MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY–Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., berdiri di depan wali mahasiswa baru dalam forum Silaturrahim dan Sosialisasi Akademik Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru Tahun 2026, Minggu, 16 Agustus 2026.
Saat memberikan sambutan, ia mengajak para orang tua dan wali mahasiswa baru untuk membangun kepercayaan dan komunikasi dalam mendampingi putra-putri mereka menempuh pendidikan di Kampus Ulul Albab. Dalam kegiatan tersebut, Rektor hadir bersama para wakil rektor, kepala biro, para dekan, serta Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI).
Menurut Prof. Ilfi, pertemuan antara pimpinan kampus dan orang tua mahasiswa baru bukan sekadar agenda seremonial. Ini menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi sekaligus menyampaikan berbagai informasi mengenai proses pendidikan yang akan dijalani mahasiswa selama berada di UIN Malang. “Kami membutuhkan keyakinan dari Bapak-Ibu untuk menitipkan putra-putrinya menimba ilmu di UIN Malang,” ujar Prof. Ilfi.
Ia mengungkapkan, tingginya minat masyarakat terhadap UIN Malang membuat proses penerimaan mahasiswa baru harus dilakukan secara selektif. Dari sekitar 40 ribu peminat, hanya sekitar 4.978 mahasiswa yang dapat diterima. Angka tersebut menunjukkan ketatnya persaingan untuk mendapatkan kesempatan belajar di UIN Malang. “Hanya sekitar 13 persen dari total peminat,” imbuhnya.
Prof. Ilfi menegaskan, UIN Malang tidak dapat menerima seluruh calon mahasiswa yang berminat karena kampus memiliki kebijakan khusus yang menjadi bagian dari sistem pendidikan, yakni mahasiswa baru diwajibkan tinggal di Pusat Ma’had Al-Jami’ah. Kebijakan tersebut membuat kapasitas ma’had menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan jumlah mahasiswa yang dapat diterima.
Bukan Sekadar Kuliah, UIN Malang Bangun Karakter
Di hadapan para wali mahasiswa baru, Prof. Ilfi juga menegaskan bahwa UIN Malang tidak hanya berorientasi pada kecukupan fasilitas akademik. Kampus juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Pendidikan karakter tersebut salah satunya diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif. UIN Malang, kata Prof. Ilfi, terus mengajarkan Islam rahmatan lil ‘alamin sebagai landasan kehidupan mahasiswa di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia bersyukur, hingga saat ini tidak ada mahasiswa UIN Malang yang terpapar aliran radikal atau paham Islam garis keras. Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa orang tua tidak perlu khawatir menitipkan putra-putrinya di UIN Malang. Pendidikan akademik berjalan beriringan dengan pembinaan keagamaan dan karakter.
Peduli Mahasiswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu
Pada sesi tanya-jawab, salah satu wali mahasiswi asal Madura menyampaikan keteguhannya saat putrinya meminta melanjutkan pendidikan. Ia menuturkan, meski tak memiliki cukup biaya, ia usahakan untuk membayar biaya masuk ma'had. Ia yakin, niat baiknya untuk pendidikan putrinya akan diberkahi Allah swt. Merespon hal tersebut, Rektor sekaligus Wakil Rektor Bidang AUPK menyatakan bahwa UIN Malang menyediakan 2.000 lebih beasiswa dari berbagai sumber pembiayaan setiap tahunnya, contohnya Beasiswa Tahfiz, Beasiswa El-Zawa, Beasiswa Bank Indonesia, dan beasiswa dari mitra-mitra yang bekerjasama dengan UIN Malang.
Hal ini merupakan wujud kepedulian UIN Malang terhadap warga negara Indonesia yang memiliki keinginan kuat di bidang pendidikan tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi. Pihak kampus berupaya memberikan keringanan bagi mahasiswa yang membutuhkan. Proses seleksi akan dilakukan agar bantuan dan keringanan benar-benar diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria. “Kami sebagai pimpinan akan melakukan proses seleksi agar keringanan yang diberikan bisa tepat sasaran,” tuturnya.