UIN Malang Evaluasi MBKM dan Sistem Manajemen Pembelajaran
Abadi Wijaya Senin, 26 Juni 2023 . in Berita . 617 views

 

5684_rektor.jpg

 

HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pagi ini menghelat kegiatan Workshop Evaluasi 9 Model MBKM dan Pengembangan Learning Management System (LMS) yang dilaksanakan di aula gedung Rektorat lt.5 yang dijadwalkana akan berlangsung selama dua hari Senin-Selasa (26-27/6/2023).

Kegiatan workshop MBKM ini menghadirkan dua pemateri utama yaitu Dr. Rusna Resnawati, MP dari UNPAD Jatinangor dan Nanang Zubaidi, S.S., MA., P.hD dari Universitas Negeri Malang.

5685_bersama.jpg

Acara diawali dengan khidmat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan penting. Sambutan pertama diberikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran semua peserta dan pentingnya evaluasi model MBKM dalam meningkatkan kualitas pendidikan di universitas.

Selanjutnya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA memberikan pengarahan dan membuka acara tersebut dengan harapan agar evaluasi dan pengembangan MBKM dapat membawa perubahan positif dalam penyelenggaraan program MKM di perguruan tinggi.

UIN Malang sudah melaksanakan best practice MBKM di masing masing fakultas hal ini sesuai dengan rencana program jangka menengah pemerintah bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat penggerak MBKM dan moderasi beragama. "Alhamdulillah beberapa hari yang lalu ada pertemuan para rektor PTN dan PTKIN di Jakarta dan para rektor diminta untuk mengirimkan pengalamannya dalam menerapkan MBKM dan yang mengirimkan hanya UIN Malang dan UIN Jakarta saja," ceritanya.

Upaya ini, tambah dia, tidak lain untuk menjadikan kampus ini unggul dan bereputasi internasional. Hal ini UIN Maliki Malang sudah menyiapkan diri sejak 2 tahun lalu dan proses rekognisi internasional ini ditargetkan sampai dengan 2025. "Alhamdulillah saat ini UIN Malang sudah menjadi kampus bereputasi internasional, peminat mahasiswa asing yang kuliah di kampus ini juga terus bertambah dan terbanyak di antara PTN atau PTKIN di Indonesia," paparnya.

Dalam acara tersebut, Dr. Risna Resnawati, MP, sebagai narasumber utama, memaparkan materi mengenai pelaksanaan program MBKM di perguruan tinggi. Dr. Risna menjelaskan tentang pedoman implementasi MBKM yang telah mengalami beberapa perubahan. Pedoman tersebut mencakup poin-poin penting seperti identifikasi mitra, verifikasi kelayakan mitra dan program, penanganan mahasiswa yang gagal atau mengundurkan diri, penghentian program yang sedang berjalan, pendaftaran mahasiswa, penempatan mahasiswa, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi, pelaporan pelaksanaan program, konversi atau penyetaraan sks, serta penilaian atau penyetaraan nilai.

Selain membahas pedoman tersebut, Dr. Risna juga menyampaikan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah mengadakan Festival Kampus Merdeka setiap semester sejak Januari 2021. "Pada Juli 2021, universitas ini meluncurkan Festival Kampus Merdeka 2.0 yang bertujuan mencari mitra industri seperti Danone, Lazada, Tanihub, dan Paragon," ungkapnya.

Dalam acara ini juga diungkapkan bahwa pengakuan terhadap kegiatan mahasiswa memiliki beberapa bentuk, yaitu bentuk terstruktur, bebas, dan kombinasi. Kegiatan terstruktur adalah kegiatan di luar studi yang diakui sesuai dengan struktur kurikulum yang ditempuh. Bentuk pengakuan bebas adalah kegiatan MBKM atau di luar program studi yang dikonversi menjadi mata kuliah enrichment course yang disediakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Universitas ini menyediakan 33 mata kuliah enrichment course. "Bentuk pengakuan kombinasi adalah kegiatan di luar program studi yang dikonversi dengan kurikulum yang ditempuh oleh mahasiswa dan mata kuliah enrichment course," paparnya.

Dr. Risna menambahkan, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan hak belajar di luar program studi selama 3 semester dengan tujuan meningkatkan kompetensi lulusan dalam soft skills dan hard skills agar siap dengan kebutuhan zaman. "Program experiential learning juga disediakan untuk memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensi sesuai dengan passion mereka," ungkapnya.

Acara evaluasi sembilan model MBKM dan pengembangan LMS MBKM ini diharapkan memberikan masukan berharga dalam pengembangan program MBKM di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan keahlian mahasiswa.

 

Pewarta: Bella

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up