KH. Chamzawi saat menerima penghargaan purna bhakti dan menjalankan rutinitasnya mengkaji kitab
HUMAS UIN MALANG-Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Keluarga Besar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Berduka. KH Chamzawi Syakur, M.HI yang sekaligus sebagai Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang dan juga pengasuh Ma’had Al Jamiah UIN Malang itu siang tadi wafat pada Rabu (16/8/2023) sekira pukul 12.25 WIB.
Kabar wafatnya KH. Chamzawi itu banyak tersiar di sejumlah grup WhatsApp. Disebutkan, bahwa KH Chamzawi menghembuskan nafas terakhirnya di Klinik UMMI Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah Berpulang Ke Rahmatullah KH. Drs. Chamzawi, MH.I Guru kita di Klinik UIN Maulana Malik Ibrahim Pukul 12.25 WIB. Semoga Beliau Khusnul Khotimah.. Amin,” demikian tulis sebuah pesan berantai di grup WhatsApp Admin UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Berita duka juga diinformasikan oleh Arif salah satu staf WR 4 UIN Maliki Malang, ia menceritakan bahwa KH. Chamzawi memiliki jadwal kegiatan yang cukup padat, dengan kondisi fisiknya yang sudah sepuh, beliau tetap berusaha menjalankan amanah yang diembannya hingga akhirnya siang tadi tiba-tiba badannya merasa kurang fit dan minta segera pulang dari kegiatan yang dihadirinya di pascasarjana UIN Malang. “Kiai tadi masih sempat menghadiri kegiatan di Pascasarjana dan tiba-tiba badannya terasa kurang fit dan langsung pamit pulang. Saat tiba di Kampus satu UIN Malang di Jalan Gajayana ini sempat dilakukan perawatan di klinik Ummi, dan 30 menit kemudian beliau kepundut,” bebernya.
Selamat jalan, KH. Chamzawi. Mugi Allah SWT tansah paring rohmad ugi kedamaian teng alam barzah, mugi beliau diparingi kenikmatan wonten alam qubur, lan mugi sedoyo keluarga ingkang dipun tilar tansah pinaringan kesabaran - ketabahan, lan keikhlasan. Amin Ya Rabbal 'Alamin.
Info Pelaksanaan Shalat Janazah dan Pemakaman almarhum KH. Drs. Chamzawi Syakur, M.HI
➖ Ashar: Shalat Janazah di Komplek UIN Maliki.
➖17:30 WIB: Solat Jenazah setelah Solat Magrib di Masjid Jami
➖19:00 WIB: Sholat Jenazah setelah solat Isya di Masjid Tarbiyah UIN Malang
➖ 20:00 WIB: Upacara Pemberangkatan di Masjid Tarbiyah UIN Malang
➖ 20:30 WIB: Dikebumikan di Pemakaman Umum Dinoyo (Belakang Sardo)
HUMAS UIN MALANG-Secara nasional, Kementerian Agama RI tahun ini kembali menggelar kegiatan short course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) tahun 2023 yang diikuti oleh 19 PTKIN sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP), salah satunya PTP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (15/8/2023).
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. A. Zainul Hamdi, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa sertifikasi dosen menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kualifikasi profesional kepada para pendidik ataupun dosen. Melalui PKDP ini diharapkan bisa meningkatkan mutu SDM dan profesionalisme dosen dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi. "Tidak hanya itu saja, short course ini diharapkan bisa meningkatkan komitmen dan pemahaman para dosen terhadap nilai keagamaan dan moderasi beragama dalam bernegara," harapnya.
Semua dosen perguruan tinggi keagamaan (PTK) yang ada di bawah Kementerian Agama harus mengikuti kegiatan PKDP secara berkala ini, dan Alhamdulillah peserta PKDP tahun ini ada peningkatan menjadi 2500 peserta. "Tahun lalu total peserta PKDP hanya 1700 orang dan tahun ini ada peningkatan 800 peserta," bebernya.
Tahun ini, ada 1.600 dosen PTKIS, 600 PTKIN, dan 300 dari perguruan tinggi non muslim, kegiatan ini diinisiasi atas kerjasama Dirjen Pendis dengan litbang dan pusdiklat Kemenag. "Kegiatan ini akan berlangsung selama 60 hari ke depan dengan pola in service course," paparnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Agama RI (Dirjen Diktis Kemenag RI) Prof. Dr. H. Ali Ramdhani, S.TP., MT juga menegaskan short course PKDP tahun 2023 sesungguhnya dalam upaya mengokohkan perguruan tinggi yang memiliki integritas yang selaras dengan norma kehidupan. "Dasar integritas itu sendiri pangkalnya ada pada nilai kejujuran sebagai ujung dari segalanya," bebernya.
