KAMPUS 1 | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Pakar Studi Islam, Prof. Dr. H. Abdurrahman Mas’ud, M.A., Ph.D., menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam pengembangan studi Islam sebagai bagian dari persiapan penguatan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini disampaikan dalam kegiatan pemetaan Program Studi S3 Studi Islam Interdisipliner di Gedung Dr. (HC) Ir. H. Soekarno Kampus 1, Senin, 13 April 2026.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan buku karya Prof. Dr. Abdurrahman Mas’ud berjudul “Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat”, yang mencerminkan pengalaman akademiknya dalam membangun pendekatan Islam yang dialogis dan humanis di tingkat global.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Abdurrahman menekankan pentingnya mentalitas akademik dalam menghadapi perubahan. “Tatkala kita dalam tantangan itu kita betul-betul struggle dan kerja keras, tetapi ketika berada di posisi nyaman, kita menjadi santai,” ungkapnya.
Pengalaman akademik Prof. Dr. Abdurrahman juga menegaskan pentingnya penguasaan bahasa dalam studi Islam. “Belajar bahasa itu betul-betul merupakan motivasi,” ujarnya, mengingatkan bahwa studi Islam global menuntut kemampuan lintas bahasa dan lintas perspektif.
Lebih lanjut, Bapak berkacamata itu menjelaskan bahwa studi Islam pada jenjang lanjut harus bersifat interdisipliner, mencakup bahasa Arab, bahasa Eropa, ilmu sosial seperti sosiologi dan antropologi, serta bahasa Islam lainnya seperti Urdu, Persia, atau Turki. “Untuk merubah kultur itu kita harus mengubah semuanya, termasuk standar yang kita bangun,” tegasnya.