HUMAS-Mahasiswa KKM 92 UIN Malang mengadakan seminar Islamic Parenting yang bertemaPesan Rasulullah dalam Mendidik Anak. Seminar tersebut ditujukan kepada para walisantri TPQ Daarush Sholah dan masyarakat Dusun Polaman Desa Bedali Kecamatan Lawang, pada Sabtu, (7/1). Pengasuh TPQ Daarush Sholah, Mawan Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan seminar tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran para orang tua terhadap pentingnya belajar ilmu agama.
“Saya merasa bahwa seminar yang diadakan kawan-kawan KKM 92 UIN Malang di sini terkait Islamic Parenting sangatpenting.Sebab problematika lingkungan di Dusun Polaman adalah kurangnya kesadaran dari para orang tua untuk mengantarkan anaknya menimba ilmu agama dan lebih mengutamakan sekolah formalnya, padahal mencari ilmu agama ialah hal yang utama pula,” ungkap Mawan.
Seminar parenting yang digelar oleh kelompok KKM 92 disampaikan langsung oleh dua orang mahasiswa KKM 92, yaitu Muhammad Daman Khairi dari Prodi Hukum Keluarga Islam dan Nur Fatimatuz Zahro dari Prodi Psikologi. Materi yang disampaikan cukup ringan tentang polah asuh anak yang benar dan sesuai dengan Rasulullah saw., mulai dari pengenalan tauhid sebagai yang utama, kemudian menyadarkan secara bertahap tentang kewajiban manusia terhadap Allah Swt., serta dijelaskan perihal posisi kedudukan anak dalam Al-Qur’an, sebagai bentuk rezeki bagi setiap orang tua yang kelak dapat mengantarkannya pada surga, sekaligus tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya.
Adanya seminar parenting merupakan sebuah solusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai orang tua dan wali santri agar memberikan pengawasan dan perhatian lebih terhadap anak-anaknya dalam menimba ilmu agama. “Alhamdulillah acara seminar Islamic Parenting di TPQ Daarush Sholah berjalan dengan lancar. Saya selaku yang bertugas memberikan materi dan sharing ilmu kepada warga desa Bedali sangat senang menadapatkan kesempatan ini dan disambut baik,” kata Daman Khairi.
Harapan kelompok KKM 92 dengan diadakannya seminar tersebut dapat menambah ilmu, wawasan baru, dan pemahaman bagi masyarakat terkait pentingnya pola pengasuhan anak dalam mengenalkan ilmu agama. Selain itu pula harapan kedepannya agar para orang tua di dusun Polaman lebih menyadari betapa pentingnya mengantarkan anak-anaknya untuk menimba ilmu Agama di TPQ. (Fer)
Kontributor: A. A. Dzulfahmi, KKM 92 UIN Malang
Editor: Ferika Sandra