Selain itu, dosen profesional itu harus disiplin waktu dan selalu melakukan inovasi dan mengkolaborasikan ilmu yang dimilikinya dengan disiplin keilmuan lainnya. "Oleh sebab itu, dosen tidak boleh takut berinovasi, karena inovasi itu tidak harus menemukan sesuatu yang baru tapi bisa juga mengkolaborasikan hasil penelitian yang sudah ada," paparnya.
Rektor bersama ke dua Guru Besar, Prof. Sudirman dan Prof. Langgeng
Humas UIN Malang — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi mengukuhkan dua guru besar baru. Pengukuhan berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat Akademik UIN Malang, Selasa (15/8). Kedua guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Sudirman Hasan, M.A, CAHRM., dan Prof. Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., mengucapkan selamat kepada para guru besar yang dikukuhkan dan menyampaikan pesar agar para guru besar yang telah dikukuhkan senantiasa mengabdi di UIN Malang, “Selamat kepada Prof. Sudirman dan Prof, Langgeng atas jabatan akademik barunya, semoga para guru besar dapat terus mengabdi untuk UIN Malang menyelaraskan tugas, pokok dan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pesannya dalam sambutan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Senat UIN Malang, Prof. Ahmad Muhtadi Ridwan, M.Pd., berpesan bahwa kesempatan untuk bersinergi dan berkolaborasi para guru besar dengan jejaring tingkat global akan menjadi lebih terbuka. Dengan kapasitas keilmuannya yang mumpuni dan peran sosialnya yang besar di tengah masyarakat, keempat Guru Besar UIN Maliki Malang yang baru saja dikukuhkan ini diyakini dapat mendedikasikan ilmunya dan bersanding sejajar dengan komunitasnya di panggung global. “Semoga predikat guru besar yang telah disandang merupakan wujud totalitasnya dalam mengabdi dan menginspirasi seluruh civitas untuk memberikan kontribusi besar yang berarti bagi kemaslahatan masyarakat serta kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” ungkapnya.
Kedua Guru Besar baru UIN Maliki Malang dikukuhkan atas kontribusi di bidang ilmu masing-masing. Prof. Dr. Sudirman Hasan, M.A, CAHRM. dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum Islam dengan pidato inaugurasi berjudul “Rekonstruksi Hukum Wakaf Ahli Untuk Ketahanan Keluarga.” Sedangkan Prof. Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris dengan pidato inaugurasi menjadi guru besar dalam Bidang Ilmu Integrating Islamic Values in the Teaching of English to Indonesian Islamic Medical Students.
Prof. Sudirman, dalam pidatonya, menunjukkan bahwa wakaf ahli selama ini sering dianggap sebagai sumber masalah di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh stigma bahwa wakaf ahli dapat mengurangi bagian waris dan menjadi sumber konflik keluarga. Padahal, menurutnya, wakaf ahli dapat memberikan manfaat yang tak kalah hebat dengan wakaf khairi jika dikelola dengan manajemen yang benar, 5 salah satunya dengan rekonstruksi hukum. Oleh sebab itu, rekonstruksi hukum wakaf ahli menjadi sebuah keniscayaan, menurutnya. “Kita tahu, selama ini problem dari wakaf ahli yang bersumber dari konflik keluarga. Oleh karenanya, perlu dikupas sejumlah problem wakaf ahli dan cara penyelesaiannya sehingga wakaf ahli masih tetap relevan sampai saat ini,” terangnya.
Sementara Prof. Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kaprodi Tadris Bahasa Inggris FITK, menerangkan konsep pengajaran bahasa inggris untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa kedokteran yang mengintegrasikan antara nilai-nilai Islam dan kesehatan medis yang nantinya membawa beberapa dampak positif. "Kebutuhan kedokteran dengan pengajaran dalam bahasa inggris sangat diperlukan karena nantinya akan membawa impact yang baik," terangnya.
Kemudian, ia menambahkan, beberapa implikasi pedadogik tersebut salah satunya adalah pemanfaatan platform multimedia dan interaktif teknologi dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan mempromosikan pemahaman yang lebih dalam tentang integrasi proses. "Salah satu impact baik itu ketika mahasiswa kedokteran yang memanfaatkan multimedia dan teknologi dalam rangka mengenalkan dan memahami proses integrasi," imbuh beliau sekaligus menutup pidato inaugurasinya.
