UIN Malang Paling Kreatif


» Senin, 10 Juli 2017 15:26, Oleh: Abadi Wijaya, Kategori: BeritaHit: 165

1193_pak-imam.jpg

GEMA-Menjadi pembicara dalam acara sarasehan dan buka bersama dalam memperingati dies maulidiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang ke 13, bagi mantan rektor Prof. Dr. Imam Suprayogo menjadi sebuah kehormatan tersendiri (21/6).

Prof. Imam ditunjuk langsung oleh Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si untuk kembali menceritakan kilas balik sejarah UIN Malang sembari menunggu waktu buka bersama. Dalam kesempatan itu, Prof. Imam menceritakan dengan singkat perkembangan STAIN Malang yang berubah menjadi Universitas.
Dalam ceritanya, dia menyampaikan bahwa satu-satunya STAIN yang melakukan perubahan pertama kali menjadi universitas yang dinilai memiliki gagasan paling kreatif yaitu UIN Malang.
Di lingkungan Kemenag, kampus yang berubah menjadi universitas pada saat itu ada tiga perguruan tinggi, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Jogja, dan UIN Malang. Dari ketiga universitas itu, kata dia, yang paling unik dan paling kreatif adalah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. “Kreatif dalam hal ide dan gagasan konsep keilmuannya, yaitu kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional,” terangnya.
Itu menjadi ciri khas UIN Malang yang paling kreatif yang harus terus dijaga jangan sampai dirubah cirikhas tersebut. Jika ada yang tanya, tugas rektor itu apa, jawabnya yaitu memelihara dan meneruskan tradisi yang sudah ada. “Memelihara bangunan itu sangatlah mudah. Akan tetapi, memelihara kreativitas sangatlah sulit,” paparnya.
STAIN Malang bisa menjadi Universitas karena di dalamnya ada kreativitas, sehingga kemajuan pesat kampus ini selalu dijadikan percontohan bagi perguruan tinggi lain. Dan kampus ini harus memiliki misi seperti Rasulullah yaitu menjadikan mahasiswa yang memiliki empat pilar keilmuan. “Kuncinya, seluruh warga kampus ini harus selalu menjaga kebersamaannya,” pungkasnya.

(Ajay)