MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Momen pidato perwakilan wisudawan menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dalam Wisuda Periode II Tahun 2026 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang digelar di Gedung Sport Center Kampus I, Sabtu, 20 Juni 2026. Kesempatan tersebut diberikan kepada Muzammil R. Pawi, wisudawan terbaik dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab yang berhasil meraih IPK 4,00 dengan predikat Cumlaude.
Dalam sambutannya, Muzammil menyampaikan rasa syukur atas selesainya perjalanan akademik yang telah ditempuh para wisudawan. Di hadapan pimpinan universitas, dosen, orang tua, dan seluruh peserta wisuda, Muzammil mengucapkan terima kasih kepada sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah memberikan bimbingan dan dukungan selama masa studi. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sivitas akademika, bapak dan ibu dosen yang telah membimbing kami selama menempuh pendidikan. Berkat dedikasi dan keikhlasan bapak ibu semua, kami dapat menyelesaikan studi hingga hari ini,” ungkapnya.
Mewakili seluruh wisudawan Periode II Tahun 2026, Muzammil juga menyampaikan permohonan maaf kepada para dosen dan tenaga kependidikan atas segala kekhilafan yang mungkin pernah terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Menurutnya, keberhasilan yang diraih para lulusan tidak lepas dari peran banyak pihak yang telah membersamai perjalanan akademik mereka.
Suasana haru semakin terasa ketika Muzammil mengajak seluruh wisudawan untuk memberikan penghormatan kepada orang tua yang telah berjuang mengantarkan mereka hingga meraih gelar akademik. “Saya meminta waktu kepada teman-teman semuanya. Silakan menoleh ke kanan dan ke kiri, lihat kedua orang tua kalian, berikan aplaus untuk mereka semua. Mari kita bersama-sama mengucapkan terima kasih dan mendoakan orang tua yang masih bersama kita maupun yang telah lebih dahulu berpulang,” tuturnya yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Muzammil menegaskan bahwa dirinya berdiri di podium bukan karena lebih baik dari wisudawan lainnya, melainkan sebagai perwakilan untuk menyampaikan suara dan perasaan seluruh lulusan. “Meskipun langkah kita tidak sama, meskipun waktu kita tidak sama, tetapi hari ini kita menyelesaikannya bersama-sama. Mari berikan tepuk tangan untuk diri kita sendiri,” ujarnya.
Menutup pidatonya, Muzammil mengutip pesan inspiratif dari Buya Hamka tentang keberanian menghadapi kegagalan dalam kehidupan. “Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama, seseorang dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah kedua,” kutipnya. Pesan tersebut menjadi penutup yang menginspirasi sekaligus pengingat bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal langkah baru untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.