HUMAS UIN MALANG-Di selah prosesi pengukuhan guru besar Prof. Dr. sudirman Hasan, MA, CHARM dan Prof. Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan tantangan nyata bagi perguruan tinggi di masa yang akan datang, Selasa (15/8/2023).
Salah satunya yaitu banyaknya perguruan tinggi internasional yang membuka cabang di Indonesia. Setidaknya ada tujuh kampus luar negeri yang sudah mendapatkan izinnya, salah satunya yaitu Deakin University dari Australia yang membuka cabang di Bali. "Di Indonesia ada tujuh kampus asing yang sudah siap membuka cabang yang tersebar di Surabaya , Bali dan juga Bandung," paparnya.
Alasan banyaknya perguruan tinggi internasional membuka cabang di Indonesia dikarenakan berdasarkan data yang ada di Dikti ada 44 ribu mahasiswa Indonesia yang kuliah di negara tetangga yaitu Malaysia. Anehnya, data tersebut menyebutkan bahwa mahasiswa Indonesia kuliahnya justru di kampus internasional yang membuka cabang di negeri jiran tersebut. "Hal inilah yang melatarbelakangi kampus internasional dari tujuh negara tersebut membuka cabang di Indonesia," jelasnya.
Dalam konteks pengembangan perguruan tinggi, hal ini tentunya menjadi tantangan bagi semua pengelola perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Untuk itu, peran guru besar menjadi penting untuk menambahkan great perguruan tinggi ke depan. "Saya, berharap tahun depan setidaknya di UIN Maliki Malang ada penambahan 25 guru besar," harapnya.
Tahun ini, tambah dia, di UIN Maliki Malang total keseluruhan masih memiliki 75 gubes dan semua pimpinan terus berupaya mendorong para doktor agar bisa segera meraih karir akademik tertingginya yaitu menjadi profesor di kampus ini. Pengembangan SDM dan menjadikan Prodi unggul semuanya itu butuh kerja keras dari semua pimpinan dan sivitas akademika. "Alhamdulillah, di Indonesia hanya ada dua PTKIN yang terakreditasi unggul yaitu UIN Maliki Malang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta," pungkasnya.
OPENING: Rektor beserta jajarannya pose bersama 120 peserta PKDP usai melakukan opening di hotel Harris. Senin (14/8/2023).
HUMAS UIN MALANG-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, secara resmi membuka acara Agenda Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2023. Pembukaan acara berlangsung di Hotel Harris Kota Malang, dengan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Helmi Syaifuddin M.Fil.I, pada hari Senin (14/8/2023).
PKDP ini akan berlangsung selama enam hari, dari Senin hingga Sabtu (14-19/8/2023) dan diikuti oleh 120 peserta dari berbagai perwakilan PTKI yang berlangsung di Hotel Harris, Malang.
Dalam kesempatan ini, Prof. Zainuddin menyatakan harapannya agar PKDP Tahun 2023 memberikan bekal yang kuat kepada para dosen pemula untuk berkembang menjadi dosen profesional berkualitas. Ia berharap agar kegiatan ini dapat memberikan wawasan berharga dalam pengembangan diri dan pembelajaran yang bermutu bagi mahasiswa. "Kegiatan in service course PKDP 2023 menggambarkan tujuannya untuk memberikan ilmu yang bermanfaat kepada peserta," paparnya.
Dalam kegiatan opening PKDP ini, Prof. Zainuddin mengingatkan bahwa menjadi seorang dosen atau pendidik adalah suatu kehormatan dan tanggung jawab. Tugas pokok dosen meliputi unsur pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. "PKDP merupakan salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik para pendidik, sehingga mereka dapat memberikan pendidikan yang lebih baik kepada mahasiswa," jelasnya.
Prof. Zainuddin menekankan bahwa dosen harus memiliki kompetensi pedagogik, etik, sosial, dan profesional. Kemampuan IT juga menjadi aspek penting, mengingat era pembelajaran digital saat ini. Dosen juga harus menjaga etika dan martabatnya, karena tindakan mereka akan menjadi contoh bagi mahasiswa.
Ia menambahkan bahwa, peran sosial dosen sangat penting. Dosen juga harus memiliki literasi sosial dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. "Menjadi dosen berarti memiliki tanggung jawab untuk memberikan teladan yang baik dalam pendidikan dan dalam peran sosialnya juga," tegasnya.
