HUMAS UIN MALANG-Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, hadir langsung dalam ajang Halaqah Ulama Nasional Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, pada Rabu (12/7/2023).
Neng Ilfi, panggilan akrabnya, dipercaya menjadi moderator pada sesi diskusi panel yang membahas tema "Kitab Kuning dan Tantangan Peradaban Dunia Baru" dalam Halaqah Ulama Nasional ini. Dua narasumber yang juga tokoh NU turut hadir, yaitu Rais Syuriyah PBNU KH. Masdar Farid Mas'udi dan Prof. Dr. KH. M. Machasin, MA.
Dalam paparannya, Neng Ilfi menyampaikan bahwa membaca kitab kuning bagi para santri dan kiyai menghadapkan mereka pada berbagai produk ilmu, seperti fikih, aqidah, dan muamalah. Namun, metode belajar kitab kuning yang selama ini dianggap sangat sulit memerlukan terobosan agar kitab kuning tetap bisa dipelajari dengan mudah di era 4.0 ini. "Kemampuan membaca dan mengkaji kitab kuning memang mengalami penurunan," ujarnya.
Hal ini dikarenakan banyak yang menganggap bahwa pembahasan kitab kuning dalam era digital ini tidak lagi relevan dengan zaman. Oleh karena itu, pembahasan kitab kuning tidak bisa terlepas dari peran kiai, guru, dan juga persoalan akhlak terhadap para santri. "Intinya, keberadaan kitab kuning ini harus bisa menerima keterbukaan pemikiran, sehingga kitab kuning dapat lebih fleksibel dan dekat dengan masyarakat," tegasnya.
Dalam diskusi panel tersebut, Rais Syuriyah PBNU KH. Masdar Farid Mas'udi dan Prof. Dr. KH. M. Machasin, MA, juga memberikan pandangan mereka terkait tantangan yang dihadapi dalam mempelajari dan memahami kitab kuning. Mereka sepakat bahwa penurunan minat dalam mempelajari kitab kuning dapat diatasi melalui inovasi metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, menyampaikan harapannya agar terdapat terobosan dalam pembelajaran kitab kuning sehingga tetap menarik bagi generasi muda. Dia juga mengajak semua pihak untuk membuka diri terhadap perubahan dan keterbukaan pemikiran agar kitab kuning dapat terus berkembang dan bermanfaat dalam menghadapi perubahan zaman.
Halaqah Ulama Nasional Nahdlatul Ulama merupakan ajang penting yang dihadiri oleh para ulama dan tokoh agama untuk membahas isu-isu terkini dan memberikan pandangan terkait tantangan dalam menjaga keaslian dan relevansi ajaran Islam di era modern.



