MALIKI ISLAMIC
UNIVERSITY-Menjelang rencana
akreditasi program studi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang membenahi berbagai hal. Salah satunya ialah manajemen
jurnal ilmiah. Untuk itu, FKIK mengundang Pusat Publikasi Ilmiah (PPI)-LP2M ke
Kampus 3 dalam “Pembekalan Persiapan Akreditasi”, Senin, 27 Juli 2026. Dalam forum
tersebut, seluruh pengelola Journal of Islamic Medicine (JIM) dan Journal of
Islamic Pharmacy (JIP) hadir untuk berdiskusi dan mencari solusi mengenai
problem di jurnalnya masing-masing.
Prof. Dr. dr.
Yuyun Yueniwati, PW., M.Kes., Sp.Rad (K), Dekan FKIK, menegaskan kepada timnya
bahwa jurnal ilmiah sangat krusial untuk akreditasi lembaga. Keberadaannya membuktikan
bahwa suatu lembaga benar-benar memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan
ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat. Lebih lanjut, Prof. Yuyun
menginformasikan bahwa dalam waktu dekat, Prodi Farmasi akan bersiap-siap mengajukan
akreditasi menuju predikat “Unggul”. Sedangkan, Prodi Pendidikan Dokter akan
mempersiapkan diri menuju akreditasi di lembaga internasional bereputasi. Karena
itu, Prof. Yuyun ingin agar jurnal ilmiah, diperbaiki pengelolaannya agar lebih
tertata. “Kami memberikan wewenang seluasnya kepada PPI untuk membimbing
jurnal-jurnal di FKIK,” tuturnya.

Pusat Publikasi
Ilmiah merespon permintaan FKIK. Dipimpin oleh Prof. Dr. Rohmani Nur Indah,
M.Pd., seluruh tim PPI hadir ke Gedung Arrahim lt. 2. Ia menyayangkan bahwa
terlalu banyak jurnal di UIN Malang yang tidak dirawat. “Kecenderungan kita
hanya semangat membuat jurnal di awal. Saat sudah ada, tidak diisi, akhirnya
berujung diskontinu,” paparnya. Karena itu, PPI menghimbau untuk tetap
mengedepankan kualitas dan mengurus jurnal yang sudah ada. “Kita fokus ke JIM
dan JIP agar di reakreditasi selanjutnya meningkat dalam peringkat SINTA-nya,”
harap Prof. Indah.

Pasca sambutan,
tim PPI membagi forum menjadi dua berfokus pada masing-masing jurnal yang dimiliki
FKIK. Setiap forum didampingi oleh tim PPI untuk mengevaluasi laman dan
manajemen OJS hingga template naskah. Dalam forum tersebut, kru jurnal JIM dan
JIP menanyakan berbagai isu yang dihadapi dan menghambat penerbitan. PPI
berharap, setiap jurnal selalu berkomunikasi terkait kendala apapun, agar di
masa mendatang, PPI dapat membuat pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan pengelola
jurnal ilmiah.