Prof. Zainuddin mendorong dosen untuk meningkatkan kemampuan akademik, dengan mencapai gelar doktor dan terus melakukan penelitian serta publikasi. Ia mengingatkan semua dosen untuk terus belajar, karena tugas sebagai pendidik membutuhkan peningkatan kemampuan dan pengetahuan sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Dosen jangan sampai kalah literasi dengan mahasiswanya," pesannya.
Dalam akhir pesannya, Prof. Zainuddin menyampaikan selamat kepada para peserta yang mengikuti in service course PKDP 2023 dan mengajak semua dosen untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan keprofesionalan dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. "Sekali lagi saya ucapkan selamat dan ikutilah kegiatan PKDP ini dengan baik agar semua bisa lulus dan mendapatkan sertifikat pedagogik," pungkasnya.
HUMAS UIN Malang - Kedatangan Mahasiswa Baru 2023 di kampus hijau UIN Malang membuat suasana menjadi ramai. Bagaimana tidak, kampus yang hampir dua bulan sepi tanpa ada mahasiswa karena libur semester, kini ramai kembali disertai dengan suka dan duka dari setiap mahasiswa baru yang akan berpisah untuk mencari ilmu dengan orang tuanya.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. turut hadir memantau keberlangsungan proses validasi kampus di hari pertama yang dilaksanakan di Gedung A UIN Maliki Malang. Beliau berpesan kepada seluruh panitia validasi untuk menjalankan tugasnya dengan baik agar segala proses validasi mahasiswa baru berjalan dengan aman dan terkendali. Hal ini perlu dilakukan agar para mahasiswa baru dan wali yang mengantarkan putra/putrinya mendapatkan pelayanan yang maksimal dan kenyamanan dalam segala proses validasi. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa baru untuk tetap serius dalam menjalankan perkuliahan dan mahad. “Mahasiswa baru harus serius dalam melaksankan perkuliahan dan program mahad agar mereka paham bagaimana cara menjadi mahasantri yang baik dan bisa menjalankan seluruh kegiatan pembelajaran di mahad dengan baik serta juga enjoy di Mahad selama 1 tahun ke depan.” Ujar beliau.
Prof. Dr. Hj Umi Sumbulah, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik juga ikut hadir dalam proses validasi pertama mahasiswa baru UIN Maliki Malang. Beliau melakukan monitoring pada kegiatan validasi mahasiswa baru dengan mengunjungi ruangan yang ada di Gedung A yang dijadikan sebagai tempat validasi mahasiswa baru. Kehadirannya juga sekaligus untuk memantau proses pembagian jas almamater dan berbagai perlengkapan untuk seluruh mahasiswa baru yang telah melakukan validasi.
Proses validasi mahasiswa baru yang dijadwalkan selama 3 hari ini, 14-16 Agustus 2023 dilaksanakan melalui beberapa tahapan, dimulai dari validasi kampus yang dilaksanakan di Gedung A UIN Malang. Pada proses ini, mahasiswa baru harus menyerahkan beberapa berkas yang telah ditentukan sebagai bukti telah diterimanya menjadi mahasiswa baru UIN Malang. Setiap mahasiswa baru yang melakukan validasi akan diarahkan oleh petugas ke beberapa ruangan yang ada di Gedung A sesuai dengan fakultas masing-masing. Setelah melakukan validasi kampus dan juga mendapatkan jas almamater dan berbagai perlengkapan untuk mahasiswa baru, mereka akan diarahkan untuk melakukan validasi Mahad dan menyerahkan berkas kepada validator Mahad. Setelah berkas dinyatakan aman dan disetujui validator, barang-barang bawaan mereka akan diperiksa terlebih dahulu oleh pihak keamanan sebelum masuk kamar dan tinggal di mahad selama satu tahun untuk menghindari masuknya barang-barang terlarang di Pusat Mahad Al-Jami'ah UIN Malang.
Humas UIN Malang – Unit Laboratorium Al-Qur’an dan Sains Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Malang bekerjasama dengan Ummi Foundation menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Guru Al-Qur’an dengan Metode Ummi yang bertempat di Gedung Microteaching FITK sejak tanggal 4 Juli hingga hari ini penutupan sertifikasi (10/8).
