MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Komitmen Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si dalam menyiapkan pemimpin mahasiswa yang berkualitas terus diwujudkan secara nyata. Salah satunya melalui kegiatan retreat ketua organisasi mahasiswa (Ormawa ) yang digelar bekerja sama dengan Pusdiklat Arhanud TNI AD Kota Batu selama dua hari, Selasa–Rabu, 13–14 Januari 2026.
Mengusung tema Catalyst for Change: Empowering Student Movement, retreat ini diikuti oleh 63 ketua Ormawa yang terdiri dari 50 peserta laki-laki dan 13 peserta perempuan. Seluruh peserta merupakan pimpinan organisasi mahasiswa, mulai dari SEMA dan DEMA universitas maupun fakultas hingga ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Ilfi Nur Diana hadir langsung memberikan dukungan dan motivasi. Ia menegaskan bahwa menjadi ketua Ormawa di era sekarang adalah pilihan yang tidak biasa, sekaligus istimewa. Berdasarkan berbagai riset, minat generasi Z terhadap dunia organisasi cenderung menurun. Fakta ini justru menjadi nilai lebih bagi mahasiswa yang berani mengambil peran kepemimpinan.
“Tantangan generasi Z jauh lebih berat. Dunia kerja sudah berubah, industri membutuhkan SDM yang adaptif, paham IT, dan siap hidup berdampingan dengan teknologi AI. Pengalaman memimpin organisasi menjadi modal penting untuk itu,” ujar Prof. Ilfi.
Ia menekankan bahwa menghadapi masa depan dibutuhkan tiga bekal utama, yaitu competency, character, dan commitment. Kompetensi membentuk keahlian, karakter membangun integritas, sementara komitmen melahirkan rasa memiliki, kemauan bekerja sama, dan kesediaan bekerja keras demi visi organisasi. Pesannya jelas, kesempatan retreat ini adalah momentum emas yang tidak boleh disia-siakan.
Dalam paparannya, Prof. Ilfi juga mengutip konsep kepemimpinan John Maxwell tentang lima level pemimpin, mulai dari position hingga personhood. Level tertinggi adalah pemimpin yang diikuti bukan karena jabatan, melainkan karena keteladanan pribadi. “Pemimpin mahasiswa harus cerdas dan berkepribadian kuat agar mampu menjadi contoh bagi anggotanya,” tegasnya.
Secara resmi, peserta retreat diberangkatkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. Ia menjelaskan bahwa pendidikan di lingkungan Arhanud dirancang untuk membentuk disiplin, ketangguhan, dan tanggung jawab kepemimpinan mahasiswa, baik di tingkat universitas, fakultas, maupun program studi.
“Seluruh peserta adalah ketua Ormawa. Mereka dipersiapkan menjadi pemimpin yang siap diuji, bukan hanya di kampus, tetapi juga di masyarakat,” ujarnya.
Mewakili Komandan Pusdiklat Arhanud, Brigjen TNI I Made Suryawan, M.Sos., MA, Letkol Arh Muda Setyawan, S.I.P., M.I.P menyampaikan sambutan selamat datang. Ia menegaskan bahwa retreat ini tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter yang tangguh, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, integritas, dan tanggung jawab moral.
Mahasiswa, menurutnya, harus mampu menjadi katalis perubahan. Tidak berhenti pada menyampaikan tuntutan, tetapi mampu menghadirkan solusi dan perubahan positif yang nyata.
Senada dengan itu, Kabag Kemahasiswaan Romi Faslah menambahkan bahwa retreat ini bertujuan membentuk pemimpin mahasiswa yang cinta NKRI, memiliki visi yang sejalan, serta mampu membangun sinergi kuat dengan pimpinan universitas.
"Retreat ini diharapkan melahirkan pimpinan mahasiswa yang visioner, berintegritas, dan siap menjadi pelopor perubahan," pungkasnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan calon pemimpin muda kampus yang tangguh dan berkarakter. Selasa, 13 Januari 2026, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag secara resmi memberangkatkan peserta retreat kepemimpinan dan menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan kepada Komandan Pusdiklat Arhanud Kota Batu.
Dalam arahannya, Prof. Triyo menegaskan bahwa retreat ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Pendidikan di lingkungan Arhanud dirancang untuk membentuk kedisiplinan, ketangguhan mental, serta jiwa kepemimpinan para mahasiswa yang saat ini memegang amanah sebagai pimpinan organisasi.
