KAMPUS I | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., menegaskan bahwa Pemilihan Duta Kampus 2026 bukan sekadar ajang kompetisi penampilan, tetapi menjadi ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, kreativitas, serta akhlakul karimah mahasiswa. Hal tersebut disampaikan dalam Grand Final Pemilihan Duta Kampus UIN Malang 2026 yang berlangsung di Auditorium Lantai 5 Rektorat Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa, 26 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Triyo hadir mewakili Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si., yang menyampaikan sambutan secara virtual. Dalam sambutannya, Prof. Ilfi menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Pemilihan Duta Kampus 2026 sebagai langkah membentuk generasi muda kampus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, serta kesungguhan perilaku.
Prof. Ilfi juga mengajak seluruh mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam keberdampakan kampus melalui berbagai prestasi dan karya nyata, salah satunya dengan menjadi bagian dari Duta Kampus. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pengembangan generasi muda yang berkarakter unggul, berdaya saing, dan mampu terus berkarya serta berprestasi di berbagai bidang.
Sementara itu, Prof. Triyo menyampaikan apresiasi kepada ketua pelaksana, ketua paguyuban, panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian grand final dapat berjalan lancar dan menjadi momentum positif bagi pengembangan mahasiswa UIN Malang di tengah tantangan global dan perkembangan teknologi saat ini.
Menurutnya, mahasiswa yang terpilih sebagai Duta Kampus harus mampu menjadi representasi universitas di tengah masyarakat, baik pada level regional, nasional, maupun internasional. Karena itu, para finalis diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan public speaking dan penampilan yang baik, tetapi juga wawasan kebangsaan, literasi digital, kepedulian terhadap isu kemanusiaan, serta semangat moderasi beragama yang kuat.
Prof. Triyo juga menekankan pentingnya integritas, etika, dan kontribusi sosial bagi seorang mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang menjadi juara dalam kompetisi, tetapi bagaimana seluruh finalis mampu membawa manfaat bagi masyarakat, menjaga nama baik almamater, dan terus mengembangkan potensi diri yang dimiliki.
Selain itu, ia berharap para finalis mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, komunikasi, prestasi akademik, hingga kepedulian sosial. Menurutnya, mahasiswa UIN Malang harus hadir sebagai agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, sekaligus menghadirkan energi positif dalam kehidupan kampus maupun masyarakat luas.
Di akhir sambutannya, Prof. Triyo mengajak seluruh finalis dan mahasiswa untuk memperkuat ukhuwah, membangun semangat kolaborasi, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ia berharap ajang Duta Kampus ini mampu melahirkan generasi muda yang inspiratif, optimis, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan profesionalitas, spiritualitas, dan moralitas yang kuat.