Rangkaian kegiatan sertifikasi ini menghadirkan dua Trainer dari Ummi Foundation Malang, Ustadz Mahrus, S. Pd.I dan Ustadz Arga Prasetyo, CLQ, yang diawali dengan Tahsin dan pembekalan mengenai bagaimana cara membaca Al-Qur’an dari jilid 1-3 selama satu bulan. Kemudian, Tashih bacaan Al Qur’an sebelum dilanjutkan dengan kegiatan sertifikasi selama 3 hari. Rangkaian kegiatan sertifikasi yaitu pre-test sebelum mendalami materi-materi lain seperti, pendalaman tentang visi dan misi metode Ummi, sistem manajamen dan administrasi Ummi, pengelolaan kelas (Classroom Management), metodologi pengajaran Ummi Jilid 1 sampai 3 (dewasa), metodologi pengajaran Al-Qur’an, Ummi ghorib dan Ummi tajwid, Micro Teaching, dan diakhiri dengan post test.
Dekan FITK, Prof. Nur Ali, M.Pd, turut mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, baik penyelenggara, trainter maupun para peserta yang berasal dari mahasiswa FITK. Hal ini sebagai bentuk sinergitas antara sains dan keagamaan. Selaku Ketua Penyelenggara, Ustadz Rasmu’in, menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi ini bertujuan untuk memudahkan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan metodologi pengajaran dan pembelajaran Al Qur’an yang efektif, mudah, menyenangkan dan menyentuh hati sekaligus dapat menerapkan manajemen kelas yang efektif. Selanjutnya, ia menambahkan, sertifikasi ini adalah tahun kedua, setelah tahun lalu pernah dilaksanakan untuk pertama kalinya. Menurutnya, peminat pada sertifikasi tahun ini meningkat, terbukti tahun lalu yang hanya 25 mahasiswa yang lolos seleksi dari 100 pendaftar. Sementara, tahun ini menjadi 40 mahasiswa sebagai peserta yang lolos dari 140 pendaftar. Kedepannya, ia berharap di tahun berikutnya sertifikasi ini dapat mengakomodasi dengan jumlah yang lebih banyak lagi. “Alhamdulillah, kegiatan Sertifikasi Guru Al Qur’an metode Ummi selama 3 hari berjalan dengan lancar. Harapannya semoga tahun depan program ini mampu mengakomodir lebih banyak lagi mahasiswa yang berminat untuk mengikuti proses sertifikasi dan memberikan manfaat serta keberkahan untuk semua, amin.”
Perwakilan peserta sertifikasi ini, Azida Nur Rohmah mengungkapkan senang bisa mengikuti acara ini karena nyaman dan mudah dipahami. Tak lupa, ia berterima kasih kepada pihak penyelenggara dan Ummi Foundation yang tetap konsisten mengadakan kegiatan Sertifikasi Guru Al-Qur’an di tahun ini. “Terima kasih kepada pihak penyelenggara dan Trainer Ummi yang telah meluangkan waktu dan tenaganya secara ikhlas dalam memberikan materi yang tentunya bisa bermanfaat bagi kami. Kami semua enjoy mengikutinya karena memang mudah dipahami dan menyenangkan karena ada ice breaking di tengah materi yang membuat kami tidak mengantuk.” ungkapnya.
Direktur Utama Ummi Foundation, Ustadz Masruri Juga berpesan kepada seluruh peserta bahwa setelah mengikuti sertifikasi ini diharapkan dapat mengamalkan Pelajaran yang sudah didapatkan dan terus belajar untuk mengembangkan masing-masing kemampuan (Al-Qur’annya). Serta, menyesuaikan diri terhadap dengan Al-Qur’an.