Program ini diikuti oleh 63 peserta yang seluruhnya merupakan ketua organisasi mahasiswa di lingkungan UIN Maliki Malang. Rinciannya, 50 peserta laki-laki dan 13 peserta perempuan yang berasal dari unsur SEMA, DEMA universitas dan fakultas, hingga ketua himpunan mahasiswa program studi.
“Pendidikan ini menjadi bekal penting agar para ketua Ormawa mampu memimpin dengan disiplin, tanggung jawab, dan integritas, baik di tingkat universitas maupun fakultas,” ujar Prof. Triyo.
Lebih jauh, ia berharap pengalaman selama retreat mampu memperkaya wawasan dan karakter kepemimpinan mahasiswa. Nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, serta ketahanan diri yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal berharga saat mereka terjun ke tengah masyarakat maupun memasuki dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, UIN Maliki Malang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga serius menyiapkan pemimpin masa depan yang siap diuji, bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di lapangan kehidupan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas layanan kampus. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui pelaksanaan asesmen bagi 66 pegawai PPPK yang digelar pada Selasa pagi, 13 Januari 2026.
Asesmen ini menjadi bagian dari upaya penguatan mutu sumber daya manusia tenaga kependidikan. Koordinator OKH UIN Maliki Malang, Hj. Umihanik, SE., MM, menjelaskan bahwa proses asesmen dilaksanakan selama dua hari dengan skema yang dirancang cukup komprehensif.
Hari pertama, para peserta mengikuti psikotes yang berlangsung di Laboratorium Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang. Tes ini bertujuan memetakan aspek psikologis dan karakter kerja pegawai sebagai dasar penilaian awal.
Hari kedua, peserta akan menghadapi tes kompetensi teknis berupa kemampuan mengoperasikan komputer. Pada sesi ini, peserta diminta menyusun surat kedinasan baik yang bersifat resmi maupun nonresmi. Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga ketepatan format, ketelitian, kebenaran isi, serta kecepatan penyelesaian tugas.
“Semakin cepat, tepat, teliti, dan benar dalam mengerjakan tugas, tentu akan berdampak pada penilaian kinerjanya,” ujar Umihanik.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa asesmen ini bukan sekadar formalitas. Hasilnya akan menjadi landasan penting bagi pimpinan universitas dalam menempatkan pegawai sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya masing-masing. Prinsipnya sederhana namun krusial, orang yang tepat di posisi yang tepat.
Uimihanik berharap seluruh rangkaian asesmen dapat berjalan lancar dan objektif. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM tenaga kependidikan merupakan kunci dalam mewujudkan pelayanan prima bagi mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen UIN Maliki Malang dalam mendukung pencapaian visi universitas sebagai kampus unggul dengan reputasi internasional. Pelayanan berkualitas dimulai dari SDM yang kompeten. Kampus paham betul soal itu.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai mematangkan persiapan pengukuhan 12 guru besar yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026. Koordinasi persiapan digelar pada Senin, 12 Januari 2026, dipimpin langsung oleh Kepala Biro AAKK, Hj. Ita Hidayatus Solihah, S.Ag., MM bersama tim panitia pengukuhan.
Dalam arahannya, beliau menjelaskan bahwa pengukuhan kali ini melibatkan 12 guru besar dari berbagai bidang keilmuan. Mereka adalah Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag; Prof. Dr. H. Moh. Padil, M.Pd.I; Prof. Dr. M. Fahim Tharaba, M.Pd; Prof. Dr. H. Bisri Mustofa, MA; Prof. Dr. Muhammad Walid, MA; Prof. Dr. Danial Hilmi, S.Hum., M.Pd; Prof. Dr. Abdul Bashith, M.Si; Prof. Dr. Mohammad Asrori, M.Ag; Prof. Dr. Siti Mahmudah, M.Si; Prof. Dr. Khoirul Hidayah, MH; Prof. H. Aunur Rofiq, Lc., M.Ag., Ph.D; serta Prof. Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag.
Ita menekankan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik. Setiap profesor akan hadir bersama keluarga dan kolega dari luar kampus, sehingga panitia dituntut menyiapkan acara secara matang, tertib, dan berkesan. Mulai dari penataan tamu, alur acara, hingga pengaturan waktu menjadi perhatian utama.
