HUMAS UIN MALANG - Forum Diskusi KKM 86 UIN Malang dan Laskar Anak merupakan langkah awal dalam kolaborasi pemberdayaan anak di Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo. Diskusi yang bertempat di MTs Al-Amin ini membahas beberapa aspek terkait program Laskar Anak, khususnya pengembangan program DONAT (Dolanan Anak Tradisional) yang kini tengah digalakkan di desa tersebut (25/12).
Program DONAT ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional engklek yang dimainkan dengan kode sebagai sugesti untuk pencegahan pernikahan anak. Selain mengajak anak-anak untuk beraktivitas fisik, permainan ini juga mengandung nilai-nilai edukasi tentang pentingnya menjaga masa depan dan menghindari pernikahan dini.
Laskar Anak yang diketuai oleh Ahmadsyah Wildan Rosyid, juga merupakan Ketua OSIS MTs Al-Amin Desa Wonorejo, memainkan peran penting sebagai pendidik sebaya. Organisasi ini langsung diamanatkan oleh pemerintah desa sebagai ujung tombak dalam pendidikan dan pelaporan masalah anak, terutama terkait dengan pernikahan dini yang marak terjadi di Kecamatan Poncokusumo.
Kepala Desa Wonorejo menyambut baik kolaborasi ini dan mengharapkan Laskar Anak bisa menjadi agen perubahan di desa, serta berperan aktif dalam mendidik teman sebayanya. "Laskar Anak diharapkan menjadi pelapor sekaligus pelopor dalam memperjuangkan 4 hak anak: hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi," ungkap Bapak Bagus selaku Sekretaris Desa Wonorejo.
KKM 86 UIN Malang, sebagai mentor, berkomitmen untuk mendukung pengembangan program ini dengan memberikan bimbingan, terutama dalam mengoptimalkan peran Laskar Anak dalam sosialisasi permainan ke sekolah-sekolah. Diharapkan, melalui pendekatan yang menarik dan edukatif seperti permainan tradisional, anak-anak dapat lebih memahami dan terlibat dalam isu-isu perlindungan anak.
Forum ini juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri di kalangan anggota Laskar Anak, agar mereka dapat lebih aktif dalam menyampaikan informasi dan melaporkan masalah yang terjadi di sekitar mereka. Kepercayaan diri ini diharapkan dapat memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di komunitas dan sebagai pelopor dalam hak-hak anak di desa Wonorejo.
Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Wonorejo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjalankan program inklusi pemerintah Kabupaten Malang untuk pencegahan pernikahan anak dan peningkatan kualitas hidup anak-anak di desa.
Kontributor: KKM Astra Disha 86
Editor: Edy Hyto