HUMAS UIN MALANG-Zat aditif makanan merupakan zat tambahan makanan yang disengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Bahan tambahan tersebut memiliki manfaat antara lain sebagai pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat dan pengental. Wawasan dan pengetahuan tentang zat aditif perlu diberikan kepada masyarakat agar memiliki awareness terhadap gizi dan nutrisi makanan yang dikonsumsi setiap hari. Edukasi kepada masyarakat mengenai zat aditif makanan telah dilakukan oleh Dosen Kimia yang tergabung dalam program Qoryah Thoyyibah UIN Malang diantaranya Lilik Miftahul Khoiroh, M.Si, Ahmad Hanapi, M.Sc, Siska Eka Sartika, M.Si bersama beberapa mahasiswa Program Studi Kimia. Edukasi dilaksanakan bersama masyarakat RW 3 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang. Edukasi tentang zat aditif tersebut dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2023 yang bertempat di Balai RW 3 Kelurahan Tlogomas. Selain edukasi mengenai zat aditif makanan dan bahaya yang ditimbulkan oleh zat aditif yang berbahaya, pemateri juga memberikan sosialisasi bahan-bahan alami yang ada di sekitar yang bisa digunakan sebagai pendeteksi adanya boraks dan formalin yang ada dalam makanan. Bahan-bahan yang ada di dapur yang dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks antara lain kunyit dan bunga telang, sedangkan untuk mendeteksi adanya formalin adalah getah papaya muda. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti edukasi tersebut. Setelah pemateri memberikan presentasi tentang zat aditif makanan, masyarakat baru menyadari bahwa selama ini mereka kurang peduli terhadap gizi makanan yang mereka sediakan buat keluarga. Makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat ternyata banyak yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang ditambahkan oleh produsen. Dengan mengikuti acara tersebut, masyarakat lebih memahami dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan dengan memperdulikan gizi makanan yang dikonsumsi dan perlu pilah dan pilih makanan yang dikonsumsi, karena segala penyakit berawal dari makanan yang dikonsumsi. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan praktek secara langsung cara mendeteksi boraks dan formalin yang ada dalam makanan. Dengan demikian masyarakat tahu metode dan cara pembuktian, proses serta reaksi yang terjadi jika boraks dideteksi dengan menggunakan kunyit dan formalin dideteksi dengan getah papaya muda, sehingga ibu-ibu PKK balai RW 3 kelurahan Tlogomas dapat langsung praktek di rumah masing-masing dan diamalkan untuk kesejahteraan keluarganya. Kunyit jika direaksikan dengan natrium boraks, awalnya berwarna kuning akan berubah warna menjadi coklat atau coklat kemerahan hal ini karena natrium boraks memiliki pH basa sedangkan kunyit mengandung senyawa antosianin sehingga ketika antosianin bereaksi dengan senyawaan yang bersifat basa maka antosianin pada kunyit akan berubah warna dari kuning menjadi coklat kemerahan. Begitu halnya dengan bunga telang, yang awalnya berwarna biru akan berubah warna menjadi hijau ketika bereaksi dengan natrium boraks. Sedangkan getah papaya jika direaksikan dengan makanan yang mengandung formalin maka getah papaya tersebut akan segera menggumpal.
HUMAS UIN MALANG-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kembali diminta kementerian Agama untuk menyelenggarakan Pelatihan Kompetensi Pelatihan Pemula (PKDP). PKDP merupakan program berkelanjutan dari Kemenag berkerjasama dengan LPDP untuk peningkatan kompetensi dosen dalam melaksanakan tugas tri dharma pergurusn tinggi. Untuk Itu Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag mengelar koordinasi panitia PKDP yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Rektorat Lt.3. Jumat (11/8/2023).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 120 peserta dari 28 PTKI seluruh indonesia (dosen PNS dan dosen tetap non-PNS) dan 45 fasilitator yang terlibat dalam pelaksanaan SC PKDP, baik dari unsur dosen, pimpinan dan para guru besar yang berkompeten. Untuk itu, koordinasi ini penting dilakukan untuk penyamaan persepsi dan harmonisasi instruktur shortcourse pelatihan kompetensi dosen pemula (PKDP). “PKDP 2023 ini akan diselenggarakan selama tiga bulan dengan rincian, In Service Course (ISC) selama 6 hari, On The Job Course (OJC) 52 hari, Expose Course (EC) selama 2 hari,” jelas Prof. Umi.
Koordinasi ini, kata dia, bertujuan untuk menyamakan persepsi dan harmonisasi para narasumber, baik berkaitan dengan materi yang disajikan maupun secara umum pelaksanaan PKDP. Dikarenakan dalam satu materi akan disajikan oleh tiga narasumber sebagaimana jumlah kelas yang tersedia.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu merefresh dan meningkatkan kemampuan pedagogik dosen dalam mengajar dan meningkatkan jumlah publikasi ilmiah nasional maupun internasional yang bersumber dari penelitian.
Kegiatan ini diselenggarakan menggunakan skema blended learning, Luring, akan dilaksanakan dikampus dan dihotel, dan Daring secara online melalui lesrning manajemen sistem (LMS) atau menggunakan zoom meeting. Penyamaan persepsi dan harmoniasasi ini menjadi penting dalam rangka menghasilkan materi ajar para narasumber yang terstandar, sehingga para peserta mampu dengan mudah menyerap pengetahuan yang diberikan narasumber.
“PKPD ini selain untuk meningkatkan kompetensi dosen, ia juga menjadi syarat wajib dalam mendapatkan sertifikat dosen (serdos) yang dalam hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan dosen,” pungkasnya.