membawa pulang medali perak. Meski belum mencapai posisi tertinggi, capaian tersebut memiliki makna besar baginya.

“Alhamdulillah, medali perak ini memiliki arti yang sangat luar biasa bagi saya pribadi. Pencapaian ini tidak diraih melalui proses yang instan atau sekadar latihan satu-dua minggu, melainkan lewat perjalanan panjang yang menuntut banyak pengorbanan,” ujarnya.

Medali tersebut juga menjadi bukti bahwa Pandhu mampu melampaui batas dirinya sendiri. Baginya, pencapaian terbaik bukan semata-mata tentang warna medali, tetapi tentang proses dan dedikasi yang telah diberikan untuk membawa nama UIN Malang.

Menariknya, Taekwondo bukan olahraga yang telah ditekuni Pandhu sejak kecil. Ia baru benar-benar mengenal dan menekuni Taekwondo setelah menjadi mahasiswa UIN Malang dan bergabung dengan UKM Taekwondo.

Sebelumnya, Pandhu pernah mengikuti karate ketika duduk di bangku TK hingga SD, tetapi kemudian vakum cukup lama. Ketika memasuki dunia perkuliahan, ia ingin kembali memiliki aktivitas olahraga untuk menyeimbangkan rutinitas akademiknya. Karena UIN Malang tidak memiliki UKM karate, ia akhirnya mencoba Taekwondo.

Dari sekadar mencoba, ketertarikannya berkembang menjadi keseriusan. Selama sekitar dua tahun terakhir, Pandhu tekun menjalani latihan hingga akhirnya memperoleh kesempatan untuk mewakili kampus di ajang PORSI Jawara II 2026.

Pengalaman tersebut juga membuatnya ingin mengajak mahasiswa baru maupun calon mahasiswa untuk tidak ragu bergabung dengan UKM Taekwondo UIN Malang. Menurutnya, pengalaman sebelumnya bukan menjadi syarat mutlak karena kemampuan dapat dipelajari bersama dari dasar.

“Jika kita tekun, peluang sangat terbuka lebar untuk bisa mewakili UIN Malang di berbagai ajang bergengsi, mulai dari tingkat kota, provinsi, nasional, bahkan hingga ke tingkat internasional,” tuturnya.

Selain pengalaman bertanding, PORSI Jawara II juga menjadi ruang bagi Pandhu untuk memperluas pertemanan. Ia berkesempatan berkenalan dengan atlet dari sejumlah kampus di luar Jawa Timur, seperti UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan selaku tuan rumah, hingga UIN KHAS Jember.

Di balik pertandingan, terdapat pula cerita tentang kebersamaan selama menjalani training center. Program latihan yang ketat menghadirkan rasa lelah dan tantangan tersendiri, tetapi sekaligus menciptakan banyak momen kebersamaan antaratlet.

Dukungan dari kampus juga menjadi bagian yang tidak terlupakan. Pandhu mengapresiasi fasilitas yang diberikan kepada para atlet, mulai dari perlengkapan seperti kaos, sepatu, dan jaket hingga akomodasi selama mengikuti pertandingan.

Bagi Pandhu, seluruh rangkaian tersebut mulai dari seleksi, mengorbankan masa liburan, menjalani latihan intensif, menghadapi tekanan pertandingan, hingga akhirnya berdiri di podium menjadi satu pengalaman berharga. Medali perak itu bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga penanda dari proses panjang yang telah ia jalani bersama Taekwondo UIN Malang.


Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Pandhu Syach Aryanto Persembahkan Medali Perak Taekwondo untuk UIN Malang di PORSI Jawara II 2026
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah September 13, 2026
Share this post
Tags
Archive