“Setiap sesi harus dihitung dengan cermat agar acara berjalan tepat waktu dan tetap khidmat,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan durasi orasi ilmiah dan penayangan video profil masing-masing guru besar. Untuk menjaga ritme acara, durasi orasi dan video dibatasi sekitar lima hingga sepuluh menit.
Penambahan 12 guru besar ini diharapkan semakin memperkuat kualitas akademik UIN Maliki Malang. Kehadiran para profesor baru diyakini akan mendorong pengembangan keilmuan, riset, serta peningkatan mutu pendidikan di kampus berlogo Ulul Albab tersebut.
Prosesi pengukuhan rencananya akan digelar di Aula Gedung Rektorat lantai 5. Panitia menargetkan acara berjalan lancar, tertib, dan meninggalkan kesan mendalam, baik bagi sivitas akademika maupun para tamu undangan. Jika semua persiapan rapi, sisanya tinggal menikmati momen bersejarah.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia, khususnya bagi karyawan berstatus PPPK. Langkah terbaru diwujudkan melalui koordinasi akhir persiapan asesmen kompetensi yang digelar bekerja sama dengan Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Senin, 12 Januari 2026.
Koordinasi ini menjadi penentu arah pelaksanaan asesmen yang akan diikuti karyawan PPPK paruh waktu. Fokusnya jelas, memetakan kemampuan riil pegawai sebagai dasar penempatan tugas yang lebih sesuai dan profesional.
Koordinator OKH UIN Maliki Malang, Hj. Umihanik, SE., MM, menegaskan bahwa asesmen bukan sekadar formalitas. Proses ini dirancang untuk memastikan setiap pegawai ditempatkan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Ia menyampaikan bahwa peserta akan diuji mulai dari kemampuan dasar pengoperasian komputer hingga psikotes yang mengukur aspek kepribadian dan potensi kerja.
Untuk tes kompetensi di bidang teknologi informasi, pelaksanaannya akan dipusatkan di laboratorium komputer Fakultas Sains dan Teknologi. Setiap peserta akan mendapatkan tugas tertentu yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan mengoperasikan perangkat lunak yang relevan dengan tugas pengadministrasian.
Asesmen ini secara khusus diperuntukkan bagi karyawan PPPK paruh waktu yang sebelumnya bertugas sebagai tenaga kebersihan dan satuan pengamanan. Melalui program ini, mereka dipersiapkan untuk dialihkan menjadi tenaga pengadministrasi, tentu dengan dasar hasil asesmen yang objektif. "Setidaknya hasil asesmen ini bisa dijadikan acuan bagi pimpinan dalam menempatkan SDM yang ada," tegasnya.
Dengan persiapan yang relatif singkat namun terukur, UIN Maliki Malang berharap asesmen ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan data kompetensi yang akurat. Target akhirnya sederhana tapi penting, SDM yang tepat di posisi yang pas, supaya roda layanan kampus bisa berputar lebih efektif. Kampus diuntungkan, pegawai pun punya peluang berkembang. Sebuah langkah kecil dengan dampak jangka panjang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY -Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memperkuat jejaring kemitraan strategis. Senin, 12 Januari 2026, Branch Manager Bank Syariah Nasional (BSN) KC. Malang Chawari Ata Nasrullah bersama Deputy Branch Manager Business Misbach Abdi hadir langsung di kampus UIN Maliki Malang untuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, didampingi para wakil rektor dan para kepala biro menyambut baik kerja sama ini dan berharap kolaborasi yang terjalin dapat berlangsung jangka panjang serta memberi manfaat nyata bagi mahasiswa. Menurutnya, kerja sama perbankan syariah dengan kampus harus berangkat dari kontribusi riil, bukan sekadar kedekatan personal. “Yang utama bukan siapa banknya, tapi seberapa besar dampaknya bagi kampus dan mahasiswa. Layanan harus mudah, sistem IT harus relevan dengan kebutuhan zaman, dan inovasinya terasa,” tegas Rektor.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip keterbukaan dan legalitas melalui mekanisme beauty contest, agar setiap kerja sama berjalan profesional, transparan, dan akuntabel. "Ke depan, bank mitra diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar, terutama mahasiswa generasi Z yang akrab dengan layanan digital serba cepat," harapnya. Dalam konteks itu, BSN diharapkan mampu “menggaet hati” mahasiswa UIN Maliki Malang melalui kemudahan layanan, inovasi sistem digital, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan kampus. "Promosi berbasis dukungan kegiatan dinilai menjadi salah satu pendekatan yang relevan dan berdampak," ujarnya. Sementara itu, Branch Manager BSN KC Malang, Chawari Ata Nasrullah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. Ia menyebut transformasi BTN Syariah menjadi BSN tidak lepas dari sinergi positif dengan UIN Maliki Malang.
