LPMP Lakukan Review Hasil Kinerja


» Jumat, 9 Desember 2016 06:28, Oleh: Abadi Wijaya, Kategori: BeritaHit: 420

1094_rtm.jpg

GEMA-Hari ini, (7/12) seluruh pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai dari pimpinan Universitas, Fakultas, Kajur, Kabag dan Kasubbag serta seluruh pimpinan unit serta lembaga yang ada di lingkungan UIN Maliki melakukan review manajemen atau yang akrab disebut rapat tinjauan manajemen.

Sebanyak 142 peserta hadir mengikuti acara tinjauan manajemen yang diadakan di Hotel Surya Prigen Pasuruan.

Sesuai jadwal yang ditetapkan, kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari dan pembukaan dibuka langsung oleh Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si. Dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) yang telah memprakarsai digelarnya acara tersebut. Pasalnya, pertemuan seperti ini penting sekali dilakukan sehingga seluruh pimpinan di UIN Maliki bisa berkumpul dalam satu ruangan. Dan kemudian mengevaluasi hasil kinerjanya masing-masing.

Saat ini, tambah dia, manfaat perkembangan teknologi sangat terasa sekali. Semua fasilitas teknologi tersebut harus betul-betul bisa dimanfaatkan. Tantangan Perguruan Tinggi saat ini komplek sekali dan sudah nampak di depan mata. Untuk menghadapi tantangan tersebut setiap PT perlu mengokohkan Garis Besar Haluan Universitas (GBHU). Program yang dikembangkan harus menjadi bagian dari terjemahan tugas Kementerian Agama. “UIN Malang merupakan Perguruan Tinggi yang berada di bawah naungan Kemenag. Dan UIN Malang sudah diminta untuk fokus mengembangkan keilmuan integrasinya,” paparnya.
Salah satunya yaitu implementasi integrasi Islam dan sains, khususnya peningkatan kualitas di bidang pendidikan keagamaan. Sehingga tuntutan dari Kemenag tersebut harus direalisasikan. Di UIN Malang tidak boleh ada tugas yang tumpang tindih, semua yang dikerjakan harus sesuai dengan sistem dan aturan yang berlaku. Tugas utama UIN Malang sesuai dengan Kepres tahun 2004 yaitu integrasi sains dan Islam. “Melalui hasil penelitiannya, saya berharap dosen di setiap fakultas mampu menelurkan produk-produk barunya. Khusunya mengenai keilmuan integrasi sains dan Islam,” harapnya.

Masih kata Prof. Mudji, menguasai keilmuan yang integratif ini belum sepenuhnya terwujud. Namun, rencana tersebut harus terus digenjot meskipun persoalan integrasi ini perlu ditelaah lebih dalam lagi. Diperlukan pengelolaan yang serius terhadap perkembangan disiplin keilmuannya masing-masing. “UIN Malang perlu diadakan evaluasi bersama seperti ini (rapat tinjauan manajemen, Red.) untuk melakukan auto kritik terhadap hasil kinerja kita masing-masing,” terangnya.

Selain itu, kata dia, UIN Malang juga tidak bisa dilepas dari peran mahad. Saat ini mahad sudah mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat. Peningkatan kualitas terhadap output mahad harus terus dijaga dan terus ditingkatkan. Pasalnya, mahad sebagai salah satu institusi penting di UIN Malang. “Semua program selalu saya monitor sendiri dan peningkatan kualitas mahad tidak hanya sebagai tanggung jawab mudirul mahad saja, akan tetapi sudah menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

(Ajay)