MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Semangat emansipasi perempuan kembali digaungkan dalam Seminar Nasional dan Peringatan Hari Kartini yang digelar oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat lantai 5 ini mengusung tema “Semangat Kartini Merajut Silaturahim: Perempuan Berdaya, Indonesia Maju.”
Salah satu pemateri dalam seminar ini adalah Amithya Ratnanggani Sirraduhita yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang periode 2024–2029. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci utama perubahan peran perempuan, khususnya dalam ruang publik.
Mengutip pemikiran Raden Ajeng Kartini, ia menyampaikan bahwa “Habis gelap terbitlah terang” merupakan simbol bahwa pendidikan adalah penerangan yang membawa perempuan dari ketidaktahuan menuju pemahaman yang utuh.
Menurutnya, perempuan tidak hanya hadir sebagai bagian dari masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak utama. Namun, budaya patriarki yang masih kuat menjadi salah satu hambatan yang membuat potensi perempuan belum sepenuhnya berkembang.
Ia juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga dan ekonomi. Dalam lingkup keluarga, perempuan berperan sebagai pendidik pertama bagi anak-anak, sehingga pendidikan menjadi kebutuhan mutlak, bukan sekadar pilihan.
Menariknya, Amithya mengungkapkan bahwa praktik politik sebenarnya sudah dimulai dari ruang terkecil, yaitu keluarga. “Ketika anak menyampaikan keinginan dan ibu mengambil keputusan, itu adalah bentuk sederhana dari proses politik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ketua DPRD Kota Malang itu menyoroti pentingnya perspektif perempuan dalam penyusunan kebijakan publik. Keterlibatan perempuan dinilai mampu menghasilkan kebijakan yang lebih komprehensif karena mempertimbangkan berbagai sudut pandang dalam masyarakat.
Dalam paparannya sebagai Ketua DPRD Kota Malang, ia juga menyampaikan bahwa keterwakilan perempuan di lembaga legislatif masih sangat terbatas. Dari total anggota legislatif, jumlah perempuan masih jauh dari ideal. Bahkan di tingkat regional. "Jumlah perempuan yang menjabat sebagai Ketua DPRD masih sangat sedikit," paparnya.
Seminar ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan anggaran bagi perempuan dan anak, kolaborasi antara kampus dan pemerintah, layanan berbasis komunitas, peningkatan keterwakilan perempuan, serta pembentukan forum jejaring perempuan secara berkelanjutan.
Menguatkan pesannya, ia turut mengutip pernyataan Soekarno bahwa perempuan adalah tiang negara, baik buruknya negara sangat ditentukan oleh kualitas perempuannya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dengan empat penanya pada sesi pertama. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu pemberdayaan perempuan tetap relevan dan menjadi perhatian bersama.
Melalui kegiatan ini, UIN Malang tidak hanya memperingati Hari Kartini secara seremonial, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan dan kolaborasi nyata demi mewujudkan perempuan Indonesia yang berdaya dan berkontribusi aktif bagi kemajuan bangsa.
Reporter : Amelia Dea Divanda