HUMAS UIN MALANG- Pagi ini, sekitar 70 peserta dari berbagai kontingen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia mengikuti kegiatan PWN PTK XVI IAIN Gorontalo dengan antusias. Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama Kampus 2 IAIN Gorontalo ini menghadirkan Darwin Botutihe, seorang dosen di IAIN Gorontalo, sebagai pemateri dengan topik yang menarik, yaitu "Terjerat karena komentar di media sosial."
Dalam materi yang disampaikan, Darwin Botutihe memaparkan bahwa komentar di media sosial sering dianggap sepele, padahal memiliki dampak yang signifikan. Media sosial tidak hanya digunakan sebagai sumber informasi dan inspirasi, tetapi juga sebagai wadah untuk ekspresi diri, pencitraan diri, curhat, dan keluh kesah.
Menurut Darwin Botutihe, media sosial telah menjadi salah satu platform yang paling sering diakses oleh pengguna internet. Dalam sisi positifnya, media sosial dapat meningkatkan keuntungan penjualan, memfasilitasi kerja sama bisnis secara luas, dan meningkatkan kredibilitas perusahaan. "Karena media sosial, kita dapat mengenal orang yang tidak pernah kita temui sebelumnya," ungkap Botutihe.
Namun, Botutihe juga menekankan bahwa media sosial memiliki dampak negatif, seperti penyebaran produk palsu, penyebaran berita hoax, dan menciptakan persaingan yang tidak sehat. Oleh karena itu, pertemuan ini bertujuan untuk membekali peserta agar mampu menghindari dampak negatif tersebut. Salah satunya adalah dengan tidak menyebarkan berita dari seseorang tanpa memastikan kebenarannya, yang dapat menyebabkan penyebaran berita hoax.
Dalam sesi tanya jawab, Botutihe memberikan beberapa tips untuk menggunakan media sosial dengan bijak dan aman. Peserta diharapkan bijak dalam mengakses dan menggunakan dunia maya, serta hati-hati dalam menilai kebenaran berita.
Salah satu peserta dari Kontingen PTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Miftachul Ulum, menyampaikan kesediaan mereka untuk menolak tersebarnya berita hoax dan berkomitmen untuk tidak menerima berita tanpa dasar yang jelas. "Kami Pramuka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang siap berkontribusi dalam memerangi penyebaran berita palsu dan menjaga integritas informasi," ujar Ulum.
Kegiatan PWN PTK XVI IAIN Gorontalo diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dan dapat mencegah terjerat dalam dampak negatifnya. Dengan kesadaran akan pentingnya penilaian yang tepat terhadap berita yang beredar, diharapkan peserta dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks.