“Program kerja sama sejauh ini berjalan baik. Dari sisi teknologi, sistem digital BSN sudah disesuaikan dengan kebutuhan era Gen Z. Kami siap memberikan layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika,” ujarnya. Chawari menegaskan bahwa BSN membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan dengan kampus Islam seperti UIN Maliki Malang. Ia pun memastikan komitmen BSN untuk terus memberikan dukungan dan kontribusi nyata bagi pengembangan kampus ke depan. Dengan MoU ini, UIN Maliki Malang dan BSN KC Malang berharap dapat membangun kolaborasi yang tidak hanya formal di atas kertas, tetapi juga hidup dalam layanan sehari-hari. Targetnya sederhana tapi penting: mahasiswa terbantu, kampus berkembang, dan inovasi tidak berhenti di slogan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung percepatan sertifikasi halal UMKM kembali diwujudkan melalui peran aktif mahasiswa. Mahasiswa KKM-Unggulan Halal Center UIN Malang berhasil mendampingi sejumlah pelaku usaha mikro hingga memperoleh sertifikat halal melalui skema self-declare.
Mahasiswa yang terlibat dalam pendampingan ini adalah Ulfatu Fiki Ainurrohmah, Dara Zahra Salsabila, dan Arifah Azwa, yang tergabung dalam Kelompok KKM Darmawidya dengan ketua Aulia Rahmadina, di bawah bimbingan Utiya Hikmah, M.Si. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan di Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir.
Ulfatu Fiki Ainurrohmah mendampingi pelaku usaha Ibu Erna Sopandiana, produsen Kerupuk Ikan Galunggung. Melalui pendampingan yang sistematis dan sesuai regulasi, produk tersebut resmi memperoleh sertifikat halal pada 9 Januari 2026 dengan Nomor ID35410039112920126.
Sementara itu, Dara Zahra Salsabila mendampingi Ibu Dina Puji Lestari, pemilik usaha Tahu Barokah yang berlokasi di Jalan Gunung Jati No. 20, Wagir. Sertifikat halal produk tersebut diterbitkan pada 10 Januari 2026 dengan Nomor ID35410039205220126.
Pendampingan juga dilakukan oleh Arifah Azwa kepada Ibu Ria Andriani, pelaku usaha Salad Buah Mas Fad Kitchen. Produk ini resmi mengantongi sertifikat halal pada 12 Januari 2026 dengan Nomor ID35410039386630126.
Program KKM-Unggulan Halal Center ini merupakan program unggulan perdana yang diinisiasi oleh LP2M UIN Malang sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kebijakan mandatory halal pemerintah. Gagasan KKM Halal dicetuskan oleh Ketua LP2M UIN Malang, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag., dengan mengusung konsep KKM berdampak, yakni pengabdian mahasiswa yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua Halal Center UIN Malang, Eny Yulianti, M.Si., menegaskan bahwa program ini bertujuan mendorong terwujudnya ekosistem halal nasional melalui penguatan UMKM. “Pendampingan sertifikasi halal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk UMKM sekaligus memperluas pasar produk halal,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Malang, Dr. Mohammad Mahpur, M.Si., menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung peran Halal Center agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya melalui pelaksanaan KKM-Unggulan Halal Center.
Program KKM-Unggulan Halal Center ini berlangsung mulai 24 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026, dan menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa UIN Malang dalam mendukung percepatan sertifikasi halal UMKM sekaligus penguatan ekonomi umat berbasis halal.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan edukatif dari SMA Al Yasini Kraton, Pasuruan, Kamis pagi (9/1/2025). Bertempat di Gedung Rektorat lantai 3, kegiatan study campus ini diikuti oleh 66 siswi bersama 13 guru pendamping yang datang untuk mengenal lebih dekat dunia perkuliahan di Kampus Ulul Albab.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala SMA Al Yasini, Suhaemi, M.Pd., dan disambut hangat oleh Ketua Admisi UIN Malang, Kyai Muhammad Jamaluddin Ma’mun, M.Si., didampingi Tim Ahli Admisi, Muhammad Abdullah Amir, Lc., dan Kurniawati, M.Kom.
