Humas UIN Malang - Saat ini, publikasi menjadi bukti utama orisinalitas penelitian yang dapat menjadi modal rekam jejak peneliti sebagai akademisi. Oleh karena itu, Civitas Akademika UIN Malang menggelar Workshop Peningkatan Publikasi Internasional yang diikuti oleh perwakilan Dosen dari 7 Fakultas dan Pascasarjana pada Rabu (2/8) hingga Kamis (3/8).
Mengawali workshop yang bertempat di Ball Room Hotel Rayz UMM, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menegaskan bahwa adanya kegiatan ini adalah langkah awal kita sebelum melanjutkan pengabdian kepada seluruh stakeholder. "Yang terpenting saat ini, kita tetap semangat dalam pengabdian kepada masyarakat, universitas kita tercinta, bangsa, dan negara. Karena ini kan, selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi," tegasnya di awal sambutan.
Kemudian, ia menambahkan, bahwa menulis artikel untuk jurnal internasional merupakan sebuah kewajiban bagi para dosen dan tenaga pendidik dan diharapkannya bisa mengikuti dengan serius sehingga menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi universitas. "Hal ini wajib pagi para dosen sekalian, oleh karena itu saya berharap kita bisa mengikuti serius sehingga nanti menghasilkan output yang bermanfaat untuk kita semua," imbuhnya sekaligus menutup sambutannya.
Workshop kali ini menghadirkan Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. apt. Abdul Rahman, M.Sci dan Prof Irwan Tri Nugroho berasal dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Mengawali materinya, Guru Besar kelahiran Pati itu mengemas materinya dengan ringan dan motivasi kepada para peserta workshop agar dalam penulisan Jurnal ataupun artikel ilmiah membutuhkan semangat yang kuat dan penuh kecintaan agar semakin terwujud keinginannya. "Layaknya mencintai pasangan kita, kita harus semangat dan penuh cinta. Begitu juga dengan penulisan jurnal, kita harus semangat dan mencintai tulisan kita agar selalu terikat dengan publikasi artikel ataupun jurnal. Beliau melanjutkan, bagaimana strategi yang tepat dalam publikasi, salah satunya dengan menentukan jenis jurnal ataupun artikel. Dalam hal ini jurnal/artikel ilmiah biasanya berbentuk catatan teknis, laporan penelitian, prosiding dan jurnal yang dalam penulisannya perlu mengasumsikan pembaca cukup familiar dengan topik yang diambil.
Tak hanya itu, beliau menerangkan bahwa yang mempengaruhi jurnal sebenarnya adalah jumlah sitasi dibagi jumlah dokumen. Oleh karena itu, pentingnya memilih jurnal yang berafiliasi dan penerbit yang bereputasi agar terhindar dari predator jurnal. "Perlu memilih jurnal yang bereputasi seperti Elsevier, Springer, Wiley, Taylor and Francis, dan sebagainya, agar kita terhindar dari predator," terangnya dengan tersenyum. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa Jurnal itu sendiri memiliki rangking yang dibagi menjadi empat kuartil (Q1, Q2, Q3, dan Q4) dimana Q1 adalah jurnal dengan reputasi yang paling tinggi diikuti Q2, Q3, dan Q4. "Artinya, semakin tinggi reputasi jurnal yang dituju semakin tinggi tuntutan kontribusi dan semakin mendalam analisis yang harus dibuat," paparnya.
Usai mendapatkan materi tentang Strategi Publikasi, Dr. Hj. Samsul Susilawati salah satu peserta mengatakan, sangat antusias dengan diadakannya workshop ini. Selain mendapatkan ilmu, ia mengatakan, senang bisa memperluas wawasan tentang publikasi internasional. “Saya sangat tertarik dan senang dengan diadakannya workshop peningkatan publikasi internasional ini. Jadi tahu tips dan strategi publikasi,” ujar Dosen Pascasarjana itu.
Dia berharap semoga ke depannya kegiatan publikasi artikel pada jurnal internasional rutin dilakukan. Sebab, untuk meraih peringkat World Class University salah satu upaya yang bisa diandalkan adalah hasil publikasi jurnal yang bereputasi baik. "Sebaiknya terus dilakukan kegiatan publikasi pada jurnal internasional karena dalam rangka untuk meraih peringkat WCU maka salah satu instrumennya adalah hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal yang bereputasi baik," harapnya usai mendapatkan materi.
Reporter: Sulthan Fathani Elsyam
Editor: Edy Hyto



