HUMAS - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 128 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses adakan workshop pelatihan kewirausahaan UMKM di Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Pelatihan kewirausahaan ini dihadiri setidaknya 30 ibu-ibu PKK dengan kerja sama dengan Dinas UMKM Kecamatan Poncokusumo. Workshop ini mengambil tema “Menumbuhkembangkan Motivasi Wirausaha di Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal.”
Mulyani, Sekertaris Dinas UMKM di bidang Makanan dan Minuman Kecamatan Poncokusumo didaulat menjadi pemateri pertama untuk berbagi ilmunya. Ia menceritakan bagaimana caranya merintis usaha dengan mengajak ibu ibu untuk mengembangkan makanan dan minuman ringan yang bernama “Mulyasari”. Mulyani juga berpesan hal terpenting dari memulai usaha adalah persiapan modal yang cukup. "Yang berperan penting itu juga modal sehingga untuk modal harus dipersiapkan terlebih dahulu. Selain itu, pasti memulai usaha juga harus diawali dengan tekad yang kuat dan semangat", imbuhnya.
Lailatul Faridah, seorang pebisnis pakaian Muslimah Laila Ghani turut diundang dan didapuk untuk membagikan pengalamannya merintis usaha pakaiannya. Sampai saat ini setidaknya Laila Ghani memiliki pekerja sekitar 50 orang untuk membantunya dalam bisnis pakaian muslimah dan juga jasa konveksi pembuatan jersey Olahraga. Ia juga berikan tips kepada para peserta workshop yaitu selalu melantunkan sholawat setiap waktu agar dimudahkan segala usahanya.
Alvin Firdaus Sholeh, selaku Ketua Pelaksana Workshop Kewirausahaan KKM Reguler kelompok 128 melihat kegiatan ini sebagai upaya agar masyarakat di desa Jambesari dapat lebih memanfaatkan budaya kearifan lokal yang ada. "Kedepannya semoga masyarakat dapat memanfaatkan kearifan lokal yang ada sebagai ladang usaha. Pastinya juga dapat memberi peluang kerja lebih besar kepada masyarakat lainnya", imbuhnya.
Lebih lanjut, setelah adanya workshop kewirausahaan berbasis kearifan lokal ini, harapannya para warga desa dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah di bagi oleh para pemateri dalam kegiatan workshop ini dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya dengan lebih memanfaatkan sumber-sumber ekonomi yang ada di desa, sehingga perekonomian di desa dapat maju sedikit demi sedikit. (aqm/acg)
Kontributor : Achmad Qodir Maulana Rusdin
Editor : Adam Chesar Gunawan



