Unida Penasaran Kunci Sukses HTQ


» Kamis, 26 Januari 2017 09:24, Oleh: Abadi Wijaya, Kategori: BeritaHit: 565

1122_gontor.jpg
BELAJAR: Hikmatiar Pasya, salah satu dosen Unida, Gontor saat menyampaikan program hafalan di kampusnya.

GEMA-Sebagai salah satu unit kampus, HTQ terbilang sangat eksis. Kegiatannya terfokus pada pengayoman mahasiswa hafiz-hafizah untuk selalu menjaga hafalannya. Karena itu, banyak kampus lain yang tertarik mempelajari manajemen HTQ, seperti Universitas Darus Salam (Unida) Gontor, Rabu (25/1).

Menurut Heru Achadi Hari, Kabiro AAK, salah satu aspek HTQ tetap eksis adalah adanya perhatian yang lebih dari kampus seperti pemberian beasiswa SPP bagi hafiz-hafizah lebih dari 10 juz.
Karena keeksisan HTQ dalam memperkuat program menghafal al Quran, Unida mengadakan kunjungan. “Kami sangat berharap bisa berguru banyak dari HTQ baik dari metode serta program kegiatan hingga saat ini,” terang Hikmatiar Pasya, pembina Unida.
Direktur HTQ Imam Muslimin menjelaskan program kegiatan HTQ. Seperti Ta’aruf Qur’any, Sekolah Tahfiz, Syahrul Qur’any, dan Wisuda Tahfiz yang dilakukan tiap tahun. Pihak Unida juga berkesempatan menjelaskan program mereka.
Zunah Zakiyah, mahasiswa Ilmu Tafsir menjelaskan bahwa sudah ada program setoran hafalan tiap semester yang menjadi pra syarat untuk mengikuti UTS dan UAS. Program ini sudah berlangsung selama dua tahun. Tiap mahasiswa diwajibkan setoran hafalan setengah juz selama satu semester (6 bulan).
Tiap tahunnya, lanjut Zunah, setiap mahasiswa mampu menyetorkan satu juz kepada senior yang sudah lulus. Sayangnya, belum ada wadah khusus untuk program mereka. “Kami masih merasa kesulitan dalam membagi waktu murojaah dan ziyadah hafalan. Belum lagi adanya kegiatan kampus yang sangat padat,” tambahnya.
Tidak hanya pulang dengan berbekal ilmu manajemen HTQ, pihak Unida juga mendapatkan Ilmu Tafsir yang dikaji oleh Muhammad Yahya, pengasuh Kampung Muslim Melbourne dan Kajian Tafsir Tematik Nurul Hayat. (syr/nd)

(Ajay)