Skip to Content

Perempuan, Amanah, dan Inovasi: Orasi Inspiratif Ira Puspadewi

September 5, 2026 by
Perempuan, Amanah, dan Inovasi: Orasi Inspiratif Ira Puspadewi
Noni Sherlya Yasmin Ramadhani
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Pada acara Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana ke-93 Periode III Tahun 2026 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Dr. Ira Puspadewi, S.E., M.D.M., Ph.D., hadir sebagai narasumber, Sabtu, 5 September 2026. Ia secara khusus membicarakan tema “Female Leadership and Stewardship,” dengan menggarisbawahi kepemimpinan perempuan, pendidikan, inovasi, serta tanggung jawab dalam menjalankan kepemimpinan. Ira merupakan profesional dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di sektor nirlaba, perusahaan multinasional, dan BUMN. Ia juga pernah memimpin PT. Sarinah, PT. Pos Indonesia, dan PT. ASDP Indonesia Ferry.
Dalam orasinya, Ira memperkenalkan konsep steward leadership yang menempatkan jabatan bukan sebagai privilege, melainkan sebagai amanah yang harus dijaga. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab atas pencapaian organisasi, tetapi juga atas orang-orang dan kepentingan yang ada di dalamnya. Kepemimpinan, karena itu, perlu dijalankan dengan kesadaran akan tanggung jawab serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Ira juga mengaitkan kualitas kepemimpinan dengan kemajuan suatu negara. Ia menjelaskan bahwa tingkat kemakmuran suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kualitas institusi, tata kelola, kebijakan, pendidikan, dan kemampuan menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi. Dalam konteks tersebut, Ira menyoroti perkembangan Tiongkok yang, berdasarkan Global Innovation Index 2025 dari World Intellectual Property Organization (WIPO), untuk pertama kalinya masuk dalam sepuluh besar ekonomi paling inovatif di dunia dan menempati peringkat ke-10.
Persoalan pendidikan di Indonesia turut menjadi perhatian Ira dalam orasinya. Ia mengajak para wisudawan untuk tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi juga memikirkan kontribusi yang dapat diberikan setelah menyelesaikan pendidikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, rata-rata lama sekolah penduduk berusia 25 tahun ke atas di Indonesia pada 2025 mencapai 9,07 tahun. Menurut Ira, pendidikan dan pengetahuan yang diperoleh perlu dimanfaatkan untuk mendorong perubahan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam pembahasan mengenai kepemimpinan perempuan, Ira menilai perempuan memiliki keterwakilan yang relatif kuat di bidang seperti pendidikan dan kesehatan, tetapi masih menghadapi tantangan dalam sejumlah sektor strategis dan posisi kepemimpinan tingkat atas. Kondisi tersebut, menurutnya, berkaitan dengan konstruksi sosial yang secara historis menempatkan perempuan sebagai caregiver atau pengasuh. Karena itu, diperlukan kesempatan yang lebih luas, didukung oleh keberanian dan kompetensi, agar perempuan dapat berkembang dan mengambil peran dalam berbagai posisi strategis.
Menutup orasi ilmiahnya, Ira mendorong para wisudawan untuk tidak takut melakukan inovasi meskipun perubahan dan gagasan baru kerap menghadapi resistensi. Ia juga mengajak generasi muda untuk menggunakan kebebasan dan pengetahuan secara bertanggung jawab, sebagaimana refleksi mengenai iman dan kebebasan yang disampaikan oleh Prof. Omaruddin Hidayat. Ira berpesan agar para wisudawan tidak sekadar mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang menjaga amanah, berani melakukan perubahan, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Editor: Nida Humas
Reporter: Noni Sherlya Yasmin Ramadhani
Fotografer: Azmi
Perempuan, Amanah, dan Inovasi: Orasi Inspiratif Ira Puspadewi
Noni Sherlya Yasmin Ramadhani September 5, 2026
Share this post
Tags
Archive