DEMA: Jadilah Mahasiswa Revolusioner
Abadi Wijaya Senin, 21 Agustus 2023 . in Berita . 1117 views
5865_dava1.jpg

 

HUMAS UIN MALANG-Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyambut mahasiswa baru dengan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Pengenalan budaya akademik yang diikuti oleh empat ribu lebih mahasiswa itu berlangsung spektakuler dilapangan utama UIN Maliki Malang. Senin (21/8/2023).

Acara ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. Dalam sambutan pembukaannya berpesan kepada mahasiswa baru untuk berbangga hati menjadi bagian dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kuliah di kampus ber logo Ulul Albab ini para mahasiswa baru harus menata niatnya untuk sunggung-sungguh mencari ilmu. “Bapak Ibu kalian dalam acara temu wali sudah menyerahkan dan mempercayakan sepenuhnya kepada kami untuk memberikan Pendidikan yang terbaik,” ungkapnya.

5866_dava2.jpg

Sementara itu, Presiden mahasiswa atau yang akrab disebut Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) Naufal Dava Gradysa dalam sambutannya menyapa ribuan mahasiswa dengan melontarkan ucapan selamat dating di kampus UIN Malang yang menjadi inisiator pergerakan mahasiswa. Dalam orasinya ia dengan lantang mengajak ribuan mahasiswa baru menjadi seorang revolusioner. Artinya, mahasiswa tidak boleh takut terhadap ketidak adilan dan ketidak jujuran. “Mahasiswa sebagai seorang cendikia harus berani melangkah menuju perubahan yang lebih baik,” tegasnya.

Dava panggilan akrab Naufal Dava Gradysa  mengajak seluruh mahasiswa baru UIN Maliki Malang untuk tidak takut melangkah menuju perubahan yang lebih baik. Mahasiswa tidak boleh takut mencoba, lebih baik salah melangkah dari pada menyesal tidak berani melangkah. “Jadi mahasiswa tidak sama saat menjadi siswa, Mahasiswa dituntut antara ucapan dan prilakunya harus sama,” tegasnya di hadapan peserta PBAK.

Karakteristik Maba UIN Malang harus mampu menumbuhkan rasa simpati dan juga empatinya, saling bahu membahu bergerak maju melawan ketidak adilan dan teruslah perjuangkan kebenaran dan junjung tinggi keadilan dengan seadil-adilnya. “Jangan pernah mundur sejengkalpun untuk menyuarakan dan memperjuangkan kebenaran,” ajaknya lantang.

5868_dava4.jpg

Mahasiswa Fakultas Syariah ini menilai, banyak orang sekarang menganggap bahwa gerakan mahasiswa sudah tidak lagi relevan dengan zaman dan tidak lagi memiliki daya. Untuk itu, ia ingin menunjukkan bahwa anggapan itu salah dan fungsi mahasiswa sebagai agent of change tetaplah menjadi garda depan demi menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan sesuai dengan amanat UUD. “Dalam semboyan Pancasila sudah termaktub bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus ditegakkan,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada 235 panitia pelaksana PBAK dari unsur mahasiswa yang sudah bahu membahu Bersama penuh kekompakan untuk menyiapkan perhelatan akbar setahun sekali ini. “Terimakasih saya ucapakan kepada seluruh panitia, atas tenaga dan ide-idenya yang telah membuat konsep PBAK ini tampil spektakuler,” ucapnya mahasiswa asal Trenggalek tersebut.

Hari kedua PBAK Universitas ini rencananya akan ada proses pengenalan UKM yang di UIN Maliki Malang dan malamnya habis isyak akan dilanjutkan penampilan kolosal yang diikuti oleh seluruh UKM. “Semoga dengan begitu mahasiswa baru bisa mengenali UKM yang ada di UIN Malang dan memiliki ketertarikan untuk bergabung,” harapnya.

Reporter: Ajay

Fotografer: Rifky

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up