Zulkifli Hasan: Trust dan Value untuk Kemajuan Negara
Abadi Wijaya Jumat, 28 Juli 2017 . in Berita . 442 views
1208_zulkifli.jpg

GEMA-Untuk penanaman nasionalisme pada tiap lapisan masyarakat, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mengadakan sosialisasi empat pilar. Bertempat di Gedung Rektorat Lt. 5, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dihadiri seluruh kalangan, Jumat (28/7).


Ketua MPR RI Dr. (HC) Zulkifli Hasan, MM. menjadi pembicara utama dalam kegiatan ini. Ia menegaskan, memang tidak mudah memajukan suatu negara. Karena inti yang dibutuhkan tidak selalu terpenuhi. Dua hal penting itu ialah trust dan value. “Dua hal ini bisa menjadi faktor kemajuan sebuah negara,” tuturnya.
Pria berkacamata tersebut menjelaskan, trust (kepercayaan) penting untuk menciptakan situasi yang kondusif antara beberapa pihak. Tak ada saling mencurigai dan mendendam.
Selanjutnya, kata Zulkifli, value (nilai) yang harus ditanamkan pada tiap warga Indonesia. “Sayangnya, saat ini kata nilai lebih disamaartikan dengan uang,” ujar pria asal Lampung tersebut. Padahal, jika semua diukur dengan uang, suatu negara tidak akan pernah maju.
Ia pun mulai menjelaskan keempat pilar negara. Pertama, Pancasila harus menjadi pedoman perilaku masyarakat Indonesia. Jika semua sila dipahami, ia yakin negara akan damai. Kedua, UUD 1945 sebagai pedoman hukum. Jika ada satu saja warga yang kelaparan atau tak mengenyam pendidikan, negara lah yang harus bertanggung jawab penuh.
Kemudian, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai bentuk negara. “Ini juga berarti setiap warga memiliki hak yang sama tanpa melihat status,” jelasnya. Terakhir, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan yang harus dipahami setiap orang. “Seperti kata Kiai Hasyim Muzadi, sesuatu yang berbeda itu harus dihormati, tetapi yang sama jangan dibeda-bedakan,” kutipnya.
Acara sosialisasi rutinan ini dihadiri peserta yang memenuhi lokasi. Peserta ialah sivitas akademik UIN Malang, anggota partai politik, serta tamu-tamu kehormatan seperti para kiai se-Malang Raya, anggota Polri dan TNI, serta Bupati Kabupaten Lamongan, Masfuk.

(Ajay)