Dalam sambutannya, Suhaemi menyampaikan bahwa kunjungan ini memiliki makna emosional dan historis yang kuat. Ia menuturkan bahwa salah satu tokoh pendiri SMA Al Yasini adalah Nyai Hj. Ilfi, yang kini mengemban amanah sebagai Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si. Oleh karena itu, kunjungan ini dimaknai sebagai momentum “pulang ke rumah”.
“Kami membawa siswi dari berbagai daerah di Indonesia—mulai Maluku, Surabaya, hingga Bali—yang semuanya dididik dalam semangat Al Yasini. UIN Malang menjadi rujukan penting bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkap Suhaemi.
Ia berharap kunjungan ini mampu memotivasi para siswi agar berani menatap masa depan dan menjadikan UIN Malang sebagai salah satu pilihan utama studi lanjut.
Menyambut hal tersebut, Kyai Muhammad Jamaluddin Ma’mun menegaskan bahwa UIN Malang selalu membuka ruang seluas-luasnya bagi lulusan sekolah dan pesantren yang memiliki visi integrasi keilmuan dan nilai keislaman.
“Kehadiran SMA Al Yasini di kampus ini adalah kehormatan bagi kami. Melalui pemaparan admisi, kami berharap para siswi dapat mengenali potensi dirinya dan merancang masa depan akademik dengan lebih terarah,” ujarnya.
Sesi dilanjutkan dengan pemaparan teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) oleh Tim Admisi. Para siswi mendapatkan informasi lengkap mengenai jalur masuk, peluang beasiswa, serta keunggulan berbagai program studi di UIN Malang. Antusiasme peserta tampak tinggi, terlebih karena kegiatan berlangsung di Gedung Rektorat yang memberi pengalaman langsung merasakan atmosfer akademik pusat kampus.
Kegiatan study campus ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cinderamata. Momen tersebut menjadi simbol eratnya sinergi antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi, sekaligus menandai harapan bersama agar semakin banyak generasi muda Al Yasini yang kelak tumbuh dan berkiprah sebagai insan akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menerima kunjungan edukatif dari SMA Assa’adah Bungah, Gresik, Jumat (9/1/2026). Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tahunan ini diikuti ratusan siswa kelas XII, didampingi sembilan guru pendamping dan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMA Assa’adah, Muslihah, M.Pd.
Rombongan disambut hangat di Gedung Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) oleh Ketua Admisi UIN Malang, Kyai Muhammad Jamaluddin Ma’mun, M.Si, bersama Tim Ahli Admisi, Muhammad Abdullah Amir, Lc. dan Kurniawati, M.Kom.
Dalam sambutannya, Muslihah menyampaikan bahwa kunjungan ke UIN Malang merupakan bentuk kepercayaan SMA Assa’adah terhadap mutu akademik dan sistem pembinaan mahasiswa di kampus tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan informasi langsung terkait jalur masuk perguruan tinggi serta gambaran kehidupan akademik di UIN Malang.
“Kami secara konsisten menjadikan UIN Malang sebagai tujuan utama kunjungan edukasi agar siswa memperoleh informasi resmi dan akurat mengenai peluang studi lanjut,” ujarnya. Ia berharap, melalui pendampingan intensif dan kunjungan ini, semakin banyak lulusan SMA Assa’adah yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Malang pada tahun akademik mendatang.
Memasuki sesi pemaparan pada pukul 13.00 WIB, Ketua Admisi UIN Malang menyampaikan apresiasi atas komitmen berkelanjutan SMA Assa’adah. Kyai Muhammad Jamaluddin menekankan bahwa UIN Malang membuka peluang luas bagi siswa dari sekolah yang mengedepankan integrasi keilmuan dan nilai keislaman.
“Kami ingin siswa memahami strategi memilih program studi yang sesuai dengan potensi dan minatnya, sehingga mampu menjalani perkuliahan secara optimal,” jelasnya.
Materi teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) kemudian disampaikan secara detail oleh Tim Ahli Admisi. Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jalur seleksi, mulai dari SNBP, SNBT, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, hingga jalur Mandiri dan kemitraan.
Kegiatan kunjungan ditutup dengan penyerahan cinderamata serta sesi foto bersama di depan gedung ikonik Fakultas Sains dan Teknologi. Momen tersebut menjadi simbol eratnya hubungan kelembagaan antara SMA Assa’adah Bungah, Gresik, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung persiapan pendidikan generasi muda.